
Keesokan harinya
Lux dan timnya kembali masuk ke akademi untuk mengikuti test selanjutnya.
kali ini yumiko dan Lillith ikut karena test ini bukan test tertulis, melainkan...
"yosh...capeknya?" ucap Lux melakukan pushup.
"hari ini adalah test kekuatan tim, KALIAN SIAP?" ucap Lux
"Test kekuatan?" tanya Lillith.
"jadi, kemampuan sihir dan menggunakan senjata kita akan di uji dan siapa tim yang paling kuat akan mendapatkan nilai plus" ucap Amber.
Lillith mengepalkan tangan.
"Yup, kita pasti bisa" ucap Lillith.
mereka ber3 langsung berdiskusi kecuali Lux
"Regu!!! Tuan Abu!!!" teriak Amber.
"menang dan Traktir!!!!" Yumiko ,Amber dan Lillith bersorak
"Lho? kok traktir?" tanya Lux.
"Bayarin kita belanja ya..." ucap Amber
Lux menghela napas "huft...kan selama ini yang subsidiin kalian, gw"
"Hehehe,bener juga" ucap Amber sampil menjitak kepalanya.
mereka masing-masing di bawa ke dalam ruangan yang berisi 4 peserta dan 1 juri, mereka semua berada di ruangan yang berbeda.
"Tugas kalian adalah hancurkan 3 target ini hanya satu serangan atau sihir"
"dan siapa yang paling cepat menghancurkan target tersebut akan mendapatkan nilai tambahan" ucap Juri
"tapi, bagaimana kalau tidak semua target itu hancur" tanya peserta lainya.
"di kurangin nilainya" ucap juri dengan santainya
Lux melihat peserta lain yang mendapat giliran awal.
"Baik, Target, ledakan api!!!" gadis tersebut membaca mantranya.
*Whuss...whuss...whuss..
gadis tersebut menembakan Api ke target tersebut.
asepnya menjadi tebal *uhuk...uhuk...* semua yang diruangan pada batuk. dan ketika asapnya sudah mereda.
"Apa!!!!" gadis tersebut terkejut karena terget tersebut tidak hancur.
"Next!!" ucap juri tersebut.
dan sekarang seorang berseker dengan kapak besarnya.
Pria tersebut berlari
"AHHHH...Berserker SMASH!!!"
*BOOM...!!! lantai di ruangan menjadi retak dan semua target tersebut hancur.
Juri tersebut menganggukan kepalanya
lantainya menjadi hancur, Juri tersebut membaca mantranya.
"takrarulwaqt..."
lantai tersebut tiba-tiba kembali bergerak sendiri dan kembali seperti semula
Selanjutnya seorang sorcere yang menggunakan buku.
"Wahai buku ajaib turunlah seekor penghancur "
*Wushhh..
Buku tersebut terbang dan berubah menjadi Beruang raksasa.
para peserta dan Lux terkejut, karena bisa berubah.
beruang tersebut menyerang target tersebut.
dan...
*gedebug...
beruang tersebut lelah...
dan hanya bisa menghancurkan satu target.
"Lho? kenapa kok tidur???" ucap sorcere mencoba membangunkan
owaowaowa...(suara beruang mendengkur)
para peserta menahan tawa kecuali Lux.
"pfft...ehem!, baik selanjutnya" ucap juri menahan tawa.
Lux menghela napas.
"Baik, ini sihir baru"
Lux mengangkat tangan kanannya.
"Blue Lava" jari telunjuk Lux mengeluarkan Lava biru.
Semuanya terlihat takjub melihat sihir Lux.
"tembak" Lux menembakan Lava tersebut.
*BOOOOMMM.....!!!
tiba-tiba ledakan dahsyat yang disertai gempa.
tembok yang dibelakang target jebol, membuat para peserta terkejut dan menhintip di tembok yang jebol.
Lux meniup jari telunjuknya seolah-olah koboi yang meniup ujung pistolnya.
Ujian selesai mereka sedang berkumpul, baju yumiko basah kuyup.
"Lho? kamu kenapa yumi" tanya Lillith
"Ehh...panjang ceritanya"
"Gimana ujiannya?" tanya Amber.
"Aku pakai sihir Thunderolt kabbir, targetnya langsung hancur " ucap Lillith
"kalo kamu?" tanya Amber ke yumiko
"Aku sampai di tahan 8 penjaga"
"Lho? kok?" mereka ber3 bingung.
"Aku pakai sihir Wolfbloods, terus gak terkontrol emosinya"
"terus cara berhentiinya gimana?" tanya Lux.
"Ehh..?? aku di iket 8 rantai dan disiram 3 ember air suci" ucap Yumiko
" Pantes...bajumu basah" ucap Lux.
.
.
tiba..tiba ada Maid menghampiri Lux.
"Ehh...anu....ka-kamu dipanggil raja" ucap Maid tersebut.
