
Pagi yang cerah mereka baru selesai sarapan,Lux menyiapkan tas dan Yang lain menunggu Lux.
"ayo, Tuan" ucap Amber.
"Oke"
mereka langsung meninggalkan kamar dan bergegas ke pemukiman desa.
"ngomong-ngomong kita mau kemana?" tanya Yumiko.
"Guild buat kasih ini" Lux memegang mata kodok.
mereka ber3 mengingat suatu hal dan mual.
"Oeekk...jijik banget kalo diinget lagi" ucap Yumi.
"apalagi lendirnya yang buat baju hancur" ucap Lillith.
"Pasti tuan seneng dengan kejadian kemarin" Ucap Amber dengan tatapan sinis.
Lux memalingkan wajahnya.
mereka sampai didepan kantor guild.
"Itu dia" Yumiko menunjuk ke depan.
"Ayo.." ucap Lux
.
.
semantara itu dikastil yang gelap iblision berjalan mundar mandir dan edward melihat dengan tatapan kasian.
sudah 2 minggu iblision didalam kastil dan tidak melakukan serangan, Edward khawatir dan cemas melihat wajah iblision yang abis di marahin iblis neraka dalam 2 minggu lalu.
"Sayang, 2 minggu ini kenapa mukamu selalu cemas" ucap Edward.
"Oh...terima kasih sudah mengkhawatirkan ku, aku bingung harus ngapain?" ucap Iblision.
"Mau membuka portal, tapi..." ucap iblision.
"Tapi...?" tanya edward.
"kamu kan iblis pintu neraka peringkat 3, kenapa gak suruh bawahan mu saja untuk membantai Lux dan lainya" ucap Edward.
Iblision tersenyum dan langsung memegang pipi edward.
"Wahh...betul tuh, kamu pintar sekali sayang" ucap Iblision.
Iblision mengeluarkan sihir hitam.
"Hei!!!, Mamon sang iblis Rakus" ucap Iblision.
tiba-tiba bayangan tersebut mengeluarkan suara.
"JAGA MULUT LU..!!!! J4LANG..!!!" ucap Mamon.
"Bagaimana kalau kita kerja sama" ucap iblision.
"G..!!! Lu lemah" ucap Mamon.
"Peringkat gw lebih tinggi dari lu, mamon" ucap Iblison
"ITU KARENA GW BERJUANG SENDIRI, SEDANGKAN LU BAWA PASUKAN SAMA KSATRIA PIRANG YANG SOK KUAT" TERIAK MAMON.
"Ehh...kok gw dibawa-bawa" ucap edward
"Cih...seberapa kuat dia, iblis rendahan" ucap edward.
Mamon marah dan keluar dari bayangan.
*Bukk....
Mamon melompat dan langsung memukul tepat di wajah Edward hingga terpental jauh dan menbrak tembok hingga retak.
"DASAR...MAKHLUK RENDAHAN" Ucap Mamon mengepal tangannya.
Mamon berlari dan ingin mengabisi edward.
"Hiyyaaaat...." mamon melompat dan mengarah pukulanya ke edward yang pingsan.
"Stop..!!!" tentakel iblision langsung membanting Mamon hingga jatuh.
"Kurang ngajar!!!!, Tentakel BABI"
"Air punch..." Mamon membaca sihirnya sambil memukul angin.
hembusan angin memukul perut iblision.
"Argghhh...." perut iblision terpukul.
"Ohh..gitu" iblision tersenyum.
Iblision menyerang menggunakan 4 tentakelnya.
*syuutt....syuttt....
*Bukk...Bukk...Mamon berhasil menahan serangan Iblision dengan pukulanya.
"HAHAHAH....LEMAH...DASAR CUMI!!!!" TERIAK MAMON SAMBIL TERTAWA TERBAHAK-BAHAK.
"Cih...ayahnya kazab sangat meresahkan" ucap iblision.
iblision membaca mantranya
"poison splash..." tentakel yang ada di punggung iblision menampar dada mamon hingga berdarah.
"Ap-!" Mamon tidak bisa bergerak, organ tubuhnya perlahan hancur.
*Blaargghh...!!!*Mamon memuntahkan ususnya.
Edward melihat dengan tatapan jijik
"Dengar kan perintah ku dulu, atau kau akan mati perlahan" ucap Iblision menatap Mamon dengan sinis.
"Cih...baiklah" ucap mamon kesal.
Edward berdiri sambil mengusap kepala belakangnya.
"Pusing banget gila, Tembok mu hancur say" ucap edward.
"Santay jangan hiraukan, Baik mamon" ucap Iblision.
"kau pasti marah dan kesal dengan ksatria abu" ucap Iblision menepuk pundak mamon.
Mamon menutup wajah sedihnya wajah marah serta kedua tangan yang mengepal sangat keras.
"jangan ingat kan aku lagi soal anak ku, dia memang bodoh, gak guna, Beban kenapa dia bertarung sendiri aku benci dia dilahi-" Wajah Mamon marah dan kesal, Iblision langsung menutup mulut mamon.
"Shh...mau bagaimana pun juga di anak mu" ucap iblision dan langsung memeluk mamon.
tangisan mamon pecah dan membalas pelukan iblision.
"Cep-Cep...dasar peringkat bawah lemah banget hatinya, Ngomong-ngomong ganti rugi ya.." ucap iblision menunjuk ke tembok.
"Cih....dasar Cumi j4lang" ucap mamon.
