The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Kerusuhan di kota De lavla



Kota tersebut menyalakan lonceng agar para warga pergi ke tempat yang sudah di berikan, Lillith dan Amber menyuruh para warga untuk mengikuti mereka.


"Ayo!! ikut kami" Amber melambaikan tangan.


Para warga mengikuti mereka dan mereka melihat ada seorang yang ditanganya ada benda aneh berdiri diatas Robot.


"Wahai para prajuritku, kita membuat 3 formasi" Kata orang tersebut.


"team ouil bagian depan"


"team vertus bagian tengah dan belakang"


"team laura menjaga para warga agar mereka selamat" kata pemimpin kelompok


Para prajurit menyiapkan senjata api.


"Serang!!!" Teriak orang tersebut.


Ribuan peluru menghujani kota Steampunk, Banyak robot mengeluarkan roketnya hingga udara dikota menjadi kotor dan banyak debu.


"*slash...slash...slash.."Lux menebas para prajurit.


"Thunderolt Kabbir" Lillith menyambar beberapa petir ke arah musuh.


*Boom!...Boom!...suara ledakan yang semakin parah,


Amber melindungi prajurit yang sedang cedera.


tang...tang..tang...(suara perisai Amber yang ditembak oleh musuh)


"Pak! silahkan meninggalkan tempat ini" teriak Amber.


Orang tersebut berlari sambil membawa tangan kanannya yang putus.


"Huft...wahai pedang suci berikan saya kekuatan" Amber memegang pedangnya sambil menutup matanya.


"*Enchant Valkyrie Slash!!!" Amber menebas musuh tersebut dengan cepat.


slash...slash...slash....


Boomm!...(suara robot yang sedang menghancurkan rumah warga*)


Lillith berlari sambil membawa Daggernya.


Triple copy (Lillith mengubah Daggernya menjadi tiga)


Target!! (Lillith melemparkan daggernya ke robot tersebut)


Explosion!" (Robot tersebut langsung meledak).


puluhan peluru mengincar ke Lillith dan...


ting....ting...ting...(Lux menebas menangkis semua serangan)


"Huft....Demonize!" kata Lux.


Mata Lux menyala dan Disekitar badan Lux ada aura yang berwarna hitam.


"Grrr....Dragon Slash!!!" Lux melompat dan menghancurkan 8 robot serta puluhan prajurit tersebut.


Para pemberontak mulai mengelilingi Lux dan Amber, Lillith berteriak ke Lux.


"TUAN!!! menghindar!!" teriak Lillith.


Amber dan Lux langsung menghindar.


Lillith mengangkat kedua tanganya dan...


"Ola de fuego!!!"


Lillith mengeluarkan ombak Api sehingga setengah dari pemberontak hangus terbakar.


Aarrghh...(suara para pemberontak).


pemimpin kota melihat petarungan mereka ber3.


"hei!!! kalian jadilah komandan ditim ku" pemimpin tersebut menunjuk ke Lux.


"Team ouil bersama ksatria Pria itu"


"Team vertu bersama gadis kucing"


"Team Lavla bersama gadis pirang" kata pemimpin tersebut.


**Lux dan Team Ouil berhasil memundurkan para pemberontak


Lillith dan teamnya sedang menghancurkan beberapa kapal dan robot**.


"Serang!!"Teriak Lux.


*Desing...desing....desing..


Door....door...dorr*..


Setelah beberapa lama kemudian team Lillith dan Lux selesai tetapi team Amber masih kesulitan menahan para prajurit dan Robot.


"*ting...ting....Tuan tolong" Amber terus menangkis serangan musuh.


Tiba-tiba ada gadis berambut twintail datang membawa membawa canon yang digenggam dan....


DUUAAR....!!!.(para prajurit hancur dan robot-robot meledak karena ledakan canon tersebut)


Gadis Melihat kapal raksasa yang belum hancur.


"Oke! Target Lock! Powerfull Booom.." teriak gadis tersebut.


Kapal tersebut meledak dan mengeluarkan rudal besar mengarah ke tempat evakuasi warga, Amber menangkis menggunakan Perisainya.


"Valkyrie Shield" Amber menahan Rudal.


**BOOMM....!


Lux, Lillith dan para prajurit terpental jauh**.


"AMBER!!!" teriak Lux.


"Uhuk...M-mbak" Kata Lillith.


Lux melihat Amber berhasil melindungi Para warga, dan Amber tidak terluka sedikit pun.


"Amber! kamu baik-baik saja" Lux panik.


"Uhuk...uhuk...iya aku baik-baik saja" Amber batuk.


Amber dan Lux melihat Armor tangan di bawah mereka.


"ini Armor siapa?" Tanya Lux.


"Huh? Jangan-jangan! Lily!!" Amber panik langsung menghampiri Lillith.


Lillith terlihat sekarat dan badanya belumuran darah.


"Ya-ya Ampun Lily!!" Amber langsung menggendong Lillith


"Uhuk...uhuk..M-mbak" Lillith tersenyum.


Lux langsung membacakan Mantranya.


Mega heal!!!


"Akh...! tuan sakit" Lillith kesakitan.


"Maaf" kata lux.


"Lily Bertahanlah!" Amber menangis.


"Huft...sini! Aku liat rekanmu" gadis tersebut memegang Lillith yang lemas.


"Oke, ikut aku" gadis tersebut mengajak mereka.


