The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Dia Miliku



Pagi tiba, Lux dan kawanya sedang menjual barang hasil buruan.


Laura datang ke tempat Lux.


"Hei, Lauraaa..." Yumiko melompat-lompat sambil melambaikan tanganya.


"Oh,hii" Laura membalas dengan senyuman.


(Tumben, Dia ramah dan terlihat manis) ucap Lux dalam hati.


Amber menyentil tangan kanan Lux yang di gips


"Aku tau apa yang dipikiran mu tuan" ucap Amber.


(heh..? kok bisa dia mendengarnya) ucap Lux dalam hati.


"Gimana kondisimu Laura" ucap Lillith.


"Baik" ucap Laura.


Laura mengambil 3 lembar kulit sapi hasil buruan Lux.


"Jadi 3 koin perak, mau kamu apain kulitnya?" tanya Amber.


Laura membayar 2 kantong emas.


"Aku ingin berterima kasih ke kalian" ucap laura.


"terutama kau" Laura menunjuk ke Lux.


"Heh..?" ucap Lux.


Laura menghampiri Lux dan....


*Cup..Laura mencium pipi kanan Lux.


"Heh..." Lux terkejut


Amber menjatuhkan 2 kantong emas, Lillith langsung terkejut dan Yumiko menyemburkan Air minumnya.


*Burrrr....!!!! yumiko menyemburkan minumnya.


Amber menarik kerah Laura.


"huh!?!?!?,berani banget sih" ucap Amber


"Nekat juga ini" ucap Lillith.


"kepalamu terbentur apa huh?, batu?, Meteor?, kok bisa berani" ucap Yumiko.


mereka langsung melihat Lux, Lux menutup wajahnya dengan tangan karena malu.


"Tuh kan...kak, malu-malu" ucap Yumiko.


"A-a..i-ya" ucap Lux.


'Huu..." Lillith menyoraki Lux


Laura melepas tangan Amber.


"Gw, sebenarnya pengen kembali ke kerajaan gw"


"Gw pengen ikut, tapi...keamanan kerajaan gw kurang baik kalo gak ada gw" ucap Laura.


"Jadi nih, tangkep" Laura melemparkan benda.


Lux menangkap dan....


"Huh?...s-smarthphone" ucap Lux.


"Iya, ini kau bisa panggil aku dengan benda itu" ucap Laura.


Lux terlihat sangat gembira melihat smartphonenya, mata Lux bersinar.


Laura melihat gelang emas di tangan kiri Lux.


"Masih di pakai, walau sudah lecet" ucap Laura.


"Iya...heheh sorry, tapi bagus kok" ucap Lux.


pipi laura langsung merah dan dia kembali menjadi judes.


"Ehhh...!!!, b-bagus lah...mahal!!!" teriak laura.


"Dah ya...Aku pergi" ucap Laura berlari sambil melambaikan tangan.


"telepon aku, nanti aku datang...!!!!" teriak Laura


mereka langsung melambaikan tangan ke laura.


.


"hufftt....dagangan kita tidak terlalu ramai" ucap Lux.


"Aha...Aku ada ide" ucap Lillith.


Lillith langsung menarik Amber dan menyuruh Amber membujuk para pejalan kaki.


"Kalo mbak yang gerak, pasti laku" ucap Yumiko.


Amber langsung mengganti bajunya dengan baju pembantu/maid.


"Ta-da, Tuan gimana" ucap Amber.


Lux melihat baju Amber yang sangat pas dan agak sedikit ketat di bagian dada, Amber sadar Lux melihat dada Amber.


Lillith langsung menutup dada Amber dengan badannya.


"wush..jangan diliatin terus" ucap Lillith.


"Awooo...DASAR M3SUM.!!!!" teriak yumiko.


Amber malu-malu.


Lillith iri melihat dada Amber, Lillith menatap Amber dengan sinis.


"Ehh...?? ada apa Lily??" Amber ketakutan.


"Ng-nggak kok" ucap Lillith dengan tatapan sinis ke dada Amber.


"udah sana" Lux mendorong Amber ke jalanan.


semua pejalan tib-tiba diam dan melihat Amber dengan baju maid.


"E-eh...Ayo beli di toko Lux, menjual segala bahan-bahan hasil berburu" ucap Amber malu-malu.


"UWOOO....IMUTNYA" teriak pria dari kejahuan.


"WEEHH...ADA MAID DI KOTA INI..!!!!" TERIAK PARA WARGA.


seketika toko menjadi ramai, Lillith dan yumiko kewalahan.


Lillith mencari Lux.


"Tuan kemana" ucap Lillith.


"eehh....M-mungkin ke toilet, iya pak ini kembalinya, sabar bu nanti saya ambilkan." ucap Yumiko kewalahan.


Lux datang dengan pakaian rapih dan rambut klimis dan para perempuan terpesona melihat Lux.


"Hei,hei mengantri" ucap Lux.


Semua pelanggan mengantri dengan tertib.


"Mbak, mau beli apa?" tanya Lillith ke ibu yang terus melihat Lux merapihkan barisan.


"Hei..*ctakk..ctakk..." Yumiko menjentikan jari.


"Ohh..aku mau beli....Ini" ucap ibu tersebut mengambil sekeranjang buah.


" jadi, 5 koin perak" ucap Lillith.


ibu tersebut memberi 2 koin emas.


"Ambil saja kembalinya"


"Wha..asik" ucap Lillith.


Lillith kesal melihat Lux hanya berdiri melihat yang lain kewalahan.


"Tuaann...!!!, bantu dong" ucap Lillith.