"Baiklah, kapan kita akan mulai?" ucap Mamon.
"Kurang lebih 5 hari lagi, siapkan pasukan dan fisik mu" ucap Iblision.
Mamon langsung meninggalkan istana.
"Emang iblis dalam ada siapa saja?" tanya edward.
"Kamu mau tau? hihihi, baiklah" ucap iblision.
"peringkat 5 ada mamon iblis yang menggunakan pukulan darah".
"Peringkat 2 ada Tali ningyo dia iblis wanita dengan kemampuan membuat boneka pembunuh"
peringkat 1 ada kalaraja Naga leviathan yang sangat besar dan kuat".
"Kau menjelaskan mereka tidak secara detail, iblision" ucap Edward.
"Seperti anak Sd menjelaskan suatu benda" ucap edward.
"Ihhh....kemampuan otak ku cuma segitu doang...!!!!" Iblision marah.
"hahaaha maaf sayangku" ucap Edward tertawa.
.
.
sesampai mereka di depan guild mereka disambut oleh maid berambut panjanh berwarna biru dengan tatapan datar (tanpa ekspresi).
"Selamat datang tuan, bagaimana dengan misi yang saya berikan, sudah?" ucap maid tersebut.
"Nih" Lux memberikan mata kodok tersebut.
mereka ber3 melihat Lux dan Maid tersebut saling berhadapan bagaikan kedua badai salju bertemu.
"Tatapan mereka dingin sekali" Amber berbisik ke yumiko
"Kayak 2 gunung es yang bertemu" ucap Yumiko.
Maid tersebut meninggalkan mereka.
"Dia mau kemana tuan?" ucap Lillith.
"mau ngambil hadiah kita" ucap Lux.
Maid tersebut datang dan membawa 2 kantong berisi emas batangan.
Mata Amber,Lillith dan Yumiko melotot dan berkilau.
"Ba-banyak sekali" ucap mereka ber3.
Lux hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
Ketika Lux dan kawanya ingin pergi baju Lux ditarik maid tersebut.
"Tu-tunggu"
"Huh?"
"Tadi aku berbicara ke raja, sekarang aku akan menjadi Guide mission kalian" ucap maid tersebut.
"untuk apa?" tanya Lux.
"Jadi kalau ada misi, ngambil hadiahnya lewat saya" ucap maid tersebut.
"Oh" ucap Lux.
Maid tersebut menunduk.
"Perkenalkan nama saya Azure tsumugi, Guide mission resmi anda" ucap Azure.
"Oh" ucap Lux dengan santay.
Amber mencubit perut Lux. "OH DOANG LAGI...!!! GAK SOPAN TAU!!!, PERKENALKAN DIRIMU JUGA DONG!!!!" ucap Amber.
"Ahh...Gw Lux, Yang pirang namanya Amber, Yang mirip Kucing Lillith, Yang paling pendek Yumiko" ucap Lux sambip menunjuk ke partynya.
"Mohon kerja samanya" Amber menunduk dengan anggun.
"Hi kak Azure" Lillith melambaikan tangan.
"Kurang ajar aku dibilang pendek..cih.., Hi aku Yumi Awoo..." ucap Yumi sambil melolong.
"Dah..."Ucap Lux melambai ke azure dan meninggalkan guild.
mereka berjalan melewati pasar.
"Oh iya, Tuan?" tanya Amber
"Hmm..?" ucap Lux.
"Itu emas mau dibeli apa?" tanya Amber.
"Peralatan, Armor dan senjata" ucap Lux.
"Aku minta dong" ucap Amber.
"Buat?" tanya Lux.
"Itu...." Amber menunjuk toko wine.
Lillith dan Yumiko menepuk jidatnya.
"dasar tukang mabuk hufftt....." ucap Lillith.
"Awooo...mending buat daging" ucap Yumiko.
"biar badan ku hangat, Boleh ya...?" ucap Amber membujuk Lux.
"Nggak" ucap Lux.
"Ehhh.....??? kok? kenapa?" Amber cemberut.
"Kalau mabuk yang repot gw juga" ucap Lux.
"Ahhh....Tuan jahat, Tuan Pelit...HMPH...." Amber merengek sambil cemberut.
"Pokoknya enggak" Lux memalingkan wajahnya.
"Uweee....kenapa???,pelit. kan Tuan udah liat
badanku" ucap Amber.
Yumiko dan Lillith terkejut.
seketika para warga diam dan melihat Lux.
"Ehh..Mbak kayaknya suara mbak terlalu keras deh" ucap Lillith berbisik ke Amber.
Yumiko menutup wajahnya dengan tudunhnya.
"Cih...Pria macam apa itu"
"Mending kau jadi istriku daripada dia".
"Udah..m3sum pelit lagi ke pacarnya"
Lux kesal "Amber..."Lux Melihat Amber dengan tatapan sinisnya
Amber ketakutan "Heh..ma-maaf keceplosan"
Lux langsung menjitak kepala Amber.
*Sreekkk...sreekk...tangan Lux menggesek ke kepala Amber.
"Aahhhh....Ampun, sakit-sakit Ahhh...." teriak Amber.
Camellia yang sedang belanja mendengar suara teriakan Amber.
"Heh? itukan suara Amber" Camellia langsung menghampiri suara tersebut.
Camellia menyalip ke sekumpulan warga dan Melihat Amber dan Lux membuat keributan.
..