The Queen Mafia

The Queen Mafia
Manja



Tak terasa usia kandungan gefari sudah memasuki bulan kelima,Perut rata nya sudah mulai membuncit.


Jakson pun sudah tak mengalami mual lagi,Tapi sekarang dia dipusing kan dengan tingkah gefari yang menjadi manja.


''Jakson jangan pergi.''Rengek gefari saat jakson akan berangkat kekantor


''Sayang aku ada metting,Nanti aku pulang lebih awal.''Janji jakson merayu gefari yang menempel seperti lem


''Janji ya.?''Tanya gefari


''Ya aku janji sayang.''Ucap jakson sambil mencium bibir gefari sekilas


Jakson masuk kedalam mobil,Jimmy hanya tersenyum jahil melihat wajah lelah jakson.


''Kenapa anda tuan.?''Tanya jimmy basa basi karena dia tau masalah yang dihadapi jakson


''Ck,Aku semakin pusing menghadapi gefari yang semakin manja.''Keluh jakson


''Bukan nya dulu kau ingin punya istri yang manja.''Tanya jimmy sambil terkikik geli


''Hah,Semua nya jadi berubah.''


''Gefari yang judes sudah hilang,Berganti dengan sifat manja seperti anak kecil.''Ukar jakson sambil mengguyar rambut nya kasar


''Jadi kau malas dengan sifat nya.?''Tanya jimmy lagi


''Tidak,Aku malah senah karena dia jadi tidak ingin ku tinggal.''


''Mau nya selalu lengket dengan ku,Istri ku jadi sangat manis.''Ujar jakson sambil tersenyum


''Jadi kenapa tadi kau mengeluh b*ngsat."Ujar jimmi kesal bukan kepalang merasa dipermainkan jakson


"Kenapa kau jadi memaki ku.?"Tanya jakson heran


Jimmy tidak menjawab,Emosi nya sudah naik dia malas meladeni jakson lagi.Jika tidak ingat dia sedang bekerja dengan siapa sudah dilempar jakson kejalan raya.


Tiba dikantor,Jakson turun dengan langkah nya yang mantap.Mata para buaya betina tidak berkedip,Namun Jakson sekarang banyak berubah dia tidak lagi peduli dengan wanita mana pun kecuali gefari


****


Hari sudah menjelang sore,Namun jakson tak kunjung datang.Gefari memutuskan untuk melihat yarri diruang rehabilitas.


Sudah hampir dua bulan yarri dalam masa penyembuhan,Dia dikurung dalam ruangan kaca. Yarri meringkuk menahan sakit disekujur tubuh nya.


Gefari tau rasa nya seperti apa,Dia pernah mengalami masa seperti itu.Dalam hati ia bersumpah tidak akan pernah lagi menyentuh barang terlarang itu.


''Yarri,Ayo makan.''Ujar gefari lembut sambil mengusap dahi yarri aganor


''Makan dulu ya.?''Tawar gefari sambil menyodor kan sendok plastik kearah mulut yarri


''Sakit sekali ge.''Rintih yarri


Yarri harus merasakan sakit disekujur tubuh nya,Ada rasa putus asa saat menghadapi masa seperti ini.


''Tenang lah,Ini hanya sebentar.''Hibur gefari sambil merangkul kepala yarri


Yarri menyandar kan kepala nya kedada gefari,Bahkan tangan nya meremas kuat paha gefari.Dia menyalurkan rasa sakit dalam dirinya.


"Jika aku mati bagaimana.?"Ujar yarri


"Nanti ku pesan kan kuburan yang ada AC nya."Jawab gefari melantur


Gefari menangis,Dia mencium puncak kepala yarri,Yarri semakin kuat mendekap tubuh gefari Hingga mereka tidak menyadari sepasang mata tajam menatap nya.


"Ge jangan tinggal kan aku ya.!"Rintih yarri dalam kesakitan nya


"Tenanglah aku disini."Jawab nya sambil mengelus lembut kepala yarri


"Aku sungguh beruntung memiliki mantan seperti mu."Ujar yarri


"Sstt diam lah."Gefari tau yarri hampir tidak sadar saat mengoceh


Lama semakin lama yarri terlelap didada gefari,Dengkuran halus terdengar ditelinga nya gefari.


"Kau pasti kuat yarri.!"Bisik gefari sambil meletak kan kepala yarri dibantal


Setelah menenang kan yarri,Gefari masuk kedalam kamar.Tampak jakson sudah menunggu nya,Wajah jakson merah menahan emosi.


''Dady ken Sudah pulang.?''Tanya gefari sambil memeluk jakson dan duduk dipangkuan nya


''Jangan memeluk ku,Peluk saja yarri.''Ucap nya jutek


Gefari tersenyum,Saat menyadari kalau jakson sedang cemburu berat,Gefari turun dari pangkuan jakson lalu membuka satu persatu kain yang menempel ditubuh nya.


''Dad,Panas ya.''Ujar gefari sambil menggeliat kan tubuh polos dan perut buncit


"Panas sekali sepanas hatimu.!"Geram jakson dalam hati


Sekuat hati jakson bertahan dari godaan Devil betina,Gengsi jika harus menghampiri santapan lezat diatas ranjang.


"Cih lagak jual mahal kau ya.!"Batin gefari tersenyum sinis