
mereka semua berkumpul dan mengelilingi jasad Zura.
Tabitha melihat Zura dan langsung menjatuhkan lututnya ke tanah dan menundukan kepala sambil mengeluarkan Air mata.
"Sepertinya, kau sudah lebih dulu daripada kami" ucap tabitha mengusap matanya.
Tabitha mengelus kepala Zura.
"Dia adalah pria yang tangguh walaupun sedikit keras, tapi dia memiliki hati yang perhatian" ucap tabitha.
"Aku minta maaf atas kepergian kekasihmu" ucap Vui.
"hihihi dia bukan kekasihku tetapi senior di satu perguruan" ucap Tabitha.
Amber menangis dan memeluk lengan Lux.
"T-tuan Ak-aku takut" ucap Amber.
Lux memegang kepala Amber.
"Hmm...sudah kubilang, setiap yang bernyawa pasti akan merasa kematian" ucap Lux.
.
.
Keesokan hari mereka kembali ke kerajaan Xvuil sambil menggotong jasad Zura, para warga melihat penasaran.
seluruh warga mulai berbisik.
wajah Michael di tutup perban dan Tangan kanan Lux yang di Gips.
Agus dan partynya mengurus pemakaman Zura sedangkan Tabitha hanya melihat dari kejahuan.
"tabitha kenapa?" ucap Lux
"Aku gak sanggup, melihat ekspresi orangtua Zura melihat meninggal anaknya" ucap Tabitha dengan tatapan kosong.
Amber menepuk pundak tabitha.
"Baiklah kawan, mungkin sampai sini saja perjalanan aku" ucap Tabitha.
"emang kamu mau kemana" ucap yumiko.
"Mungkin melatih kemampuan agar bisa melindungi banyak orang" ucap tabitha.
"Oke, aku balik ya.., kapan-kapan kita ketemu lagi ya.." ucap Tabitha meneteskan Air mata.
Tabitha langsung memeluk Lux, Agus dan kawannya menghampiri, Tabitha memeluk semuanya.
"Bye" ucap Tabitha sambil berlari meninggalkan kerajaan.
Lillith dan Amber meneteskan Air mata.
"*hiks..kasian" ucap Lillith.
*Hiks..*hikss...Amber menangis.
"Gus, Zura sama Tabitha siapanya lu" tanya Lux.
"Dia pasukan khusus kerajaan Neutrolian, aku sudah kenal dengan mereka sejak awal kita berada disini" ucap Agus.
"Dan..mereka lah sepasang kekasih yang sangat akrab" ucap Yana.
"Bukanya mereka hanya teman satu perguruan?" tanya Lillith.
"bukan, sebenarnya mereka sudah bertunangan dan minggu depan menikah tetapi.." ucap yuni.
"sedih, makanya Tabitha meninggalkan kami" ucap Michael.
"Hufft...semoga Tabitha bisa menerima kenyataan dan menjadi orang yang kuat" ucap Amber.
Setelah itu mereka berpisah dan kembali ke kamar masing-masing.
Lux sedang duduk di sofa dan Lillith melihat Lux dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ada apa?" tanya Lux.
"k-kok aku nangis ya..denger kisah tadi, a-aku merasa kalau tuan gak ada di hidupku, aku akan seperti apa kedepanya" Lillith menahan Air matanya.
Lux, Amber dan Lillith mendengar perkataan tersebut langsung terkejut.
Amber menteskan Air mata "Lily.." Amber langsung memeluk Lillith.
"Kita akan selalu bersama oke" ucap Yumiko memeluk Lillith.
Lux tersenyum dan mengelus kepala mereka ber3.
"iya..aku berjanji akan bersama kalian, hingga ajal menjemput" ucap Lux
mereka tersenyum dan wajahnya memerah serta mata mereka berkaca-kaca.
.
.
.
sementara itu, di istana yang gelap, Edward sedang duduk di singgasana bersama Iblision.
datang iblis datang untuk memberikan informasi
Iblision menyemburkan minumanya.
"PPFFFT...Apa-, Kazab Mati di tangan manusia" Ucap Iblision.
"t-tapi kita berhasil membunuh salah satu dari mereka" ucap iblis.
"hmm...menarik" ucap Iblision.
Tiba-tiba Iblis besar datang di hadapan Iblision.
"Huh..siapa kam-" Iblison terkejut melihat iblis dengan wajah yang menyeramkan.
"SYABRU..!!!" teriak iblision.
Iblis bertanduk dan mulut yang berantakan serta kulit yang berwarna pucat dan tatapan yang mengerikan dan selalu mengeluarkan Air mata.
Edward takut melihatnya.
"Heheh, kenapa-kenapa kau bersantai hiheheheh" ucap syabru menangis.
Syabru menggaruk lehernya hingga berdarah
" Ingat ya..Kau jangan terelena dengan kekuatanmu, Azazel bisa membencimu kalau kamu bekerja tidak benar"
Syabru melihat wajah Iblision dengan wajah serius" Dan INGAT, Gw bisa makan lo kapan aja asal, Lo taat perintah dewa azazel"
Wuusshh...Syabru langsung menghilang menjadi bayangan.
"I-itu siapa Sayang" ucap Edward.
Iblision menatap dengan tatapan kosong.