Amber semakin khawatir karena melihat Lillith yang napasnya mulai tidak seperti orang normal, Lux melihat Amber dengan perasaan khawatir.


"kita mau kemana" Amber melihat lorong yang gelap dan lembab.


"Intinya ikuti gw!!" kata gadis tersebut.


"Ini dia" Gadis tersebut membuka pintu.


Mereka melihat tempat seperti rumah sakit lengkap, dan banyak prajurit yang sedang di rawat.


"hei!!! kalian ada pasien baru" teriak gadis tersebut ke suster.


"Baik Mbak" kata suster tersebut.


Para suster langsung membawakan ranjang ke Lillith.


"Taro gadis itu ke ranjang, biar mereka yang mengobatinya" Kata gadis tersebut.


"Baiklah" Amber langsung menaruh Lillith di ranjang.


Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak datang ke mereka.


"Maafkan Aku, karenaku kalian ikut terlibat" kata bapak tersebut sambil menundukan kepalanya.


"*hiks...udah tidak apa-apa"kata amber sambil menahan nangis.


"perkenalkan saya Hank lavla de Artemis dan ini komandan spesial kota ini namanya Lavla de Laura" kata Hank menepuk pundak gadis twin tail tersebut


"Hi " Amber mengulurkan tanganya.


"Halo" Laura bersalaman dengan Amber dan melihat Lux dengan tatapan sinis.


(salah gw apa?) kata Lux dalam hati.


"dan kalian siapa namanya?" tanya Hank.


"saya Yamashiro Vallux , ini Amber dan yang dirawat namanya Lillith" kata Lux.


Laura melihat Lux dengan tatapan serius dan Lux semakin kebingungan apa yang Laura pikirkan tetapi Lux menghiraukan Laura


"Oh, Baiklah mari datang ke istanaku" Hank mengajak Lux dan Amber


"jadi kau raja dikota ini?" tanya Amber.


"benar sekali saya raja kota ini" kata Hank.


Amber melihat Laura duduk di kursi sambil mengangkatkan kakinya.



Laura Melihat Amber.


(tidak sopan sekali, Ia melakukan hal itu didepan raja) Kata Amber dalam hati


"Ada masalah apa?" tanya Laura.


Lux melihat Laura, Laura mengepal tangan kanannya sambil melihat Lux, Lux yang merasa kurang nyaman Ia meninggalkan tempat.


"Raja hank, saya izin ke luar dulu" Lux menundukan kepala


"Baik, silahkan" Kata Raja.


Amber dan Hank melanjutkan pembicaraannya.


Lux berjalan di sekitar halaman istana, tiba-tiba ia ditarik kedalam Rumah kosong.


"OI!!b Tungg-" Lux di tutup mulutnya dan ditarik ke dalam rumah kosong.


Lux membuka matanya Ia melihat Laura yang sedang melihat Lux dengan tatapan serius.


"Ada ap-"


Laura langsung melempar 3 Lembar kertas.


"Apa ini?" tanya Lux.


"Baca" kata Laura.


Laura ternyata memberikan Lembar Wanted yang bergambar Amber, Lux dan Lillith.


"Huh? maksudnya apa ini?" tanya lux.


"Liat! lagi!!" kata Laura.


Lux melihat Lembar wanted ia bertuliskan "Dead or Alive reward 15,,000 gold coin" ,Amber "900 gold coin" dan Lillith "150 Gold coin" Lux kaget


"Kau dapat dari mana?" teriak Lux.


Laura langsung menutup mulut Lux.


"Diam!! bodoh" Laura berbisik ke Lux.


"Trus?" kata Lux.


"kau dapat darimana?" tanya Lux.


"saat aku berjalan mengelilingi istana Vancloria" kata Laura.


(Cih...Franck dan Xenzha sialan) kata Lux dalam hati.


Laura langsung memborgol kedua tangan Lux.


"Maksudnya apa?" kata Lux dengan tatapan dingin.


"aku akan menjadi kaya" kata Laura.


Sementara itu di dalam istana Hank dan Amber masih berbicara, Amber merasa khawatir.


(Tuan kemana ya..., Apakah Laura bersama Lux?) kata Amber dalam hati.


"ada apa Amber?" tanya Hank.


"eh? nggak kok" Kata Amber.


mereka melanjutkan pembicaraanya, Lux terus menerus menangkis serangan Laura.


"Hosh...Hosh...Cih...Rasakan!!" Laura menembakan canonnya.


Boom!....Boom!...Boom!...


Set...Set...Set...(Lux melompati dan menghindar seluruh serangan Laura)


"HOAAAmm...segitu doang?" Lux menguap.


Lux langsung menendang meja, Laura tertabrak dan langsung terjatuh, Lux langsung mengigit borgolnya hingga Lepas.


"Aw...Grrr..kurang ngaja-" Laura berdiri dan...


"Gerak sedikit nyawamu hilang" Lux tersenyum sambil menodongkan Pedangnya ke wajah Laura.


"Ayo kita bicara secara santai" kata Lux.


"Cih!!..dasar Iblis" Laura kesal.


"Huh?" ujung pedang Lux semakin mendekat Ke wajah Laura


"Ba-baiklah...Hmph!" kata Laura.


Mereka ber2 mengobrol bersama di rumah kosong yang sebagian sudah mulai hancur.