
Braak,Tubuh Mark melanting ketika tendangan gefari mendarat sempurna didada nya.
''Jangan karena selama ini aku diam kau makin keterlaluan Mark.!"Sentak gefari
Mark menggeram sakit dan juga kecewa, Sakit karena tendangan dan juga kecewa pada gefari yang sudah tega kepada nya.
"Kau tega menyakitiku hanya karena Jakson."Desah Mark lirih
"Serahkan sekarang atau kau ku habisi.!"Ancam gefari
"Aku rela mati ditangan mu gefari alexander."Ujar Mark sambil tersenyum
Entah setan apa yang merasuki jiwa gefari, Tangan nya meraih pistol dipinggang nya,Dan diacung kan dikepala Mark.
"Kau kira aku tidak bisa membunuh mu he.?"
"Aku rela dibunuh oleh wanita yang kucintai."Sahut Mark tenang
Dor,Tembakan gefari meleset karena Jhon menepis lengan adik nya, Hanya bahu Mark yang terkena tembakan.
"Kenapa kau menghalangi ku Jhon.?"Sentak gefari emosi
"Seburuk apa pun dia,Dia tetap sahabat kita ge."Ujar Jhon pelan
Mark yang dapat pembelaan dari Jhon merasa malu, Bagaimana mungkin Jhon masih membela nya sedangkan selama ini dia begitu kejam.
"Mark pergilah,Obati luka mu."Ujar gara
Namun mark tidak bergeming,Hanya karena ucapan Jhon hati nya menjadi bergetar dan menyadari jika selama ini dia salah langkah.
"Gefari.?"
"Jangan panggil aku dengan mulut kotor mu.!"
Mark terdiam,Gefari sudah sangat membenci nya Mark tau bagaimana sikap Gefari jika sudah membenci seseorang.
"Pergilah Mark."Ujar Jhon
"Kau gila kak,Aku harus membunuh nya dulu.!"Gefari kembali meradang
"Cukup ku bilang ge."Bentak Jhon
Markus yang hanya diam menyaksikan perdebatan itu,Menghampiri Mark lalu berkata dengan dingin.
"Kau bisa lolos dari tangan Gefari,Tapi jangan harap kau bisa lolos dariku.!"
"Aku tidak takut tuan de lamozada.!"Tantang Mark sambil berlalu pergi
Markus terdiam sendiri, Setelah ditinggalkan shera sekarang Jakson juga terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Ge jangan seperti ini,Kasihan janin mu."Gara menasehati nona Devil nya.
''Lalu aku harus bagaimana ma hah.?''Sentak nya dengan mata memerah
''Ge tenang lah, Jakson juga akan sedih jika kau sampai keguguran.''Markus mulai ikut bicara
Gefari terdiam saat mendengar ucapan ayah mertuanya,Dan benar saja perut nya mulai keram karena terlalu emosional.
''Sshhh.!"Gefari mendesis sambil mengusap perut buncitnya
"Ge apa perut mu sakit.?"Tanya Jhon khawatir
"Perut ku keram kak."Rintih gefari lirih
"Makanya jangan bandel.!"Ucap Jhon kesal lalu memanggil dokter
Dokter memeriksa perut buncitnya,Dia menghembus kan nafas panjang karena lupa dengan keadaan janinnya.
"Tolong kontrol emosi nona, Bisa berbahaya jika terus begini."Nasihat dokter
"Kau dengar itu,Jangan mudah emosi."Uajr gara
Gefari terdiam,Rasa cemas pada Jakson dan juga janin nya membuat pikiran nya menjadi ruet.
"Sebaiknya kita keluar agar nona gefari bisa istirahat."Ujar dokternya
Semua orang keluar, Tinggal lah Gefari seorang diri, Namun tak lama pintu ruangan gefari terbuka.
"Mau apa kau bangsat.!"
Mark terdiam, Namun Tangan nya mengulur kan botol berisi cairan berwarna bening dan meletakkan disamping gefari.
"Aku minta maaf padamu."Ujar Mark lirih
''Untuk apa.?''
''Ge ku mohon maafkan aku.''Ujar Mark sambil menyentuh tangan Gefari
''Kesalahan mu terlalu banyak Mark, Meskipun aku juga ikut bersalah disini.''Jawab Gefari
Mark menunduk,Saat tadi Jhon membela nya hati Mark goyah dan juga sadar apa yang telah dilakukan selama ini.
''Baiklah, Jika kau tidak bisa memaafkan aku.''
''Berikan ini segera pada Jakson, Agar tidak terlalu lama dia merasa sakit.''Mark berkata sambil tersenyum dan melangkah pergi