The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
CAMELLIA?!!?!? dimana kamu???



Lux meninggalkan Camellia sendiri, Camellia kembali membereskan Rak buku dan....


Datang tigor dengan ke 2 prajuritnya.


"Halo....violet" ucap tigor.


"ad-, T-tigor!?!?" Camellia terkejut.


"hihi...hai istriku" ucap tigor.


"hentikan...." ucap Camellia.


"owh...mee..laa..wan dia" ucap tigor.


"sedang apa kau disini?"


"tentu saja menikah dengan mu" ucap Camellia sambil mengelus pipi Camellia.


*Cplaaakk....


Camellia menampar Tigor.


"Tcih....Baj1ngan, TANGKAP DIA" ucap tigor menyuruh prajuritnya.


Camellia di sekap, di iket dan di gendong Tigor.


"Hahahah....nanti malam, aku akan membuat mu gila" ucap Tigor.


"Tolong!!!!" teriak Camellia dan mencoba memberontak.


teriakan Camellia tidak terdengar karena lorong perpustakaan yang luas.


.


.


sementara itu Lux di panggil raja Xavier.


raja Xavier sedang duduk di singasananya bersama Ratu vui.


"Selamat datang Lux" ucap Raja xavier.


"hallo" ucap Lux dengan santainya


Azure menghampiri Lux.


"Hai Azu-" Ucapan Lux terpotong karena Azure menjambak rambut Lux dan menyuruh nunduk


"Sakit..." Lux berbisik ke Azure.


"Nunduk...ada..raja" ucap Azure dengan suara kecil.


"Ara~Ara~ Angkat kepalamu anak muda" ucap Ratu vui.


Lux dan azure mengangkat kepalanya.


"jadi, dududknya saya disini saya ingin memberitahu bahwa ada kekaisaran yang hancur akibat kerusuhan kemarin" ucap Raja Xavier.


"Dan ada satu bangsawan yang dinyatakan hilang" ucap Ratu vui


"lokasinya dimana?" tanya Lux.


Azure langsung memberikan peta.


"nih....di situ" ucap Azure.


(Buset...ini cewek kalo ngomong irit banget...) baik makasih" ucap Lux sambil tersenyum.


Azure membalas senyuman Lux dengan wajah datarnya.


(Dia gak pernah senyum apa!?!?!?) ucap Lux keal dalam hatinya.


"baik aku akan segera ke san-"


* JGEEERKKK..... suara pintu terbuka


"GURU VIOLET MENGHILANG...!!!!!" ucap penjaga yang berlari.


"Apa hilang!?!?!" Raja Xavier terkejut.


(barusan gw ngomong sama dia?) ucap Lux sambil memegang dagunya.


"Lux..!!!, soal misi itu kita lewati saja nanti saya suruh agus, kau bantu cari guru violet" ucap Xavier.


"okee..." ucap Lux


"panggil rekan mu kita evakuasi tempat terakhir violet hilang" ucap Xavier.


"baik"


.


.


Amber selesai menangisnya. dengan mata sembab


"hikss...., aku...sakit hati tapi mungkin tuan hanya untuk menghibur Sensei saja, aku mau pulang saja" ucap Amber.


Setelah itu Amber sampai ke kamar dan melihat Yumiko sedang bermain dengan Lillith.


"Ehh...Mbak, Liat deh...liat dehh...." ucap Yumiko sambil menunjukan wajah Lillith yang dia make up.


wajah Lillith di make up sangat berantakan dengan wajah penuh bedak serta lipstik sampai pipi.


Amber menahan tawa dengan senyum anggunya.


"ehh...kok Mbak gak ketawa" ucap Lillith.


"maaf aku pake make up mu, tapi aku make yang tinggal sedikit" ucap yumiko.


"Bukan itu, kalian ber2 keliatan menggemaskan" ucap Amber.


"Mbak kok mukanya pucat terus matanya lebam".


"Lebam? emang Amber di pukulin" ucap Lux dari belakang.


Lux baru datang. Amber menoleh.


"kamu kenapa?" ucap Lux dan langsung menghampiri Amber dan mengelus kepalanya.


Amber kembali tersenyum dan menahan air matanya " bukan apa-apa kok"


"huh? Baikla-" Lux melihat wajah Lillith.


"Pfftttt....AHAHAHAHAHAH..!!!!! AAPA-APAAN ITU...!!!!" Lux teriak terbahak-bahak.


"HAHAHA....muka-mukanya kaya boneka mampang?!!?!?" ucap Lux.


