The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Si kucing jatuh cinta



"Dia miliku?" ucap camellia bingung.


"Heh..?" seketika wajah Camellia langsung memerah.


"MAKSUD LO APA BODOH!?!?!" Teriak Igor.


*BUKK...igor langsung memukul Lux hingga terjatuh.


"Astaga Lux!!!!" teriak Camellia


Para warga langsung terkejut.


Lux mengelap pipinya.


Lux berdiri dengan tatapan sinis, igor mengayunkan tangannya ke wajah Lux dan...


raja Xavier langsung menepis tangan igor.


"Hentikan" ucap Xavier.


"GW GAK TERIMA ISTRI GW DI AMBIL" teriak Igor.


Lux menepuk pundak Camellia.


"Sensei, bilang!!!" ucap Lux.


"Heh..??, oh..aku menolak ajakan menikah dengan Anda" ucap Camellia dengan tegas.


Igor menghampiri Camellia dan langsung mencengkram pipi Camellia dan mengangkatnya.


"Hmm...berani juga lo...hutang orang tua Lu gw lipat ganda, DAN..!!!apabila tidak sanggup, siapkan batu nisan untuk kedua orang tuamu. hahaha" ucap Igor.


Igor langsung melempar Camellia, dan langsung di tangkap Lux.


"Sensei?" ucap Lux.


"o-orang tua....b-batu n-nisan" tatapan Camellia kosong seolah-olah ketakutan.


"Cih..." ucap Lux.


Raja xavier langsung menepuk tanganya.


"Baik, bagaimana kalo kita lakukan duel, siapa yang menang akan mendapatkan gadis tersebut" ucap Xavier.


para warga histeris.


"WHAAAA...INI AKAN JADI DUEL TERSERU".


"Cih...dasar warga minus akhlak" ucap Lux.


"Huh!!, melawan dia?, lvl di bawah gw, pasti menang" ucap igor dengan sombongnya.


"Camy-ku, tunggu aku di ranjang" ucap Igor menggoda Camellia.


Camellia berlindung di belakang raja Xavier.


Lux hanya menatap Igor dengan sinis.


"hahaha, takut?" ucap Igor tertawa.


Lux hanya menatap Igor.


"Oi, kenapa Lo liat Gw Tolol" ucap Igor.


"Cih.." Igor meludah dan langsung meningalkan keramian.


"Huh!!, Gw balik, INGAT PANGERAN ABU, KITA DUEL 5 HARI LAGI..." teriak Igor, langsung naik kereta kuda dan meninggalkan kerajaan Xvuil.


"Hadehh....pusing,kalo ada igor pasti selalu ada keributan" Xavier menepuk dahinya.


"dia kesini ngapain?" ucap Lux.


"Saya sendiri kurang tau, tapi setelah melihat kejadian tadi ya...saya paham" ucap Xavier.


Lux langsung pergi.


Xavier menghadap ke para warga.


"baik para warga yang saya cintai, kembali ke aktivitas masing-masing, acara udah selesai" ucap Xavier.


Para warga bubar dan langsung melakukan aktivitas masing-masing.


Camellia berlari mencari Lux.


"Hikss..L-Lux kamu dimana?" ucap Camellia sambil berlari.


Camellia berlari sambil berlinang air mata demi mencari Lux tetapi dia tidak menemukanya.


waktu sore tiba.


"Hosh..hosh.....L-Lux" Ucap Camellia kewalahan karena sudah berlari mengelilingi kerajaan.


.


.


*Jgreek...pintu kamar terbuka dan ternyata Lux.


"Huu..kamu kemana aja" ucap Amber cemberut.


"Ehh...sama agus" ucap Lux.


"kok ragu sih...coba,*sniff..sniff..(mencium badan Lux), bau bunga?, tuh kan sama Camellia" ucap Yumiko.


Lillith hanya diam dan mengacungkan jempolnya.


"Bener sumpah sama Agus, mancing, Nih" Lux mengangkat jari yang berisi 5 ikan emas.


"tapi sempat ke tempat camellia kan?" tanya Amber.


"I-iya tapi kayak biasa, minum teh doang sama belajar alat musik" ucap Lux mengankat 2 jari.


Lux langsung masuk ke kamar mandi dan berendam di bak mandi.


"Huftt...Gimana ya?, yaudah kapan-kapan gw jujur saja" ucap Lux.


Setelah itu Lux keluar dari kamar madi mengunakan celana pendek dan handuknya di gulung di lehernya.


Lillith membuka pintu kamar dan melihat Lux.


"Heh..??" Lillith terkejut.


"Huh?" ucap Lux mengeringkan rambutnya dengan handuk


"kalo mau duduk, duduk saja di kasur" ucap Lux.


Lillith kemudian duduk di kasur, melihat badan Lux.


Wajah Lillith memerah sambil memalingkan wajahnya.


Lux melihat Lillith dan duduk langsung disamping Lillith.


"Ada apa Lily?" tanya Lux.


Lillith semakin gugup.


"E-e-e...ehh...J-jadi gimana?" ucap Lillith gugup.


Lux memiringkan wajahnya.


"gimana?" tanya Lux.


"Oh..nanti gw akan berduel dengan Igor" ucap Lux.


