
setelah itu mereka mencari tempat untuk beristirahat.
"hoaaam(*menguap)" Lillith menguap dan berusaha menahan ngantuknya.
Amber tersenyum melihat Lillith yang kelelahan.
"Lily kalau kamu ngantuk sini aku gendong" kata Amber tersenyum.
"heh? a-aku gk ngantuk kok" kata Lillith megusap mukanya.
Amber bertanya ke Warga.
"permisi,disini ada rumah kecil yang dijual gak?" kata Amber.
"oh disini ada rumah yang dijual, mari ikuti saya" kata bapak-bapak sambil menunjuk ke depan
dan sampai di rumah kecil yang sedikit kotor.
"kira-kira berapa pak harganya?" kata Amber
"rumah ini sudah lama jadi saya jual 20 perak saja" kata bapak itu.
"oh baik ini peraknya" kata lux.
"wah terima kasih banyak mas"kata bapak itu dan langsung meninggalkan tempat.
mereka masuk kedalam rumahnya yang berantakan.
"waduhh...ini harus di beresin dulu" kata Amber menggulung lengan bajunya.
"oke aku bantu" kata lux sambil menyapu lantai
"a-aku juga mbak" Lilith langsung mengelap kaca.
waktu sore tiba, mereka selesai membereskan rumahnya.
"whaa~ keliatan indah ya.."kata Amber sambil mengelap keringat di jidatnya
lux terpesona melihat Amber
(walaupun dia putri yang tiap harinya dilayani oleh pelayan tetapi Amber ternyata bisa melakukanya pekerjaan rumah tangga) kata lux dalam hati
"ada apa tuan kok bengong?" kata Amber bingung
"ehhh ng-nggak apa-apa" kata lux.
Lux mengajak Lillith dan Amber untuk istirahat
"kalian istirihat dulu, besok nanti kita akan memburu monster" kata lux.
"baik tuan" kata mereka ber 2.
Istana Vancloria
pangeran xenzha datang menghampiri ayahnya,
"ayah, ada berita bagus"kata Xenzha.
"baik, apa beritanya?" kata Raja.
"ksatria Edward dan Agus sudah mendapatkan soul spirit" kata xenzha.
"soul spirit apa yang mereka miliki" kata xenzha.
"edward mendapatka soul spirit harimau api dan agus burung hijau" kata xenzha.
"bagaimana dengan ksatria gendut" kata raja franck khawatir.
"dia belum ada perubahan tetapi dia memiliki partner baru" kata xenzha.
"siapa partnernya?" kata raja penasaran.
"seorang gadis kecil setengah binatang" kata xenzha.
"dasar ksatria sampah,kenapa dia menjadikan makhluk hina itu sebagai anggota Partynya" kata raja kesal.
"tapi soal soul yang ia miliki dan fisiknya apakah ada perubahan?" kata raja penasaran.
"belum ada perubahan ayah" kata xenzha.
"HAHAHAHA, sepertinya ksatria itu tidak sesuai dengan mitos yang ada di masyarakat." kata raja tertawa terbahak-bahak.
"sebaiknya ayah jangan tertawa terlebih dahulu kita tunggu saja apakah anak itu berubah atau tetap menjadi sampah istana" kata xenzha.
"baiklah kita tunggu anak itu " kata raja
**desa diatas gunung
Lux dan Amber sedang menebas monster yang ada didepanya**.
"huft....ini baru namanya tantangan"kata Amber
**Amber menebas para monster slime
"Bruk...bruk...bruk.." (suara pijakan kaki yang besar**)
**Tiba-tiba
"GRroooaahhh!!!" suara bison bertanduk 6 yang sangat besar**.
bison itu lari dan..... "TAAANGGG...!" suara perisai Amber menahan kepala bison tersebut
"tuan dan Lilith mundur biar aku saja yang melawanya" kata Amber.
Amber langsung menepis kepalanya dan melompat ke belakang dan mengeluarkan pedangnya.
"oke, kau siap" kata Amber mengeluarkan pedang dan perisainya.
"PRUFFT....." hembusan napas Bison.
"OKE!! RASAKAN" kata Amber berlari.
**Bison itu pun ikut berlari dan
"zrak..zrak...zrak.." suara pedang Amber menebas tanduk bison tersebut**.
Amber pun melompat tinggi dan membacakan salah satu skillnya.
"ANGELL GRAVITY!!!" kata Amber sambil menancapkan perisainya ke tanah.
tiba-tiba BOOMM...! seketika pohon yang disekitar mereka daunnya rontok, tanahnya melengkung kebawah Lux,Lillith dan bison tidak bisa bergerak karena berat.
"Hiiiyaaatt!!" Amber langsung melompat dan (*Craaack...)pedangnya menancap ke kepala Bison tersebut hingga mati.
"Ha-?" Lillith dan lux mangap melihat kejadian barusan
"kenapa kalian ber2 ?" kata Amber mengeluarkan pedangnya dari kepala bison tersebut.
"ka-kamu putri kan"kata Lux masih kaget.
"hihihi~ walaupun aku putri tetapi aku sering ikut latihan prajurit" kata Amber tertawa anggun.
Mata Lillith bersinar dan tersenyum lebar.
"whaaa~ Mbak hebat" kata Lillith.
"tuan, ayo kita jual tanduknya dan sebagian dagingya" kata Amber.
**mereka langsung memotong bison tersebut dan mengambil tanduknya untuk dijual.
setelah kembali ke desa, mereka datang ke pedagang**.
"permisi pak saya ingin menjual barang hasil berburu" kata Lux membukakan tasnya.
"whaaa~ ini tanduk nya saya beli 3 koin emas dan tangan monster serta slime itu 5 koin perak" kata Bapak pedagang tersebut.
"baik pak terimakasih" kata Amber
"sama-sama, kapan-kapan datang lagi" kata bapak itu tersenyum.
malam tiba, mereka kembali ke rumah dan membakar daging tersebut di api unggun.
"whaa!! jadi inget saat di dunia asalku" kata Lux
"emang dunia tuan berbeda?" kata Lillith
"berbeda didunia ku lebih damai dan lebih maju serta perbudakan sudah dihilangkan" kata Lux
"Apa? perbudakan sudah dihilangkan?" kata Amber terkejut.
"iya sudah di hapus sekitar 200-300 tahun yang lalu" kata lux.
"oh mengapa dihapus tuan?" kata Lillith penasaran.
"menurutku seluruh manusia memiliki masa depan serta kebebasan masing-masing, jadi kalau ada perbudakan manusia tersebut tidak bisa memiliki masa depan yang ia inginkan serta tidak bisa bebas seperti manusia pada umumnya" kata lux.
Amber dan Lillith melihat Lux dengan tatapan serius.
"heh? udah lanjut saja makanya" kata lux malu.
"ohhh...hidup didunia mu sepertinya lebih seru" kata Amber.
Lux tiba-tiba cemberut.
"heh? tuan ada apa?" kata Amber bingung.
"ng-nggak kok, walaupun duniaku lebih mudah dari duniamu, tetapi aku selalu dibully"kata Lux
"bully itu apa tuan?" kata Lillith.
"semacam direndahkan " kata lux.
Amber langsung duduk mendekati lux.
"tenang saja tuan, aku berjanji untuk melindungi kalian ber2 oke!" kata Amber dengan senyuman Anggunnya
setelah makan malam selesai, mereka langsung ke rumah tersebut untuk istirahat