
''Sayang terima kasih sudah mencintai ku.''Ucap jakson sambil mencium tangan gefari
''Hmmm.''Hanya deheman yang keluar
Gemas dengan sikap istrinya,Jakson melahap benda kenyal yang belum terbungkus oleh kain itu.
''Jaksoonn.!"Gefari berteriak nyaring
Tapi tidak didengar oleh buaya jantan,Dia masih asik melahahap puncak gunung himalaya yang menggoda iman.
Sedang sibuk mencari sumber nutrisi,Jantung jakson terasa bagai diremas remas oleh tangan tak kasat mata,Dan darah menyembur dari mulut jakson.
"Dad kau kenapa.?!"Gefari berteriak kaget
"Dad,Are you okey.?"
Tidak ada reaksi dari tubuh jakson,Bahkan wajah dan bibir jakson terlihata pucat tanpa darah.
Sementara dikamar pengantin,Gara dan giska sedang lomba pacu kuda dengan santai.
"Sshhh,Lebih cepat sayang."Pintaa giska
Gara tersenyum senang melihat istri nya menikmati permainan nya,Namun kesenangan mereka terhenti ketika ponsel gara berdering terus menerus.
"Shiit.!"Umpat nya kesal
"Heh buaya betina,Bisa kah jangan mengganggu ku dulu."Ujar gara kesal
"Gara tolong aku,Suami ku muntah darah dan sekarang dia pingsan.!"Ujar gefari sambil terisak pilu
"Aku datang.!"
Giska pun ikut kaget saat melihat wajah panik gara,Penyatuan mereka terlepas dan gara langsung memakai celana pendek nya.
"Honey aku pergi dulu,Kau tunggu lah disini."Pamit gara sambil mencium kening giska
"Hati-hati.!"Teriak gisak karena gara sudah menjauh
Sampai dikamar gefari yang memang bersebelahan dengan kamar pengantin,Gara terkejut melihat kondisi jakson.
"Kita kerumah sakit sekarang,Pakai kan dia baju dan celana."Perintah gara
Dengan cekatan gefari memakai kan baju jakson yang memang masih polos,Air mata nya tak henti mengalir.
"Ayo ge."
Gara membopong tubuh jakson,Didalam lift terasa lama bagi mereka berdua karena ingin segera sampai rumah sakit.
Jakson dibaring kan dikursi belakang dengan kepala dipangkuan gefari,Tangan gefari membuka kaos jakson karena tadi saat memakai kan baju ada yang janggal dipenglihatan nya.
"Apa jakson diracun.?"
"Kenapa memang nya.?"Tanya gara terkejut sambil mengemudi
"Dada jakson dibagian jantung membiru.!"Suara gefari bergetar
"Shiit,Siapa yang mau mencelakai jakson.!"Umpat gara sambil memukul stir
Gefari terdiam,Berbagai macam dugaan muncul dikepala nya,Tiba-Tiba perut gefari terasa keram.
''Sshhh,Perut ku sakit gara.''
Satu tangan memegangi kepala jakson sedang tangan lain nya mengelus perut buncit nya,Gefari teringat sosok yang membenci jakson.
''Gara..
''Tidak,Tolong jangan katakan kalau itu dia.!''Potong gara seolah mengerti isi kepala bos nya
Meskipun gara menyangkal,Tapi didalam hati nya dia yakin pelaku nya adalah mark.
Tiba dirumah sakit,Jakson langsung ditangani dokter pia karena dia dokter yang paling handal.
''Tenang lah,Aku akan mengabari jhon.''
Gefari hanya diam,Hati dan pikiran bercampur aduk,Begitu banyak masalah yang dihadapi.
(Kan memang othor banyakin masalah nya ge😁)
Dokter pia keluar dari ruang pemeriksaan,Dengan langkah sedikit takut dia menghampiri gefari.
''Nona bisa kita bicara.''
''Bisa jika menyangkut suamiku.''Masih saja ketus suara gefari
''Tuan jakson terminum racun langka,Penawar racun itu kami tidak punya.''Jelas dokter pia
''Suamiku diracun.?''Tanya gefari tak percaya
''Ya nona,Racun itu membunuh secara perlahan bisa sampai dengan waktu dua bulan tapi jika fisik orang itu kuat bisa juga tiga bulan.''
''Cari penawar nya,Aku akan membayar berapapun harga nya.!"Perintah nya tegas
"Baik nona,Saya akan merundingkan dengan rekan saya terlebih dahulu."Jawab dokter pia
"Apa suami ku sadar.?"
"Tidak nona,Tuan jakson akan selama nya koma."
Remuk berkeping keping hati gefari saat mendengar ucapan dokter pia,Gara yang memdengar pun ikut merasa sedih.
"Ingat bayimu,Jangan terlalu banyak menangis."Gara merangkul pundak gefari
"Bagaimana jika dia meninggal kan ku gara.?"Seorang Queen Mafia menangis pilu karena takut ditinggal kan suami nya
''Tidak,Kau harus yakin dia sembuh.''Suara jhon menyahut dibelakang mereka
Jhon datang karena tadi gara menelpon nya,Sementara dady markus sedang dalam perjalanan.
''Aku takut kak.''Gafari terisak lagi
''Jika kau takut,Maka jakson akan lebih takut jadi kau harus berani dan kuat.''Jhon menjawab sambil membelai surai adik nya.
Gefari menatap dokter pia yang belum meninggal kan mereka,Dicengkeram jas putih dokter pia sambil berkata.
''Cari penawar racun itu,Jika kau tidak sanggup menemukan nya maka kepala mu sebagai ganti nya.!"
"Ba baik nonaa."Dokter pia tergugup ketakutan
Ranjang jakson didorong masuk keruang ICU,Berbagai selang menempel ditubuh kekar jakson.
Air mata gefari kembali merembes ketika melihat keadaan jakson.