
"Hei!! kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Lux
"Kenapa? Huh? emang gk boleh?" Laura tanya balik ke Lux
(Jutek banget!! jadi orang pengen gw sentil tuh jidatnya) Kata Lux dalam hati.
"Kenapa kau ke Kota ini?" tanya Laura
"Aku sedang berpetualang ke sini" kata Lux
"Maka-makasih ya..." Kata Laura malu-malu
"Uhh...maksudnya?" tanya Lux
"Hmph...Lu dan temenlu udah bantu nyelamatin kota ini" Kata Laura.
"Oh...ok" kata Lux
Lux langsung meninggalkan Laura.
"Mau kemana lu?" tanya Laura.
"Balik ke istana, mau liat kondisi Lillith" kata Lux.
"Oh yaudah" Kata Laura.
Laura mengikuti Lux dari belakang dan Lux menoleh ke belakang.
"ngapain buntutin aku?" tanya Lux dengan nada dingin
Laura malu dan langsung menampar wajah Lux tanpa sebab
Plak!....
"Oi!!! BODOH!!! ngapain nampar gw" Lux kesal ke Laura.
"Hmph...gw gk buntutin Lu, Gw juga mau balik ke istana Juga Hmph...." Laura berlari meninggalkan Lux.
"Huft...." Lux menghela napas.
Lux dan Laura sampai ke istana secara bersamaan.
"Akhirnya datang juga" kata Hank.
Laura melihat Lux, Laura langsung memalingkan wajahnya.
"Hmph..." Laura memalingkan wajahnya.
Amber melihat mereka ber2
(Hmm....Tuan Lux ngapain ya...) Amber melihat Lux dengan tatapan curiga.
**Tiba-tiba ada suster yang menghampiri Hank.
Suster tersebut berbisik ke Hank**.
"ada berita baik, ksatria" Kata Hank menepuk pundak Lux
"Huh?" kata Lux.
"Kondisi temanmu sudah membaik" kata Hank
Amber langsung berdiri menghampiri Hank.
"Huh? Serius!" Amber tersenyum ke Hank
"iya Amber" hank tersenyum
Amber tersenyum melihat Lux dan Lux membalas senyuman Amber dengan mengelus kepala Amber.
Laura melihat mereka ber2
(jadi ini ksatria Iblis, dia dan temanya tidak terlihat seperti orang kejam, hmm...Apakah ini hanya Hoaks saja?) kata Laura dalam hati
Tiba-tiba Lillith datang dengan tangan kanannya dan Lehernya di Gips.
"Halo Aku kembali Mbak" tangan kiri Lillith melambai ke mereka
"Whaa....syukurlah~" Amber langsung mengelus kepala Lillith
"eheheh~" Ekor Lillith ke atas
"kalian tunggu disini" Kata Hank
Hank langsung pergi, dan Ia membawa 2 botol Alkohol, 1 kantong yang berisikan berlian.
"terima semuanya" kata Hank langsung memberikan botol dan kantongnya.
"wha...terima kasih" kata Amber langsung mengambil botol.
Lux langsung merebut botolnya.
"Jangan!! banyak-banyak minumnya, saya sita dulu" Kata Lux
"Dih!!! kok gitu?" Amber mengambek ke Lux.
Lillith dan Hank tertawa kecuali Laura yang hanya tersenyum.
Amber dan Lillith melihat Sniper yang dimeja
"uh...ini apa ya?" tanya Lillith.
"Nih, untuk Lu" Laura langsung memberi ke Lillith.
"Whaa...serius?" Lillith terlihat sangat senang.
"Iya, Ambil saja" kata Laura.
"Itu salah satu senjata api yang bisa di enchant" kata Hank.
Tiba-tiba pelayan datang dan memberikan 5 gelas teh.
"Silahkan kita ngobrol dulu sebelum kau meninggalkan kota ini" kata Hank.
Mereka sedang mengobrol kecuali Lillith yang sedang asik meminum teh yang dibawakan pelayan tadi.
"Jadi, gimana petualanganya?" hank basa-basi ke mereka ber3
"baik-baik saja" kata Lux.
"Eh..? ummm...?" Laura malu-malu.
"Ada apa?" tanya Amber.
"GK, Gk jadi" Laura langsung memalingkan wajahnya
Waktu sore tiba, setelah mereka mengobrol didalam istana, Lux,Amber dan Lillith langsung pamit meninggalkan kota.
"kita pergi dulu, kapan-kapan kita kesini lagi" Amber melambaikan tangan.
Laura langsung datang menghampiri Lux yang sedang ingin menaiki kudanya.
"Hmph...hati-hati kalo dijalan ya..." Kata Laura.
Hank melihat Laura yang sedang menghampiri Lux.
"Hei Laura kamu gk mau ikut mereka" kata Hank.
Laura melihat Lux, dan Wajahnya memerah.
"Heh?, umm...Aku gk mau sama orang beban kayak dia Hmph..." Laura memalingkan wajahnya.
"Heheheh" hank hanya tertawa melihat tingkah Laura.
Lux menganggukan kepala dan langsung menaiki kudanya tetapi Laura langsung menarik bajunya.
"Ada apa lagi?" Lux kesal.
"Uh-hh...I-ni Untuk Mu" Laura malu-malu memberikan ke Lux.
Amber dan Lillith melihat Laura memberikan hadiah ke Lux.
"Uhh..." Lux melihat gelang emas di tanganya.
"pa-pakai ya..Jangan dijual Hmph.." Laura langsung memalingkan wajahnya.
Lux langsung menaiki kuda, Amber dan Lillith melambaikan tangan.
"Lily tangan sama Lehermu sakit tidak?" Tanya Lux.