Lillith melihat tangan kanan Lux yang di gips.


"Serius, tuan masih kuat" ucap Lillith.


Lux menganggukan kepalanya.


"E...Anu...Nanti malam mau gak, ngobrol lagi di balkon" ucap Lillith sambil gugup.


Lux mengacungkan jempolnya.


setelah itu Lillith keluar dari kamar.


"Kok, aku deg-degan saat melihat Badan Lux" ucap Lillith dengan suara kecil.


Yumiko mendengar dari belakang Lillith


Yumiko tersenyum lebar.


"awoo...cieee....Abis ngobrol sama kakak" ucap Yumiko.


"E-eh, Itu...ehh..n-nggak kok" ucap Lillith gugup.


"awoo....kok gugup, abis ngomong apa tuh???" ucap Yumiko.


"Shhh....." Lillith langsung mencubit bibir Yumiko.


Lux keluar dari kamar dan langsung ke Luar kamar untuk menemui Amber.


"Yumi, kamu punya perasaan gak sama tuan?" tanya Lillith.


"Iya, sebagai adik-kakak" ucap Yumiko.


"Kamu lebih tua dari ku, tapi gak punya perasaan ke dia" tanya Lillith penasaran.


"ohh...Perasaan cinta?, nggak kok, Aku menganggap dia sebagai pengganti kakaku yang sudah lama gugur" ucap Yumiko.


"Emang kenapa?, *GASPP....jangan-jangan Lily..!!!" Yumiko terkejut.


Lillith menundukan kepalanya sambil mengangguk.


"T-tapi dia sudah punya Mbak" ucap Lillith.


"dan dia menganggapku sebagai anak kecil saja" ucap Lillith.


Yumiko langsung mengelus kepala Lillith.


"Huffft....raja aja boleh menikah lebih dari 4 istri, masa kita nggak" ucap Yumiko.


"tapi, kita bukan bangsawan" ucap Lillith..


Yumiko langsung mencubit gemas pipi Lillith.


"mereka manusia bukan?, jadi harusnya sama aja dong" ucap Yumiko.


Lillith tersenyum lebar dan pipinya langsung merah.


"k-kok tiba-tiba nyambung ke nikah???" ucap Lillith.


"Oh..hohoho" yumi tertawa.


Lux datang menghampiri Amber dan ia tidur di sofa.


"Yahh...elahh...dasar tukang tidur" ucap Lux.


(Nanti aja, gw ngomongnya) ucap Lux.


Malam Tiba, Amber dan yang lainya kembali istirahat setelah makan malam.


Lux seperti biasa Merokok di balkon.


"Fuuhh..(mengembuskan asap rokoknya.)coba gw didunia asal, pasti bakal dilempar sendal sama mamah klo ketauan ngerokok, hahhh....kangen mereka" ucap Lux.


Lux mengambil batang rokok dan..


"Huh??, cepet sekali habisnya, sehari bisa setengah bungkus" ucap Lux.


Lux mendengar suara lonceng.


*Criingg...criing...


Lux menoleh ke belakang dan ternyata suara kalung Lillith.


"Oh..kalungnya lucu" ucap Lux.


"Ehehe" Lillith tersenyum.


"jadi gimana tangan tuan" Lillith melihat tangan kanan Lux yang masih di gips.


"Pukul saja, Kuat kok" ucap Lux sambil mengisap rokoknya.


"Uhuk...uhuk..gak mungkin aku pukul tuan" Lillith batuk menghisap asap rokok.


Lux melempar batang rokok keluar balkon.


"Hehh..!!!, kok dibuang??, masih panjang itu" ucap Lillith.


"ada kamu" ucap Lux.


"ohh..." Lillith menundukan kepalanya.


"Jadi,seperti yang gw bilang sebelumnya, 5 hari lagi gw duel sama Igor, demi guru seni kita" ucap Lux.


"Tuan!!" ucap Lillith.


"Selama kamu tinggal disini apa yang tuan rasakan" ucap Lillith.


"Hmm..?, senang,terkadang bosan,seru dan yang terpenting gw mendapatkan Party yang sangat baik" ucap Lux.


pipi Lillith memerah.


"Seperti Yumiko yang pemberani, Putri Amber yang setia, dan Kamu yang penurut, jadi hidupku tidak buram karena ada kalian" ucap Lux sambil tersenyum.


"trus tuan, menganggapku sebagai apa?" ucap Lillith dengan gugup.


"Tuan punya perasaan apa sama aku?"


"Huh?" Lux bingung.


Wajah Lillith langsung merah (Aku barusan ngomong apa!!!!!)


"HEI!!,kamu ngigau,ngantuk tuh..tidur sana istirahat" ucap Lux.


Lillith langsung pergi ke kasur.


"K-kok aku ngomong gitu sih..." Ucap Lillith sambil memeluk selimut.


"Malah..dianggap ngigau lagi sama tuan, Haduhhh....." ucap Lillith sambil menggigit selimutnya.


"Baiklah, istirahat sekarang" Lux menutup jendela balkon.


Lux melihat Lillith gelisah di atas kasur.


"lu kenapa?"


Lillith tiba-tiba diam tidak bergerak (pura-pura tidur)