The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
pencarian dan misteri dari ksatria abu



Agus dan kawanya berteriak.


AAAAAAAA....!!!!!!


.


.


*GASSPPP.....


Xenzha terbangun dan melihat chiku disampingnya yang menutup badanya dengan selimut.


"Aduh...kepalaku pusing" xenzha memegang kepalanya.


Xenzha terkejut melihat chiku tertidur disampingnya.


"Ahh!!!!..." teriak Xenzha dan langsung menutup mulutnya.


Chiku terbangun.


"HOAAAMMM...... A-aa~ selamat pagi pangeran" ucap Chiku sambil mengusap matanya.


Xenzha langsung berdiri dan memakai baju.


"ehh....ksatria??" ucap Xenzha gugup.


"I-iya..." Chiki duduk dan terlihat setengah dari dadanya.


"pa-pakai bajumu dulu" Xenzha melirik ke chiku.


"Oh..?, baik" ucap Chiki dengan santainya.


chiku langsung berdiri dan bagian atasnya terbuka, Xenzha langsung menutup matanya dan membalikan badanya.


(Dasar wanita tidak punya rasa malu)


"Jadi tuan mau ngomong apa?" ucap chiku sambil mengancing bajunya.


"jadi...(Xenzha membalikan badanya) WOOWOWOOWO!!!!!...pake yang bener bajumu" ucap Xenzha.


"oh?..maaf" ucap chiku setengah sadar.


.


.


"sudah..."


"Hufft...kamu ini!?!?, jadi..kok kita bisa tidur ber2?" tanya Xenzha.


"hmm...?, oh kemarin kita ada pesta, terus kita minum banyak alkohol, jadi kita ber2 mabuk"


"Terus? kok bisa tidur di kamar?" tanya Xenzha penasaran.


"hmph...masa lupa?, kamu mengantarku ke kamar dan suruh aku melepas baju"


xenzha seketika malu dan terkejut.


"te-terus aku nyerang kamu gak?" tanya xenzha gugup


"Nggak sama sekali, kamu langsung tidur dilantai, yaudah aku bantu angkat kamu dikasur dan tidur bareng" ucap Chiku.


xenzha melihat wajah chiku.


"kamu masih mabuk ya...?"


"mabuk? hahaha nggak k-"


*Gubrakk.....


Chiku langsung terjatuh.


"hufft...benarkan" Xenzha langsung membawa chiku ke kursi dan menyuruhnya minum air mineral.


(hufftt..untung yang mabuk chiku, coba Amber, pasti brutal) ucap xenzha dalam hati.


.


.


Lux dan partyanya terus berjalan hingga fajar. wajah dan badan mereka terlihat lemas, Amber tersungkur.


*gedebug....


Lux menoleh ke Amber.


*Kroookkk...krookk...


Amber tidur duduk bersandar di pohon dengan punggung yang masih menggendong tas besarnya.


"huh?..Tu...an a....ku ngajavshsgwugwihkhsh" ucapan Lillith tidak jelas.


Lillith langsung bersandar di paha Amber.


"*Hooaammm...yumiko??" Lux menguap sambil mencari Yumiko.


*Awoo..krrookkk....


Lux melihat Yumiko tertidur di dalam keranjang yang dia bawa


Lux tersenyum (hmm...badan kecil muat di semua tempat)


"Hoaamm...maaf tadi malam gw gak nyuruh kalian istirahat dulu" ucap Lux.


Lux mengingat kejadian kemarin malam, Amber merengek minta istirahat.


"Ini sudah malam!!!, Ya ampun" Ucap Amber.


"sedikit lagi sampai"


"Kamu gak kenal lelah apa?, kamu patung ya...?" ucap Amber.


Yumiko dan Lillith hanya menonton mereka berdebat.


"ini sudah seperti singa dan naga" bisik yumiko.


"iya...mereka gak pernah damai" bisik Lillith


"NGGAK..ADA ISTIRAHAT MALAM INI!!!" ucap Lux dengan tegas


Amber mengepal ke2 tangannya dengan mata berkaca-kaca.


"HMPHHH.....baiklah, AYO!!!!" ucap Amber.


(Hmph...sebel banget sih...dia gak pernah lelah apa!?!?!?) ucap Amber pelan sambil berjalan.


"HEI...amber gw masih denger ucapanmu"


"Huuu...AYO, katanya dikit lagi!?!?" ucap Amber.


(dasar bocah..!!!) ucap Lux dalam hati


.


Lux hanya menghela napasnya melihat mereka tertidur.


"maaf ya..gw bukan tuan yang baik" ucap Lux.


Lux melihat wajah Amber terlihat gelisah.


"Sepertinya Amber mimpi buruk"


Lux mengelus kepala Amber dan Amber kembali tersenyum.


