The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Tangisan Amber



kemudian mereka kembali ke asrama.


Amber dan Lillith sibuk membereskan pakaian.


Amber sedang memasukan bajunya ke dalam tas.


"Tuan serius kita mau berpertualang lagi?" tanya Amber.


"Iya"


wajah Lillith sedikit bersedih.


"Kenapa lily?" tanya Lux


"kenapa ya...aku merasa betah disini, aku bisa bermain dan belajar, aku bisa bertemu banyak teman dan orang yang ramah.sudah 3 tahun kita disini" ucap Lillith.


Lux menghampiri dan mengelus kepala Lillith.


"Gw juga seperti itu tapi kita disini sebagai penumpang bukan warga asli sini" ucap Lux.


"dan misi kita sudah selesai disini" ucap Lux.


"Gw tau kalian semua pasti sudah betah disini" ucap Lux.


seketika Lux mengingat semua kenangan di istana Xvuil.


"Benar Apa yang di ucapkan tuan, kita hanya penumpang disini bukan warga asli sini" ucap Amber.


Amber langsung memeluk Lillith.


"eh..Yumiko mana?" tanya Lux.


"Yu-yumiko" Amber


"oh iya kemana dia?!" Lillith panik


*jgrreekkk....(suara pintu terbuka)


Yumiko sedang mengigit surat sambil memegang tas.


"Kamu darimana?" ucap Amber.


Yumiko melepas gigitanya


"Awoo...aku sedang belanja dan Ada Maid dingin" ucap Yumiko.


"maid..dingin?" tanya Lux.


"Si...itu rambut biru merah" ucap yumiko.


"hihihi...yang dia maksud Azure Tuan" ucap Amber


"Owh.."


"itu surat apa?" tanya Lux.


"buka aja, aku belum liat" ucap Yumiko.


Lux mengambil surat dan langsung membacanya.


"Surat apa itu?" tanya Lillith.


"apa isinya?" tanya Amber


"uhh...ini dari Camellia katanya dipanggil raja sama nanti ada ketemuan" ucap Lux.


wajah mereka ber2 langsung cemberut.


(ada masalah apa lagi coba) ucap Amber dalam hati.


(hufft...kapan aku bisa berduaan dengan tuan seprti dulu) ucap Lillith dalam hati.


Yumiko melihat mereka kebingungan.


"huh?? mereka kenapa?" ucap Yumiko.


"nggak tau, yaudah gw mau kembali ke istana" ucap Lux.


"Okee...hati2" yumiko melambaikan tangan


setelah itu Lux pergi ke luar.


Amber ingin menyusul, dan ditanya Yumiko.


"Mau kemana?" tanya yumiko.


"Ehh...i.itu beli anggur" ucap Amber.


"Hufftt.....Mbak mau dicubit tuan" Lillith menghela napasnya.


"selagi dia gak ada, Dah-dah " Amber langsung berlari meninggalkan mereka ber2.


" Lah..kok lari, emang udah se kebelet itu apa?" ucap Yumiko.


"Namanya juga pecandu" ucap Lillith.


"yeaa..."


.


.


sementara itu Amber membeli botol winenya sambil mencari Lux di tengah pasar.


"kemana...dia?" Amber menggaruk kepalanya.


Amber langsung melihat Lux sedang masuk ke dalam istana.


Amber membuntutinya, mereka akhir masuk ke dalam istana, Lux pergi ke Perpustakaan.


"nah..ini dia tempatnya sensei" ucap Amber.


Amber mendengar pembicaraan mereka di balik pintu.


"sda apa sensei?" tanya Lux.


" uhhh...i-ini" Camellia memberikan anting berbentuk belah ketupat yang ditengahnya ada kristal.


"ini Ambil hadiah dari aku" ucap Camellia.


"owh...tapi kenapa sensei ngasih ini ke aku" ucap Lux


"Kan aku kekasih kamu" camellia tersenyum.


Amber terkejut.


"Hufftt...kamu mabuk ya..?" ucap Lux sambil menggelengkan kepalanya


"kan waktu itu kamu bilang sendiri"


"owh...eheheh itu karena gw kehabisan kata²" ucap Lux.


"yang penting kamu selamat Violet" Lux tersenyum.


Camellia seketika terkejut dan wajahnya merah.