"boneka mampan-" Ucapan Lillith terpotong


Lux tertawa sambil mencubit pipi Lillith.


"Sakitt....tuan!?!?!?!" ucap Lillith.


"Tuan ketawanya geli banget" ucap yumiko ikut tertawa.


Amber tersenyum.


Lux melihat Amber "kenapa emang dia gak lucu?" ucap Lux sambil menarik pipi Lillith.


"ehehehe...lucu kok" ucap Amber.


Lux merasa ada yang disembunyikan dari Amber.


"Ehem....udahan dlu ketawanya" ucap Lux.


"Aku ada pengunguman penting" ucap Lux.


"LILLITH!!, Pfttt....c-cu-cuci wajahmu" ucap Lux mencoba menahan tawanya.


"Ba-baik".


setelah mencuci wajahnya, Lillith ikut ngumpul bersama.


"Jadi, si Camellia hilang"


"heh?? kok bisa" Amber terkejut karena dia barusan melihat camellia dan Lux berduaan.


"gak tau, jadi kita disuruh mencari dia" ucap Lux


"owh...baiklah" ucap Lillith.


"Awooo...kita cari dimana?" ucap Yumiko


"nanti kita evakuasi di tempat terakhir camellia hilang" .


"oke"


"Awooo....ikut"


Amber hanya tersenyum.


.


.


mereka akhitnya sampai di perpustakaan, tempat terakhir Camellia hilang.


"jadi saya ingin membawakan makan siang tetapi dia sudah hilang" ucap Asisten kerajaan.


"ada barang bukti?" ucap Lux


"ini" Asisten tersebut menunjukan botol wine yang pecah dan sisa tali.


Amber sadar bahwa itu botol wine dia.


mereka semua sudah berprasangka buruk.


"mungkin dia di ikat lalu di pukul kepalanya hingga pingsan" ucap Lux.


*Cuuuttt..... Lillith mencubit perut Lux.


" Gitu amat mikirnya" ucap lillith.


"Aww...aww..siapa tau lily"


"udah-udah hahahah" Raja xavier tertawa.


Yumiko mencium tali tersebut.


"hmm...bau kencing kayak agak pesing" ucap Yumiko.


"bau pesing?" tanya Lux.


"Camellia pipis sembarangan?" tanya Agus.


Lillith memikirkan sesuatu...


"Ohh...itu punya Tigor" ucap Lillith.


"Awo?...bisa tau darimana?" Yumiko kebingungan.


"waktu itu aku melawan tigor saat Lux berduel itu, ketika aku berduel aku mencium tigir bau Pipis" ucap Lillith.


"Huh? gak masuk akal" ucap Lux.


"tapi kemungkinan benar" ucap raja xavier.


"huh?" Lux kebingungan.


"dia kan ingin sekali memmiliki violet, jadi mungkin dia terpaksa menyuliknya, tapi entah kenapa dia bisa masuk ke kerajaan ku" ucap


Xavier.


"Tuh...kan bener" ucap Lillith


"hmm...baiklah dimana lokasi Kerajaan hellorn" ucap Lux.


"Di..dekat sungai Siwh" Ucap Raja Xavier


Lux melihat peta.


"Sungai siwh-sungai siwh....Ohh...ini dia" ucap Lux.


"Baiklah kita kesana" ucap Lux.


"Kalian siap" ucap Lux.


"Oke"


"AWOOO..."


Amber hanya tersenyum.


Lux mencurigai Amber.


"baiklah selamat tinggal, saya ingin lanjut berpertualang setelah menemukan Camellia jadi saya sudahi tinggal disini" ucap Lux.


"Baik hati-hati pahlawan" ucap Raja xavier sambil malambai tanganya.


ratu vui menahan Lux


"nih...sebagai kenang-kenangan" ucap Ratu vui mencopot anting berliannya.


"ehh...bagus ini, makasih ratu" mata Lux bersinar


wajah ratu vui memerah.


"ehhhehe (memainkan rambutnya)....kapan² kesini lagi ya..." ucap Ratu vui.


"dadah~" ucap Ratu..


Lux dan kawanya sudah pergi jauh.


Raja Xavier curiga


"tumben ngasih begituan ke orang lain?"


"ehhh...i-itu terima kasih ku karena sudah menjaga anak kita" ucap Vui gugup.


"itu doang?" tanya xavier curiga.


wajah Vui merah.


"ITU SAJA KOK...!?!?, *ehem...maksudku itu saja" ucap Vui.


Ratu vui tersenyum sambil membayangkan Lux tersenyum.