"Uhhh..sedikit tapi sudah membaik tuan" kata Lillith.
"ok" Kata Lux
"Hmm...tadi tuan sama gadis itu ngapain?" Amber melihat Lux dengan tatapan dingin
"Nih" Lux langsung menunjukan gelang emas ke mereka ber2
"Hmph..langsung dipake lagi" Amber cemberut.
"emang kenapa?" tanya Lux.
"Terus tuan ngapain keluar lama-lama sama gadis itu?" tanya Amber dengan tatapan dingin.
"kita beda arah keluarnya" kata Lux
"Huh! Tuan sama perempuan itu ke luar istana ber 2 ? Lillith kaget.
"Oke, Kita butuh penjelasan tentang hal ini" Lillith langsung mendekati Lux.
"Huft....kalian ini!" Lux menghela napas.
"Aku dan dia hanya mengobrol" kata Lux.
"Tentang apa?" tanya Lillth.
Lux langsung menghentikan kudanya,dan membuka kantong bajunya dan memberikan 3 lembar kertas ke Mereka ber 2.
"Wanted dead or Alive? Reward......" Amber membaca kertas tersebut dan kaget.
"Huh? kita jadi buronan!!" Kata Amber.
"Kok bisa tuan" Tanya Lillith.
"Ya...yang waktu itu" kata Lux
Amber meneteskan Air mata dan memegang pundak Lux dari belakang.
"A-ada apa ini!!!" Lux kaget.
"Hiks...Tuan, hidup mu disini kurang aman karena aku" Amber meneteskan air matanya.
"Huh?" tanya Lux
"puft...tenang saja, aku juga gak marah" Kata Lux
Lillith melihat Amber sangat sedih.
bruk...
Amber langsung memeluk punggung Lux.
"H-hei!!! aku susah ngendarai kudanya" kata Lux malu-malu
"Hmm....Kamu baik banget tuan~" wajah Amber mengelus-elus ke punggung Lux.
Lillith Cemberut Melihat Amber, Lillith langsung menarik Amber.
"Mbak!! bahaya Lo ganggu orang yang lagi mengendarai kuda" kata Lillith.
"udah kita duduk disini aja" Lillith menepuk tempat kosong di gerobak.
"Hihihi, maaf" Amber mengelus kepalanya.
"Hmph..."Lillith cemberut.
Mereka berhenti di pertigaan jalan.
"Eh..kita lewat mana?" tanya Lillith.
"kita lewat kanan" Lux menunjuk ke kanan
"emang kemana?" tanya Amber.
"kurang tau tapi aku lebih suka ke kanan" kata Lux
"Ooke baiklah" kata Amber.
Mereka akhirnya lewat jalur sebelah kanan, mereka berjalan hingga waktu sore tiba, dan mereka beristirahat dibawah pohon.
"Tuan, kita emang mau kemana?" tanya Lillith.
"Hmm...disini katanya ada desa" kata Lux sedang melihat petanya
"Mungkin masih jauh, tuan" kata Amber.
Amber sedang mengumpulkan kayu bakar, dan setelah itu Amber membuat Api unggun.
"Lily!!" kata Amber.
"Oke, Flameshot" Lillith langsung menembakan Api ke api unggun dan menyala.
Mereka langsung berkumpul disekitar api unggun, Lux menahan tawa melihat Lillith yang menggunkan Gips di lehetr dan di tangan kanannya.
"Ada apa tuan?" tanya Lillith.
"Pfft..Ngg-nggak kok, cuman kasian aja ngeliat kamu gk bisa menoleh ke kiri,kanan,atas dan bawah" Lux menahan tawa.
"Hmph..."Lillith cemberut.
"Hush!!...gak boleh gitu tuan, kasian orang lagi kesusahan malah diketawain" kata Amber.
"heheh Maaf Lily" kata Lux.
Plak!!...(Lux langsung menampar tangan kanannya yang di gips)
"UWAAA....Tuan sakit!!!" teriak Lillith.
"Hmph...tuan kalau jail, keterlaluan" Lillith cemberut.
"Hehehe, Aku hanya ingin bercanda dengan mu" Lux mengelus kepala Lillith.
Amber langsung kembali ke gerobak mengambil sesuatu.
"Ini dia!!" Amber mengambil botol Alkohol.
"huft...masih ada yang dari desa Bogne" kata Lux
"Hehehe, sebelum hotel kita hancur, aku sempat mengambil botol ini dimeja" Amber tertawa.
"Kamu ini ya..."Lux datang menghampiri Amber.
Lux langsung mencubit Pipi Amber.
"Aduh,Aduh,Aduh, sakit,sakit" Kata Amber.
Lux langsung mengambil botolnya dan melempar ke pohon hingga pecah.
"Tidaaak!!!....Punya ku" teriak Amber.
"Nanti kalau kamu mabuk, kita males nenangin kamu, lagi pula kita masih ada 2 botol dari kota De lavla" kata Lux menyentil dahi Amber.
Ctaakk....
"Aduh..." Amber mengusap dahinya.
Lillith melihat tingkah mereka ber2.
(hihihi, syukurlah aku dapat tuan yang baik dan konyol serta Mbak yang ceroboh dan memiliki sifat yang ramah dan anggun) kata Lillith dalam hati dan tersenyum
Lux dan Amber langsung menghampiri Lillith.
"baik, kalian istirahat, sudah gelap " kata Lux.
Lux langsung menggelar karpet.
"ehh..ini dari mana tuan?" tanya Amber.
"Aku mengambilnya di hotel saat ada kerusuhan" kata Lux.
"huft...tuan,tuan" Amber tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Lillith dan Amber langsung tidur dikarpet tersebut sementara itu Lux duduk sambil menjaga gerobak, kuda dan mereka ber2