"Dia, Iblis neraka dalam peringkat 5 Al-Syabru, dia suka memakan makhluk hidup termasuk iblis" ucap iblision.
"Dia suka melihat makhluk yang bersedih, mengamuk dan sampai teriak histeris"
"Makanya dia suka menyiksa dengan perlahan" ucap Iblision.
" perintah dari azazel emamg apa?" ucap edward.
'"membuka portal dan segera menghancurkan umat manusia" ucap Iblision
" kita harus mempercepat keluarnya portal" ucap Edward.
"dan menghancurkan umat manusia, kali ini aku turun" ucap Iblision.
"Tapi kapan?" ucap Edward.
.
.
.
Keesokan harinya Lux mendapat surat untuk pergi menemui camellia di perpustakaan.
"kemarin malam, gw gak bisa ke perpustakan, yaudah sekarang aja deh" ucap Lux.
Lux langsung pergi ke perpustakaan.
* jreeek...Lux membuka pintu
"huhh...permisi" ucap Lux.
Lux melihat tumpukan Buku yang tinggi.
Lux mengambil salah satu bukunya dan..
*Brukkk..brukk...brukk.suara buku berjatuhan
Lux terkejut, dia melihat Camellia tertidur didalam tumpukan Buku.
Lux terpesona melihat imutnya camellia ketika tertidur, rambut putih yang berkilau, pipi merah muda yang chubby, serta lekuk tubuh layaknya artis model.
"Can-tik" ucap Lux.
Lux tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Sensei-Sensei bangun udah pagi" ucap Lux
Camellia membuka matanya dan melihat Lux.
"Hooaaammm....." Camellia menguap.
Kimono Camellia kendur dan belahan dadanya terlihat
Lux memalingkan wajahnya.
"Heh? ada apa" ucap camellia yang masih setengah sadar.
Camellia menunduk kebawa dan...
"KYAA-, Jangan dilihat" teriak camellia dan langsung mengangkat kimononya.
Camellia langsung berdiri dan berjalan cepat, Camellia tersandung buku dan...
"Awas..." teriak Lux.
*gedebug...
Camellia tertidur di atas Lux
Lux melihat wajah Camellia dengan dekat, aroma bunga yang menyengat.
. wajah Camellia merah dan langsung berdiri.
"Ma-maaf" ucap Camellia sedang mengibas-ngibas kimononya.
"Iya(Wangi bangett....padahal belum mandi dia ya lho..., pengen banget Gw pelukk..)" ucap Lux dalan hati.
Camellia melihat hidung Lux berdarah.
Lux masih tersenyun sendiri, Lux langsung menempelkan jarinya ke hidung.
"Kamu kenapa?" Camellia menghampiri Lux.
"Ng-nggak(Tuhan terima kasih)" ucap Lux.sambil tersenyum sendiri.
"Anak yang aneh" ucap Camellia.
.
.
Mereka langsung duduk dan meminum teh buatan camellia.
"Huufft...Aku turut berduka atas meninggalnya Zura" ucap camellia mengisap tehnya.
Lux menganggukan kepalanya.
"Oh iya" Lux mengambil barang di tas selepang.
"Nih, coba enak lo" ucap Lux memberi Apel karamel ke Camellia.
"Huh?, udah gak usah repot-repot" ucap Camellia.
"Makan!!" ucap Lux.
Camellia lanhsung mengigit apel karamelnya.
*Hamm..."Uwaa~, Manis enak banget" ucap Camellia memegang pipinya.
Lux hanya tersenyum.
"Udah ya.., mau balik ke kamar" ucap Lux.
"Heh!?, cepet banget" ucap Camellia
Lix berjalan sampai depan pintu
"Kalo sensei mau ngobrol lagi, tinggal kasih surat ke aku" ucap Lux.
*Jgreek...Lux langsung keluar.
Lux bertemu Amber, Amber mencium bau badan Lux.
"Hmph...kamu, ngapai sama sensei camilla" Amber cemberut.
"Minum teh doang" ucap Lux.
"BOHONG!?!?!, huu..." Amber cemberut.
Lux langsung memeluk Amber.
"kamu masih yang terbaik kok, Amberku...." ucap Lux.
Amber wajahnya memerah. "Heh?, T-tuan" Amber terkejut karena Lux langsung memeluk Amber.
"Mau kemana Amber" ucap Lux.
"Ma-ma-ma-mau, ke Perpustakaan" ucap Amber gagu
"Baiklah" Lux langsung melepas pelukanya.
Lux berjalan menuju kamar mandi.
"Duh!!, apa yang barusan Gw lakuin!?!?!?" Lux kaget.
"Apa?, emang gw mabuk?, jangan-jangan" ucap Lux.
"Whaaa....,Sensei menaruh alkohol ke Teh ku"
*Bugg..bugg..."Whaaa...!!!!!.Apa yang harus ku lakukan" Ucap Lux menjedoti ke tembok kepalanya karena malu.
.
.
sementara itu, setelah Lux keluar perpustakaan ternyata ada prajurit datang membawa kotak berukuran sedang.
"camellia, ada kiriman dari kerajaan Hellorn" ucap Prajurit
"Huh?, paket?" ucap Camellia sambil membuka pita di kotaknya
setelah dibuka...
Camellia terkejut sambil menutup mulutnya dengan tatapan sedih.