
Setelah mereka sampai di depan pedesaan, mereka dihadang 2 penjaga.
"Hei!! kau pasti Ksatria Gagal dari kerajaan Vancloria" Kata penjaga.
"Lah!, kok Tau" Amber kaget.
2 penjaga tersebut melihat Amber.
"bukanya kau putri kerajaan yang sudah mati" Tanya penjaga
"heh? tidak aku tidak mati" Kata Amber.
Penjaga melihat Lux dengan tatapan Sinis.
"Hmm...jadi dia berhasil membangkitkan Putri menggunakan Kekuatan Iblis" Kata penjaga.
"Tuan tidak seperti itu!" kata Lillith.
"dan ini dia gadis dari Ras terendah yang sok membela tuanya" penjaga tersebut tertawa.
"Grrr...." Lillith mengeluarkan Bola Api ditanganya
Lux menahan Lillith.
"kalian dapat info darimana?" Tanya Lux.
"Dari Raja Franck dan putranya" kata penjaga.
"Kau telah menghancurkan desa dan meninggalkanya begitu saja" Kata penjaga.
Lux mengepalkan tanganya, Lillith menenangkan Lux.
"sudah tuan, kita pindah ke tempat lain saja" Lillith memegang pundak Lux
"Baiklah" Kata Lux menatap ke2 penjaga dengan tatapan kesal.
Tiba-Tiba ada Warga yang berlari ketakutan menghampiri mereka.
"Juan!!!(nama dari salah satu penjaga) Huft....Huft....Huft.." teriak seorang pria.
"tenang ada apa pak Jeff ?, tarik napas dulu" kata Juan.
"I-i-istrimu sedang menari" Kata Jeff
"Huh!!" Juan langsung berlari meninggalkan mereka.
"Huh? menari? emang ada yang salah" tanya Lillith.
Jeff melihat Lux, Lillith dan Amber.
"Whooaa..kalian pasti pahlawan" Kata Jeff.
"I-iya" kata Amber.
"TOLONG!!! SELAMATKAN DESA INI" teriak Jeff sambil sujud ke mereka ber3.
Penjaga tersebut langsung menarik baju jeff.
"Kau tidak perlu sujud kepada Iblis" kata penjaga.
"Ta-tapi ini darurat!!!" Jeff panik.
"yuk, kita kembali ke perjalan" Lux langsung membalikan badan.
"Tuan!!! " Amber menarik baju Lux.
"Apa?" Lux melihat Amber dengan tatapan dingin.
"Kita harus tolong dia" Kata Amber.
"Nggak perlu!" kata Lux.
"Tuan!! ayo bantu mereka" Lillith memohon ke Lux.
"untuk apa? mereka telah mengusir kita" Lux membalikan badanya.
Amber langsung memegang baju Lux.
"Tuan para warga meminta pertolongan ke kita, kan kau pernah bilang kita pahlawan " kata Amber.
"huft...." Lux menghela napas.
Lux mendorong penjaga dan langsung masuk kedalam desa.
"Cih...kurang ajar" kata penjaga yang terjatuh.
Mereka bertiga melihat pemandangan yang tidak aneh, Para warga berdansa di Pedesaan.
"huh? gk ada yang Aneh" kata Lux.
"Liat itu!" Jeff menunjuk .
Mereka bertiga melihat seorang pria yang menari dengan telapak kakinya berdarah dan kaki yang patah.
"Huh? apa yang terjadi? kenapa dia tidak berhenti" tanya Lux.
"itu yang jadi masalahnya" kata Jeff.
Gedebug...!
Mereka ber3 langsung menoleh ke belakang dan Melihat seorang gadis yang mati kelelahan.
"Ap-" Amber dan Lillith ketakutan.
"Ini awal terjadinya gimana" tanya Lux
"Sekitar 2 bulan yang lalu ada seorang gadis yang tiba-tiba berdansa di tengah lapangan, seluruh warga melihatnya dengan senang, tetapi mereka melihat ada kejanggalan yaitu dia dari pagi sampai Malam tidak berhenti berdansa, para warga mencoba menghentikanya tetapi tidak bisa, Dia pun Meninggal seminggu kemudian karena kelelahan dan kurang makan" Kata Jeff
"Huh? kok bisa seperti itu?" Tanya Lillith
"Kita belum tau penyebabnya" kata Jeff.
Lux menghampiri badan gadis tersebut dan menaruh telapak tanganya di dahi gadis tersebut.
"Sebentar aku sedang mengidentifikasi penyebabnya" Lux menutup matanya.
Lux membuka matanya.
"Ini Antara sihir dan keracunan" kata Lux.
"Baiklah Aku ingin mengetahui penyebabnya" kata Jeff.
"Kita harus mengelilingi desa untuk mengetahui penyebabnya" kata Lux.
"baik tuan" Kata Amber dan Lillith.
"Baik, Berpencar" Kata Lux.
Mereka berpencar dan mengelilingi pedesaan.
Lillith menemukan Bunga misterius dan Ia langsung melaporkan ke Lux.
"tuan! aku menemukan makhluk Aneh disana" Lillith menunjuk ke hutan belakang desa.
"Baik kita kesana" kata Lux.
Mereka ber4 kesana dan melihat Bunga raksasa yang Rantingnya merambat.
"Ini dia sini aku yang tebang" Amber langsung mengeluarkan pedangnya.
Amber langsung dililit oleh ranting bunganya.
"Heh?" Amber mencoba mengambil pedangnya yang jatuh.
