The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Na-namaku adalah......



setelah lux,amber dan gadis kecil itu makan, mereka langsung melanjutkan perjalananya


"tuan teddy boleh nggak kita bersiin gadis ini" kata Amber sedang menggandeng tangan gadis kecil tersebut.


"oh boleh kok" kata lux.


"terimakasih tuan, aku sudah menemukan tempat pemandian paling indah di hutan sana" kata Amber menunjuk ke hutan di samping kiri mereka.


"huh? dihutan? ngapain?" kata lux kebingungan.


"tentu saja mandiin si gadis ini" kata Amber.


"huh? kamu gila ya,nanti ada buaya gimana? atau nggak orang jahat gimana?" kata Lux menolak.


"kan ada kamu tuan" kata Amber tersenyum.


"hufft....(*mengela napas), baiklah tapi jangan gegabah ya..." kata lux.


"dan yang terpenting jangan ngintip ya..tuan dia itu masih kecil" kata Amber menunjuk ke lux.


gadis kecil itu takut ke lux karena perkataan Amber tadi,dan gadis itu langsung berlindung dibelakang Amber.


"heh? nggak mungkin aku ngintip, jangan asal ngomong tuan putri kasian itu bocah takut sama aku"kata lux.


"hihihihi~ maaf ya, tuan kita nggak sejahat itu kok walaupun mukanya kayak orang nakal tapi hatinya selembut teddy bear" kata Amber ngomong ke gadis itu.


" hufft..(*menghela napas), yaudah tunjukin ke kita mana pemandianya" kata lux sambil memijit dahinya.


setelah itu mereka ber3 ke tengah hutan dan melihat kolam air panas yang kecil dan indah. lux dan gadis itu takjub dengan keindahan kolam tersebut.


"whaa~~" kata gadis itu dengan mata yang bersinar.


"indah sekali, kamu memang handal dalam menemukan hal yang unik" kata lux memuji Amber.


"hihihi~" Amber tersenyum manis.


"oke, tuan teddy pergi sana!!!" kata Amber mendorong lux dengan pelan.


"huh? apa apaan ini?" kata lux kaget.


"awas!! dia mau aku bukain bajunya awas, jangan ngintip ya...awas ngintip aku lempar perisai ku" kata Amber.


"oke...oke...aku diluar hutan ya... kalau udah, keluar ya" kata lux.


lux berada diluar hutan,Amber sedang membasuh rambut gadis kecil tersebut.


"anuu....." kata gadis tersebut.


"ada apa, apakah saya terlalu kasar membasuh rambutmu?" kata Amber.


"b-bu-bukan" kata gadis itu malu-malu.


"terus ada apa?" kata Amber penasaran sambil membasuh punggun gadis tersebut.


"k-kok majikan ku sekarang baik,kenapa kau tidak menyuruh aku, ada apa? apakah aku gk berguna?" kata gadis itu malu-malu.


Amber tersenyun anggun sambil mencubit pipi gadis tersebut karena gemas.


" bukanya tidak berguna sayang, tetapi aku dan tuan teddy ingin merawat mu hingga kau menjadi seorang yang kuat" kata Amber dengan senyuman manisnya.


gadis itu pun menangis.


"hiks...hiks....terima kasih majikan ku" kata gadis itu menangis.


Amber pun langsung memeluk gadis kecil tersebut.


"sini...sini...cep..cep..cep jangan nangis" kata Amber sambil memeluk dan mengelus kepala gadis tersebut.


"dan jangan memanggil saya dengan sebutan majikan oke" kata Amber.


"terus aku memanggil mu apa?" kata gadis tersebut.


"uhh....apa ya?, mbak aja, panggil saya Mbak Amber ok" kata Amber sambil tersenyum.


setelah itu mereka ber2 keluar dari kolam dan memakai handuk yang di bawa oleh Amber.


"oh iya!!!, ngomong-ngomong namamu siapa ya?" kata Amber sambil menyisir rambutnya.


"ehh??.....Anu.......a-aku tidak punya nama Mbak" kata gadis tersebut.


"heh? kok bisa gk punya nama" kata Amber kaget.


" aku gk tau mbak" kata gadis tersebut.


"yaudah kita tanya tuan teddy aja" kata Amber.


"tuan teddy?, tuan yang gemuk itu"kata gadis itu dengan wajah polosnya.


"hahahah~ namanya vallux aku memanggilnya tuan teddy"kata Amber tertawa.


setelah mereka selesai memakai baju mereka langsung keluar melihat lux yang ketiduran di tanah.


"huft....*(menghela napas), tuan....tuan..dasar tukang tidur" kata Amber menggelengkan kepalanya.


Gadis kecil tersebut langsung membangunkan Lux.


"tuan bangun ayo~ bangun tuan~" kata gadis tersebut.


lux bangun kaget karena mereka sudah selesai.


"aduh..maaf ketiduran" kata lux minta maaf.


"huft...yaudah gpp" kata Amber.


tiba-tiba lux mencium bau yang sangat harum.


" wangi apa ini?" kata lux sambil mengendus hidungnya.


lux mengendus sampai dekat dengan tubuh kecilnya gadis tersebut, Amber langsung menampar lux.


"TUAN!!!! wajahnya gk usah deket-deket oke, aku panggil pengawal istana nih" kata Amber menampar wajah lux.


"aduh!!! maaf" kata Lux mengusap wajahnya.


"oh iya ngomong-ngomong,kita harus membeli pakaian buat gadis ini"kata Amber.


"heh?, gk usah mbak gk perlu ini udh nyaman kok" kata gadis malu-malu.


"masa kamu betah pake baju dari bahan karung gini" kata lux.


"heh? nggak betah sih tuan" kata Gadis kecil


"yaudah sip kita beli" kata lux.


mereka melanjutkan perjalananya untuk membeli pakaian gadis kecil tersebut


"oh iya gadis kecil namamu siapa?" kata lux.


"ehh? aku tidak punya nama tuan" kata gadis kecil


"kira-kira tuan mau ngasih nama siapa?" kata Amber


"ehh....apa ya?, bagaimana kalau Lilith" kata lux memberi pendapat.


"wah bagus itu namanya, kamu suka gk?"kata Amber.


"suka kok makasih ya tuan dan Mbak" kata Lilith dengan senyuman imutnya.


"hahahahaha, Mbak? tuan putri kamu udah kayak kakanya Lilith" kata lux tertawa.


"heh? (*wajahnya memerah) yaa....aku bingung dia harus memanggil aku apa? ,jadi aku menyuruh lilith memanggil aku Mbak" kata Amber malu-malu.


"hahahaha" kata lux tertawa melihat tingkah Amber yang seketika sifat anggunya hilang.


setelah itu mereka sampai di tempat pakaian dan mereka langsung masuk kedalam toko pakaian tersebut.