"Hoaamm..." Lux mencoba menahan ngantuknya.


Lux tanpa sadar tertidur di pangkuan Amber.


"Hoaaammm....(*Boing...)" Lux bangun dan kepalanya terpantul oleh dada Amber.


Amber terkejut "He-heeeiiii...." Amber memegang dadanya.


Lux langsung duduk


Amber menggerakan kakinya dan kepala Lillith jatuh mencium lantai.


*gedebug...."


mulut Lillith kemasukan rumput "uwaa....pfftttt..!!!!" Lillith meludah.


"tuan kalau mau main izin dulu" ucap Amber.


"B-bukan t0lol, tadi gw gak sengaja tertidur di pahamu Amber"


"pas bangun kepala ku terbentur dengan....ya..u know lah"


Amber tertawa dengan anggun "hihihi oke aku maafkan"


Lillith mengusap wajahnya yang penuh rumput dan tanah.


"ya..ampun maaf Lily"


"HOOAAMMM...iya gpp" ucap Lillith menguap.


Lillith pergi mencari botol minumnya dan membasuh air tersebut ke wajahnya.


"eh..yumiko kemana?" tanya Amber.


"tuh...." Lux menunju ke keranjang


Yumiko tertidur di keranjang yang berbentuk seperti keranjang jamu.


"ehh...dia ngiler" ucap Lux.


"Aww...gemasnya" ucap Amber.


Amber memgelus kepala Yumiko dan terbangun.


"Slurrpp....eh?" Yumiko menelan air liurnya.


"hmm...gurih pasti rasanya" ucap Lux bercanda ke yumiko.


Lillith menyikut tangan Lux.


"Pfftt.." Lilith menahan ketawanya.


Yumiko memakai tudungnya dan keluar dari keranjang.


"Jadi..yok, kita lanjutkan pencarian guru wangy" ucap Lux.


Amber mencubit pinggang Lux.


"mesum..." ucap Amber.


"a-apanya yang mesum!?!?!?"


" emang dia wangy bunga kan?" ucap Lux menahan sakit.


mereka melanjutkan perjalanannya, Lux mengecek kantongnya.


"eh...HP gw mana?!?!?" ucap Lux.


"nih..." ucap Amber


"oh iya tuan...foto kita" ucap Lillith.


"foto yang mana?" tanya Lux


"yang itu...pas kita foto bareng azure dan sensei"


" iya..emang kenapa?"


"kenapa?" tanya Lux.


Amber dan Lillith tersenyum.


"coba tuan kirim foto itu ke laura" ucap Amber.


"Laura? oh..si judes kuncir 2 itu" ucap Yumiko.


"emang kenapa??" tanya Lux.


"kirim aja!!!" ucap Lillith dan Amber


Lux langsung menyalakan hpnya dan mencari kontak Laura lalu mengirim gambar itu ke laura.


"gimana?" ucap amber dengan senang.


"belum di baca, mungkin nanti sore"


"dah kita lanjutin perjalanannya"


mereka lanjut perjalannya, Yumiko memegang peta dan Lux memimpin jalan.


.


.


xenzha dan chiku bertemu raja franck, mereka langsung sujud di hadapan raja franck yang sedang duduk di singasananya, mereka sangat gugup, Xenzha canggung karena teringat masa lalu ketika xenzha mengikat ayahnya dan menyiram dengan air suci.


"A-aya-" ucap Lux dengan gugup.


"APA!!!" teriak Franck.


"Aku dan chiku boleh tidak pergi berpetualang?"


"oh..baiklah" ucap franck dengan entengnya


Mereka tersenyum.


"ayah...se-serius" ucap Xenzha seolah-olah tidak percaya.


"hmm.." franck menganggukan kepalanya.


"TAPI!!!, INGAT....INTIP PERKEMBANGAN SI ABU ITU"


"kalau kelewatan batas, hentikan dia"


"Ba-baik ayah"


"dah pergi sana" ucap Franck sambil memakan buah anggur.


mereka tersenyum dan langsung meninggalkan kerajaan.


"yang mulia" ucap Asisten kerajaan.


"kenapa?"


"bukankah biarkan xenzha menetap disini?"


"menjaga kota ini dari....iblis"


Raja franck memegang janggutnya.


"aku yakin kita akan selamat, karena aku me dengar bahwa iblis luar neraka peringkat 5"


"mati dibunuh oleh tim abu, kemungkinan dia tidak seperti ksatria abu yang dulu"


"e-emang yang dulu gimana?" ucap Asisten.


"persis apa yang diceritakan para warga"


Asisten tersebut terkejut.


"dahulu ada kerajaan dari luar negeri ini, menyummon ksatria dari luar dimensi, dan datanglah ksatria abu yang bernama......"