Lux datang dengan senyuman, wajah Lillith memerah.


"Sini aku bantu" Lux mengambil uang dari pelanggan.


pelanggan perempuan histeris melihat Lux.


Lux langsung memegang kepala Lillith dan mengelusnya.


"hush...jangan begitu Lily ku" ucap Lux.


Pipi Lillith langsung merah.


pelanggan perempuan makin histeris.


*KYAAA....!!!"Baik banget ketuanya"


.


.


mereka berjualan hingga sore hari.


Yumiko bersandar di pangkuan Lillith.


"Hoshh...Capeknya" ucap Lillith.


"hahaha ternyata gara-gara ada orang tampan toko jadi ramai ucap Lux"


"Bukan kakak wleee....karena mbak Amber" ucap yumiko meledek Lux.


Amber langsung berlari menghampiri mereka.


"ada apa mbak?" tanya Lillith.


"hosh...hoshh...gerah.....sesak" ucap Amber.


"Ga-gawat mau....mati" ucap Amber yang bercucuran keringat.


Lillith dan Yumiko langsung mengantar Amber ke Kamar.


"Tuan aku bawa Mbak dul-" ucap Lillith.


*Sreekk....baju maidnya sobek dan terlihat bra Amber yang berwarna biru.


"WAAA...." teriak Amber.


Yumiko langsung membuka tudungnya dan menutup badan Amber.


Lux membeku sambil membayangkan dada Amber.


*pfftt....telinga Lux mengeluarkan darah.


"Heehh...tuan kenapa" Amber khawatir.


"A-Aku mencoba menahan mimisanku lewat hidung dan mulut, tapi telingaku yang mengeluarkan darah" ucap Lux memalingkan wajahnya.


(eehh...emang bisa apa mimisan ditahan, terus yang keluar di telinga lagi???) Amber kebingungan.


"Hufft...m3sum" ucap Yumiko dan lillith sambil menghela napas.


Mereka langsung bergegas mengantar Amber ke kamar, kecuali Lux yang sedang santai duduk di tong kayu.


Lux melihat smarthphone yang di berikan Laura.


"hhm...keren juga" ucap Lux.


Lux menyalakan smarthphone dan disana hanya ada 3 aplikasi.


" gallery, Telepon dan..."


" Profile" ucap Lux.


Lux memencet aplikasi profile dan langsung melihat data Lux mulai dari Lvl, Skill, Energy dan health bar.


"Ohh..aku sudah lama tidak cek profilku".


" sekarang aku LVL 60, Skill....hufft...belum senya terbuka" ucap Lux.


Lux melihat health bar nya dan...


"APAA..!!!! HEALTH BAR KU 800, BANYAK...." teriak Lux.


para warga melihat Lux.


"ehh...m-maaf" Lux langsung memasukan smarthphone ke kantong.


Tiba-Tiba....


*Preettt...prepet....preeett.... suara terompet istana.


Lux berdiri dan melihat bendera berwarna oren dan berlogo elang.


"Huh..ada tamu dari kerajaan lain" ucap lux.


Lux langsung mengikuti dan sampai di tengah kerajaan.


dan Seorang pangeran turun dari kereta kudanya.


Lux mengintip di balik tong kayu.


"Huh?, i-itukan yang pernah gw jotos(pukul) orangnya" ucap Lux


Raja Xavier menyambut pangeran tersebut.


"Hallo apa kabar pangeran tigor morfran" ucap xavier.


igor hanya menunduk hornat.


"mengapa kau datang ke sini" ucap xavier.


"Sedang mencari calon istriku" ucap igor dengan sombongnya.


suasana kerajaan menjadi ramai.


"Huh? istri jangan-jangan" Lux berlari.


"Istri?" tanya xavier.


Igor melihat camellia membeli buah.


"Itu dia calon istriku" ucap Igor.


Camellia menengok dan berusaha berlari tetapi di tahan oleh penajaga.


"Sini istriku" ucap Igor.


Lux menyela-nyela dan melihat Camellia dengan wajah ketakutan, ia sedang di pegang pundaknya sama Igor.


"Cih...dasar orang s4nge" ucap Lux.


Xavier tertawa.


"oh hohoho, ternyata camellia, kau baru 2 bulan disini sudah ada yang mau nikah denganmu" ucap Xavier.


"Sebenarnya, orang tua dia sudah lama kenal dengan saya dan mereka sudah akrab" ucap xavier.


"Bohong, dia itu tuk-*mmhmhmh" Camellia mau ngomong langsung di sekap mulutnya.


(Shh...diem gak atau gw kasarin Lo) ucap Igor berbisik ke Camellia.


Camellia menahan Air mata sambil mengangguk, Igor melepas tangannya.


"Syukurlah, sepertinya kalian gak sabar menik-" ucap Xavier.


"TUNGGU..!!!!" teriak Lux.


Lux langsung menarik tangan camellia.


Igor melihat tangan kanan Lux di gips.


"Hahahaha, dasar lemah!!!" ucap igor.


Lux menghiraukan ucapan igor.


"Oi apa yang kau lakukan" ucap Lux kesal.


"Cih...Awas, dia tunangan Gw" ucap Igor.


"huh?" ucap Lux.


"Lu tuli apa, tunangan gw" ucap igor


Lux kebingungan.


(aduh..gw harus apa!?!?, (Lux mengepalkan tanganya) arghhh...gak ada cara lain selain...) ucal Lux dalam hati.


Lux langsung menarik Camellia dan tangan kiri Lux memegang pinggul Camellia.


"Hufft...Dia miliku" ucap Lux dengan tegasnya.


pipi Camellia merah sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.