"Hei!!!" Lillith langsung berlari untuk menebas ranting pohon.
Bunga tersebut mengeluarkan serbuk sari dan Lillith menghirupnya.
"Lily!!!" Lux melihat Lilllith yang tiba-tiba terdiam.
Lillith langsung tersenyum dan menari.
"Astaga!!! ini penyebabnya"kata Jeff.
"Amber!!" teriak Lux.
Gedebug...!(Amber terjatuh dan langsung menari )
"Grrr...*Slash da forte" teriak Lux
Slash...slash...slash...(Lux menebas Ranting bunganya*)
Ranting tersebut tumbuh kembali menjadi lebih tebal
"Ap-" Kata Lux
Perut Lux langsung dipecut oleh Bunga tersebut.
"Akh..."
Jeff melemparkan batu ke bunga tersebut.
"Hei!! tangkap aku" kata jeff sambil melambaikan tangan.
"Jangan!!! tolol" Teriak Lux.
Bunga tersebut melilit Jeff dengan erat sehingga tulang dadanya remuk.
"Akh...."Jeff Tewas dan mulutnya mengeluarkan Darah.
Ada botol Air yang keluar dari kantong Jeff.
praang!...(botol tersebut pecah dan monster bunga tersebut kepanasan)
"huh?" Lux langsung mencium Air tersebut.
"I-ini Air sirih, Kelemahan Monster itu Sirih" Kata Lux.
Lux berlari kembali ke pedesaan sambil membawa Lillith dan Amber.
"Kalian disini" Kata Lux.
Lux langsung masuk kedalam rumah warga yang kosong dan melihat Juan yang menari.
"Oh..Hei~ Pasti kau ingin berdansa denganku~" Juan membuka kancing bajunya.
"Ngapain lo idiot" Lux menatap juan dengan tatapan jijik.
"Sini dong Rawr..." Juan mengigit bunga Mawar dan menari salsa.
"Ihh!! Jorok!! Awas!!" Lux menedang perut juan.
Lux mengecek setiap laci dapur dan menemukan Sekantong daun sirih.
"huft...Akhirnya" Lux langsung berlari kembali kehutan tersebut.
Lux mengoles pedangnya dengan daun sirih yang ditumbuk dan diberikan sedikit minyak agar merekat.
Lux berjalan mendekati Bunga tersebut.
syut...syut....(suara ranting pohon menghincar Lux).
Slash....( Lux langsung menebasnya)
"Huft.. selamat tinggal bunga menari"
Jleb...(Lux menusukan pedangnya tepat ditengah bunganya).
Booom!....(bunga tersebut meledak dan menjatuhkan batu keristal)
"Huft..terima kasih" Lux langsung menggabungkan krystal bunganya ke pedangnya.
"Yes, dapat skill baru" Kata Lux.
Lux kembali kepedesaan dan melihat para Warga yang baru sadar.
"huh? ada apa ini" kata para warga.
"Heeeh? kok kita di tengah pedesaan bukanya kita dihutan" kata Lillith.
"Aduh...perutku sakit apa yang terjadi?" Juan memegang perutnya
Lux akhirnya datang.
"Hei!!! Ksatria Iblis" kata Juan menunjuk ke Lux.
para Warga melihat Lux dengan tatapan benci.
"Dia bukan Iblis" Teriak Amber.
Para warga ketakutan.
"i-itu roh putri yang dibangkitkan" Kata Para warga.
Warga melihat ekor dan telinga Lillith.
"Hahahah, ngapain ras binatang disini" kata seorang pria
"Kalian Pergi dari sini!!!" kata Juan.
"ta-tapi kita sudah menyelamatkan kalian" kata Amber.
"cih..omong kos-" Penjaga tersebut menepuk pundak juan.
"iya benar dia dan jeff menyelamatkan kita dari wabah menari" kata penjaga.
Para warga langsung melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada orang menari.
"terima kasih telah *Hikss...." kata seorang pria.
"Huft..."Lux menghela napas.
"kita sangat berterima kasih kepada kalian semua" kata Para warga.
"Nih, imbalam silahkan diterima" mereka memberikan Minuman alkohol dari gandum dan 40 koin emas.
"Itu minuman alkohol yang terbaik di dunia" kata para warga.
Amber langsung mengambil botol alkoholnya.
"Whaa....terima kasih" Amber tersenyum manis.
wajah para warga memerah.
"SAMA-SAMA tuan putri" teriak para warga
Mereka bertiga langsung kembali ke gerobak kuda tersebut.
"dah~ dah~" Amber dan Lilith melambaikan tangan.
Para warga membalas Lambaian tanganya.
"Huft...Akhirnya dapat Koin emas, desa itu cukup kaya ya..." kata Lux.
"iya tuan karena mereka memproduksi minuman Alkohol" kata Amber.
"Whaa....Akhirnya Aku bisa mencicipi Minuman Ini" kata Amber memegang botolnya.
"Emang kenapa Mbak" tanya Lillith.
"Ini Minuman langka karena dibuat dengan khusus dan kadar Alkoholnya pas, Tuan nanti mau coba tidak?" tanya Amber ke Lux
"Nggak, huft...Aku gk minum gituan" kata Lux.
"Oh hehehe baiklah" Kata Amber.
"Aku boleh nggak" Kata Lillith.
"Kamu jangan minum ini dulu, masih belum cukup umur" kata Amber.
"huftt...baiklah" kata Lillith.
"Baik, kita istitahat disini" kata Lux.
"oke tuan" Kata Mereka ber2