"he'eh" (sambil mengangguk)
"baiklah kalian tunggu ya.." Lux langsung mengikuti maid tersebut.
.
maid itu membawa Lux ke Aula kerajaan, Lux melihat Raja dan Ratu sedang duduk di singasana.
"Yang mulia aku sudah membawa ksatria abu" ucap naid tersebut sambil menunduk.
Lux menundukan badanya
"ehem..Naikan pandanganmu" ucap sang raja
"Baik" ucap Lux
"apakah kau tau, kenapa kamu dibawa kesini" ucap sang raja.
"Ehh...? upah jajan" ucap Lux
Raja dan Ratu tersebut tertawa...
*hahahahaha.....
"Baik, perkenalkan namamu" ucap ratu
"Nama saya Yamashiro Vallux" ucap Lux
Raja menghampiri Lux dan bersalaman
"Nama saya Xavier Aethelbald, salam kenal"
(keren banget namanya) ucap Lux dalam hati
Lux tersenyum canggung sambil bersalaman
"dan yang itu ustriku, namanya vui Leonna Hamma"
"Hi..Vallux" Ratu tersebut melambai ke Lux.
"Gimana kabarnya" ucap sang ratu
"baik" ucap Lux
Raja xavier menepuk pundak Lux.
"jadi yang kami ingin bicarakan adalah" ucap Raja.
.
.
Amber, Yumiko dan Lillith kembali ke penginapan sambil menunggu Lux.
"lama banget tuan" ucap Lillith sambil rebahan di kasur
"jangan-jangan dia jalan-jalan dulu abis di panggil raja" ucap Yumiko sambil mengelap meja
"tapi sama siapa?" ucap Amber sambil menyisir rambut.
"JANGAN-JANGAN!!!" Mereka membayangkan laura yang sedang jalan bareng Lux
Amber langsung menjatuhkan sisirnya.
Mereka langsung bersiap ke luar untuk mencari Lux.
tiba..tiba..
*Krekk..pintu terbuka.
"Huft....Aku pulang" ucap Lux sambil menghela napas.
"Hmm.....Abis kemana...." ucap Amber dengan tatapan sinis
"Tuan kebiasaan" ucap Lillith.
"apa yang kalian bicarakan" ucap Lux
Yumiko langsung mengendus-endus baju Lux.
*snifff...sniff..sniff
*OI!!!, kalian kenapa sih??" ucap Lux.
"Hmm....nggak ada bau perempuan" ucap Yumiko.
"Perempuan apanya bodoh!!!" Lux kesal.
"Tadi, gw di suruh ganti rugi" ucap Lux
"huh? kenapa?" tanya Lillith.
"pas ujian tadi gw menjebolkan tembok, dan ternyata tembok itu dilapis Zamrud dan Emas" ucap Lux
"Terus disuruh ganti rugi"
"Terus gimana, raja marah tidak?" tanya Amber.
"nggak sama sekali, tetapi Harta kita tersisa 1 karung emas lagi " ucap Lux.
"Apa!!" Amber terkejut.
"Iya...hehehe" ucap Lux tersenyum terpaksa.
Lillith langsung menghampiri Lux dan memegang kedua tangan Lux.
"gpp tuan, sisa harta itu, kita buat usaha ya..." ucap Lillith sambil tersenyum manis.
"Aku pasti bantu jualanya kok, he~he~" Yumiko mengacunhkan jempolnya
"heheh...santai aja kak" ucap Lux.
Lux hanya tersenyum tipis.
(Kurang ajar kalian, Ngambil Tuan Ku) ucap Amber dalam hati.
Lux langsung menghampiri Amber
"Yok, kita berusaha bersama" Lux mengulurkan tanganya.
Pipi Amber memerah seperti buah persik
"Ehh...unmm...iya" ucap Amber malu-malu
Amber mencoba memgang tangan Lux yang dia ulurkan, tetapi Lux langsung menghindar dan memegang kepala Amber.
Lux mengelus rambut Amber.
"Huu....jangan dimainin rambutku, baru disisir" Amber kesal dan menepis tangan Lux.
"Rambutmu memang selalu wangi Amber~" Lux menggoda Amber.
"Heh?...Ma-ma-maksudnya??..e.." Amber mengalihkan pandangannya sambil menahan malu.
"CIeeeee, Mbak Salting" Yumiko menggoda Amber
"Mbak kalo salting pasti lucu" ucap Lillith sambil tersenyum.
"Ternyata tuan putri bisa salting" Ucap Lux
Amarah dan rasa malu Amber bercampur.
"KALIAN!!!!...BISA NGGAK SIH!!! DIEM!!!!" Teriak Amber.
"Hmph..." Amber ngambek sambil mengalihkan pandanganya
Lux tersenyum, Lillith dan Yumiko tertawa terbahak-bahak