
Sintia pun mulai menceritakan akar dari permasalahannya sehingga membuat hubungan dia dan putrinya menjadi renggang.
adel yang mendengar cerita Sintia cukup terkejut karena dia tidak pernah menyangka sahabatnya ini bisa berkata seperti itu apalagi kepada putrinya sendiri.
walaupun pada saat itu Sintia memikirkan keadaan Rio tidak seharusnya dia mengucapkan kata-kata yang sangat menusuk pada hati Aurel.
"apa kamu sudah minta maaf pada Aurel?"
Sintia menggelengkan kepalanya pertanda dia belum melakukan itu
"kenapa?"
"setelah hari itu aku merasa dia seperti menghindariku, dia tidak berbicara, atau menemuiku lagi bahkan dia memilih untuk menginap di masion kakeknya"ucap Sintia
"bahkan saat di acara kelulusan tadi tidak sekalipun dia melihat aku atau mengajak aku berbicara atau sekedar menyapa aku"ucap Sintia pelan dan tersirat kesedihan dari nada bicaranya
Adel yang tidak tega melihat sahabatnya itu akhirnya mengelus-ngelus pundak Sintia untuk memberikan dia kekuatan
"saranku setelah ini ajaklah dia berbicara berdua minta maaf padanya dan jelaskan bahwa pada saat itu kamu tidak sengaja mengucapkan kata-kata itu karena di situ kamu juga sedang mencemaskan keadaan Rio"
"jelaskan secara lembut dari hati ke hati setelah itu pasti dia akan mengerti dan memaafkan mu"
"terima kasih atas saran mu del, juga terima kasih karena kau selalu ada disampingku saat aku membutuhkan seseorang sebagai tempat meminta saran dan berbagi cerita"
"iya sama-sama bukan kah kita sahabat, jika aku di posisimu kau juga pasti akan melakukan hal yang sama padaku"lalu mereka berdua berpelukan
Ting
tiba-tiba handphone Adel berbunyi pertanda pesan masuk
''*bisakah mom datang ke kamarku sekarang? saat ini aku butuh saran dari mom🙏''
''baiklah sayang mom datang sekarang 😌*"
"iya ayo"
kamar Rian
"ada apa sayang?"tanya Adel setelah dia masuk ke dalam kamar dan duduk disamping Rian
"mom aku bingung"
"bingung kenapa?"
Rian pun membaringkan kepalanya di atas paha Adel
"saat bersama dengan Aurel jantungku berdetak lebih cepat, aku merasa Aku ingin selalu melindungi dia dari apapun. setiap aku melihat dia dekat dengan lelaki lain selain aku, aku merasa bahwa Aku ingin marah padanya menariknya dan mengurungnya dalam kamar agar dia tidak bisa bertemu dengan siapapun. tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa dia sehingga aku bisa berbuat seperti itu padanya. aku berpikir aku merasa seperti itu karena aku menganggap dia sama seperti Manda sebagai adikku juga. tapi lama kelamaan Aku tidak tahan mom apalagi saat melihat dia bernyanyi di acara kelulusan bersama dengan Aldo"
"ditambah lagi aku merasa dia berubah. dia seperti menjauhiku, mendiami ku bahkan bersikap dingin denganku. menurut mommy aku ini kenapa?"tanyanya padahal sang ibu
Adel hanya tersenyum mendengar curhatan dari putranya.Karena dia sudah tahu bahwa putranya itu sudah mencintai Aurel
"itu artinya kamu sudah mencintai Aurel dan semua yang kamu rasakan itu adalah tanda bahwa kamu cemburu. kamu tidak ingin aurel berdekatan dengan pria manapun kecuali kamu benar bukan?"tanya Adel lembut
"iya mom"
"saran mommy sebaiknya kamu secepatnya memberitahu perasaan kamu padanya"
"tapi aku takut mom"cicit rian
"takut kenapa?"heran Adel
"takut dia menolak ku"lirih nya
"hahahaha,apa pesona kamu sudah memudar"tawa Adel