
semenjak Rian bangun dari koma,dia tampak berbeda.
Rian yg di kenal orang sangat dingin kepada semua orang kecuali orang terdekat dan keluarga.
sedangkan sekarang,dia sangat ramah kepada siapapun.baik itu orang yg dikenal nya maupun tidak di kenal/orang asing.
✨✨
dua hari yang lalu Rian sudah keluar dari rumah sakit Karena sudah di nyatakan sembuh oleh dokter dan semua orang sangat senang mendengar kabar ini.
selama Rian berada di rumah sakit, aurel Selalu menemani nya dan memperhatikan semua yang di butuhkan oleh Rian.
Masion Admajaya
"Rian sebaiknya kamu langsung istirahat di kamar"ucap Adel
"iya mom"jawab Rian lembut
"biar ku antar mom"ucap aurel
"terimakasih ya aurel"kata adel Sambil memandang Aurel dengan tatapan lembut
"tidak perlu berterimakasih mom, karena itu sudah jadi tanggung jawab aurel sebagai tunangan Rian!"ucap Aurel tegas
sedangkan Rian hanya memandang Aurel dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
Lalu Aurel dan Rian pun Pergi ke kamar pribadi Rian.
kamar Rian
saat mereka memasuki kamar, Rian langsung disuguhkan dengan berbagai bingkai foto dirinya dan Aurel yang begitu banyak tergantung di setiap sisi sudut dinding.
mulai dari foto mereka saat masih kecil, remaja, hingga dewasa.
"terima kasih sudah mengantarku"ucap Rian lembut
"sama-sama ,aku akan keluar jika kamu butuh sesuatu kamu bisa memanggilku"ucap aurel
"hummm"
lalu Aurel pun keluar dari kamar Rian dan meninggalkan dia sendiri
"tapi saat berada di dekat nya,aku merasa sangat nyaman dan Jantung ku berdetak dengan kencang"
"aku harus bisa mengingat kembali segalanya, karena aku tidak ingin membuatmu nya bersedih"tekat Rian
......................
......................
setelah Aurel mengantar Rian ke dalam kamarnya dia tidak berkumpul yang lain melainkan pergi ke taman belakang.
di sana dia duduk sendiri dan memandang entah kemana
''Bagaimana jika Rian tidak akan pernah mengingat semuanya?"tanya Aurel pada dirinya sendiri
"apa aku sanggup untuk melepaskannya dia saat aku sudah sangat mencintainya bahkan lebih besar daripada dulu"tak terasa air mata Aurel pun jatuh
"Tuhan, mengapa saat kami akan segera bersatu engkau selalu memberikan kami cobaan?, apakah Belum cukup semua yg telah berlalu? hiks hiks"Aurel pun menundukkan kepalanya sambil menangis dan memukul dada nya yang sakit
"maaf"tiba-tiba dari belakang terdengar suara lirih
saat Aurel mengangkat kepalanya dan ternyata itu adalah Rian.
Rian segera duduk di samping aurel Lalu memeluk nya dengan erat dan membiarkan Aurel menangis di dada bidang nya
Aurel pun menangis segugukan, melepaskan semua beban yang di pendam di hatinya.
setelah aurel cukup tenang,barulah Rian melepaskan pelukannya.
"maaf membuat mu sedih,mau kah kamu membantuku untuk mengembalikan ingatan ku,dan kita akan mewujudkan kebahagiaan yang sudah kita impikan selama ini?"ujar rian Sambil memegang pipi aurel sambil menatap matanya
"ya,aku mau membantu kamu mendapatkan kembali ingatan mu,dan kita akan mewujudkan impian kita"ucap aurel sambil tersenyum
"dan jika aku tetap tidak bisa mendapatkan kembali ingatan ku,kita akan menciptakan kenangan baru tentang kita,setuju?"
"iya,kita akan menciptakan kenangan indah tentang kita dan kenangan itu tidak akan bisa terlupakan oleh mu dan aku"
lalu mereka pun berpelukan