The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
EDWARD HENTIKAN!!!



Edward, Raja Franck dan Xenzha kembali ke Vancloria.


Franck dan Xenzha melihat Edward stress.


"Ba*gsat, kenapa GW gak juara!!" Edward memukul meja.


"LU, KENAPA GAK GABUNG SAMA GW" Edward menunjuk ke Xenzha.


"Tcih...."Xenzha hanya diam dan memalingkan wajahnya.


"Kamu sudah kami berikan peralatan termahal, tapi kau menyianyiakan kesempatan" ucap Franck.


Tiba-Tiba pupil Franck berubah dari biru ke hitam.


Edward berlari dan menemui para Timnya.


Para Timnya merasa takut karena melihat Wajah Edward marah besar.


"Kalian itu sampah, bodoh, gak guna, kenapa kita gak menang, karena KALIAN" edward membanting gelas dan piring


Xenzha mendengar suara pecahan kaca, Xenzha menghampiri tetapi di tahan Oleh raja franck.


"Ayah, mengapa kau tahan aku?" ucap Xenzha.


"Biarkan" ucap Franck.


"Ayah ini gila, dia sudah merusa-"


Franck langsung melempar Xenzha hingga meja makan terbelah 2.


"BIARKAN!!!!" teriak Franck.


Xenzha kesakitan dan dia melihat Pupil franck yang berubah dan melihat bayangan di atas kepala Raja Franck


(H-huh? t-tidak mungkin I-iblison?) ucap Xenzha dalam hati.


sementara itu Edward marah.


"Kalian Lemah, gak guna kenapa Gw sama Lo semua, Coba bareng Si Blonde j4lang itu (Amber) pasti hidup gw puas...ARGGHH...Ba*gsat" Edward menampar semua timnya.


"Maafkan kami" Chiku dan 2 temanya menunduk.


salah satu dari timnya tidak menunduk dan membantah.


"KAU PIKIR KAMI BEBAN, Lihat di ujian kertas Kau paling bodoh EDWARD"


Edward menengok ke dia dengan sinis..


"Oh..beraninya Dave, Lu..itu cuma bawahan Gw Bodoh" ucap Edward dengan sinis.


Mereka berdua saling mengeluarkan senjatanya.


Chiku datang menisahkan mereka.


"Udah-udah kalian" ucap chiku.


Edward langsung menjambak Chiku.


Arggh.....chiku mengeluarkan air mata.


"Henti-"


*Jleb....Dave langsung di lempar tombak apinya pas ke dalam dadanya.


*ARGGH.... dave langsung mati di tempat.


"Argh..d-dave!!" teriak Chiku.


2 temanya merasa ketakutan.


Edward mengeluarkan Pisau.


"Ayo, sebelum Lu Gw bunuh , Ayo kita main dulu" ucap edward ke Chiku.


Chiku terkejut dan menangis.


2 temanya langsung menahan edward.


"Tcih...Knockback!!" Edward membaca sihirnya.


2 temanya terpental.


"Hahaha, Ayo berangk-"


"Hentikan" ucap Xenzha.


"Tcih..." Chiku dilempar dan Edward mengeluarkan Tombaknya.


Xenzha terlihat santai.


"Mana senjata Lho..." ucap Edward.


*FIRE PRICK* Edward menusuk-nusuk dengan tombak apinya.


Xenzha dengan santai menghindar.


*set..set..


"Baji*gan Fire spear!!! " teriak Edward.


Xenzha menghindar serangan Edward dan memukul hidung edward hingga terpental.


"Tcih..." Edward mengusap hidungnya yang berdarah.


Edward berubah menjadi Mode Demonize/Amarah.


Seluruh tubuhnya di tutup api.


*Hiyaaat.....edward berlari.


Xenzha mengangkat tanganya.


"Sihir 9 dewa *paralyzed magic*" ucap Xenzha.


Seketika Edward tiba-tiba tidak bisa menggunakan sihirnya dan badanya seperti orang lumpuh dan tidak bisa bergerak.


"Tcih...Armour mahal, kemampuan tidak ada" ucap Xenzha.


Xenzha langsung menghampiri Chiku.


"Hei, petarung kamu gpp" ucap Xenzha.


"Uhuk..uhuk..i-Iya " ucap chiku dengan mulut yang berlumuran darah.


Xenzha melihat 2 orang lainya yang sedang berdiri.


" kalian ber2 masukan Edward ke penjara dan kubur mayat ini" ucap Xenzha.


"Baik, pangeran" ucap Mereka.


Xenzha langsung menggendong Chiku.


" Eh.." ucap chiku.


"Yuk, pergi ke kamar ku" ucap Xenzha.


Xenzha menaruh Chiku di kasur.


"Dah, petarung istirahat sana" ucap Xenzha.


"Te-terima kasih, yang mulia dimana?" tanya Xenzha.


"Aku sementara melumpuhkan dia, dan sudah aku kompres dia dengan Air suci" ucap Xenzha.


"beliau emang kenapa?" tanya Chiku.


"Terkena sihir dari iblision" ucap xenzha sedang melihat jendela.