"heh? k-kau masih ingat nama depan ku" ucap Camellia.


"iya...apakah itu tidak sopan?" ucap Lux


camellia langsung menenpelkan kepalanya ke dada Lux.


Amber makin terkejut ( Huh?? apa yang mereka lakukan)


"P-panggil aku dengan namaku" ucap Camellia malu²


"yang mana?" ucap Lux.


"bebas"


"Hufft...yaudah, Camellia"


"S-Sekali lagi" ucap Camellia.


"violet"


"lagi.."


"udah ah...kau mengundangku hanya untuk ini?" ucap Lux kesal.


"b-bukan"


"terus...?" ucap Lux.


"aku mendengar dari yang lain bahwa kau ingin pergi dari sini?" ucap Camellia dengan mata berkaca²


"iya.." ucap lux.


Camellia langsung memeluk Lux dengan erat.


"kumohon jangan pergi dari sini?"


"kau adalah teman bicaraku yang paling baik"


"a...aku gak mau kehilangan kamu Lux.." ucap Camellia sambil meneteskan air matanya.


"maaf camellia tapi...tujuan gw disini sebagai petualang" ucap Lux.


"se-sebenarnya. a-aku mencintai mu Lux" ucap Camellia.


amber mendengar perkataan tersebut, ia menggengan winenya dengan keras sambil mata berkaca².


Lux terkejut dengan ucapan tersebut.


(u-untuk pertama kalinya ada gadis cantik menyatakan perasaan ke aku) ucap Lux dalam hati)


Amber mengelap air matanya dan mencoba masuk ke dalam tapi....


Amber melihat Lux membalas pelukan Camellia sambil mengelus kepalanya.


Amber menjatuhkan Winenya hingga pecah dan tangisan Amber pun ikut pecah.


"n-nggak mungkin...." Amber langsung berlari sejauh mungkin sambil mencoba menutup tangisanya.


Lux dan Camellia mendengar pecahan botol.


"siapa itu?" ucap Lux.


"mungkin Pelayan yang ceroboh"


"owh....." ucap Lux.


"oh iya ngomong-ngomong soal pelayan, kamu dipanggil Azure sama raja suruh menghadap ke mereka" ucap Camellia.


"oke"


"makasih ya...udah bersama aku, kapan-kapan kesini lagi ya..." ucap Camellia.


Lux hanya mengacungkan jempolnya sambil meninggalkan Camellia.


setelah Lux sudah pergi jauh, Camellia memegang dadanya.


"ya tuhan semoga aku bisa bersampingan denganya" ucap Camellia sambil tersenyum.


.


.


sementara itu Amber menangis di sepanjang kota, banyak warga yang melihat yang membuat Amber semakin malu.


Amber bersembunyi didalam semak-semak sambil menangis


"hiks...kenapa Tuan membalas pelukan dia"


"apakah aku kurang cantik?"


"apakah aku kurang kuat?"


"apakah tubuhku tidak membuat tuan terpesona?" ucap Amber.


"apa mungkin kau menjauh dariku karena masa laluku yang menjijikan??"


semua pikiran negatif ada didalam Amber.


"aku seharusnya asisten setia Tuan"


"t-tapi kenapa aku berlari?"


"hikss...Aku memang terlahir tidak berguna"


"wajar saja tuan mencari partner lebih kuat"


"maafkan aku"


Amber menangis di balik pohon.


.


.


.


.


Yumiko dan Lillith bosan di kamar sambil tidur di kasur.


"Awooo....bosan" ucap Yumiko.


"sama aku juga, semuanya sudah di masukin ke dalam tas" ucap Lillith.


*tinggg (tiba-tiba Lillith merasakan sesuatu)


Lillith langsung duduk di kasur.


"ada apa? rebahan lagi aja" ucap yumiko.


"nanti tapi aku merasakan sesuatu, sepertinya Mbak sedang menangis" ucap Lillith.


"Pfftttt...paling Mbak ketahuan beli wine sama Tuan, mungkin lagi dijitakin kali" ucap Yumiko dengan santainya.


"owhh....iya bener juga" ucap Lillith.


"dah tidur lagi sambil menunggu mereka" ucap Yumiko.


"oke...semoga Mbak baik-baik saja" ucap Lillith dengan perasaan khawatir


mereka kembali rebahan di kasur.