"I-iblision?" tanya Chiku.


"i-ya dia Iblis tingkat 3 dari 4 iblis pintu neraka" ucap Xenzha


"bukanya hanya dewa/dewi yang memiliki tingkatan" ucap Chiku


"kau salah kurang lebih ada 9 iblis, 4 penjaga pintu neraka dan 5 yang didalamnya. " ucap Xenzha.


"Kau tau portal?" tanya xenzha.


"iya".


"Ohh...berarti ketika kerajaan vanholus runtuh, iblis mulai menyerang dengan seenaknya?" ucap Chiku


"tepat sekali"


.


.


.


Pagi Tiba Xenzha dan chiku terbangun,


"heh..? oh iya aku tidur dikasur pangeran" ucap chiku.


"Pangeran mana?" ucap chiku.


Xenzha bangun dari tidurnya.


"Maaf kan aku" Chiku meminta maaf ke Xenzha karena dia tidur di kursi.


"Santai, petarung, gimana kondisinya?" ucap Xenzha


"Membaik" ucap Chiku


mereka keluar dari kamar, dan Xenzha langsung bergegas ke meja makan dan melihat Franck dan Edward.


Xenzha terkejut karena edward bebas.


"Anak ku duduk di situ" ucap Franck, menunjuk ke bangku kosong


"Baik yang mulia" ucap Xenzha.


Edward menghampiri.


"Maaf kan saya" ucap Edward.


"Hm.." Xenzha hanya terdiam.


"Jadi gimana mayat dave?" ucap Xenzha.


"Sudah kami kasih, ke...Uhuk..sudah kami kubur di tempat yang semestinya" ucap Raja Franck.


Xenzha curiga...


"Baiklah, syukurlah,jadi edward gak kena hukum?" ucap Xenzha.


"Sudah, dia denda 30 emas" ucap Franck.


"APA!!, perampok saja dendanya potong kaki, masa Dia hanya uang saja" Xenzha kesal


"DIAM!!, perbuatan dia tidak disengaja" ucap Franck.


Xenzha kesal, Xenzha melihat Edward tersenyum.


"Tcih...sialan"


.


.


.


Pagi yang cerah, Lux sedang berjalan disekitar Kerajaan dan mendengar suara alat musik harpa yang sangat merdu.


(indah sekali suaranya) Lux mengikuti suara tersebut.


Lux melihat cammelia sedang bermain harpa di dalam kelas yang penuh alat musik.


*Prok...prok..prok..Lux tepuk tangan.


"Heh?" Camellia mendengar suara tepukan.


Camellia menengok ke belakang dan melihat Lux sedang tepuk tangan.


"heh..? whee..*Gedebug, Aaahhh...!!!" Camellia terkejut dan jatuh dari kursi.


"sensei kamu gpp?" ucap Lux


"Aduuh..., iya gpp" camellia mengelus kepalanya.


"Sensei suka bermain dengan alat musik ya?" ucap Lux


"Iya, aku dulu sering main ini" ucap camellia.


"Ok, sensei" Lux meninggalkan ruangan.


"T-tunggu!!" teriak Camellia.


"Huh?" Lux menoleh


"eh..ikut aku" Camellia langsung ke luar ruangan.


Lux mengikuti Camellia.


Lux sampai di perpustakan kerajaan.


Lux takjub melihat jutaan buku yang tersusun rapih di rak buku.



Lux mengikuti Camellia ke lorong dan melihat buku terbang berjajaran di depan.


"Wha...buku apa in-" Lux ingin menyentuh.


*tak..camellia menabok tangan Lux.


"Jangan, itu buku sihir" ucap Camellia


"Kenapa gak boleh disentuh.


"nanti kotor" ucap camellia.


"Tcih..emang tangan gw kotor apa" Lux melihat tangannya.


Mereka sampai di pintu tua.


"Ta-da sudah sampai" ucap camellia.


"huh?, sensei tinggal di gudang" ucap Lux.


"Hihihi, kamu bilang ini gudang hah?" camellia tersenyum dan langsung membuka pintunya.


*Kreek...



Lux melihat pohon raksasa dan piano, di perpustakaan.


"Yup..betul ini gudang" ucap Lux.


"Gudang apanya? ini istana" ucap Camellia.


Lux meneglilingi perpustakaan.


"Liat noh, ada pohon tua, piano berdebu, lantai Lumut, dan..." Lux melihat benda besar yanh ditutup lumut


"Dan..HAH!! ADA BANGKAI PESAWAT!!" Lux terkejut.


"Hmph...dasar gak tau seni" camellia cemberut.


"Sini" Camellia menyuruh Lux duduk di meja di samping buku-buku.


"Itu bangkai pesawat dari mana?" tanya Lux.


"pesawat? oh..itu gak tau" ucap Camellia.


Lux menghampiri dan melihat Jenis pesawatnya.


"huh? pesawat perang flight 1**8 , bukanya ini sudah hilang puluhan tahun lalu" ucap Lux.


"Ini hanya bagian belakang saja, sisanya dimana?" ucap Lux.


"entah"


Lux kembali ke Tempat duduk dan Camellia membawakan teh.