
Aurel pergi ke taman rumah sakit
di sana dia menumpahkan semua kesedihannya.
semua perkataan yang diucapkan oleh Sintia terngiang-ngiang di pikiran Aurel.
saat dia sedang menangis tiba-tiba datang seorang laki-laki paruh baya duduk di sampingnya sambil mengelus rambutnya
Aurel pun mendongkrak kan kepalanya
"kakek"ucap Aurel lirih
ternyata orang Yang dari tadi memperhatikan Aurel dan mengikuti nya hingga kemari adalah kakek Aurel dari ibunya yaitu tuan Mahardika
"sayang kakek tau hati kamu sakit mendengar perkataan ibu mu tadi"ucap Tuan Mahardika
"tapi mommy kamu pasti tidak mungkin mengatakannya dengan sengaja"
"dia hanya mencemaskan keadaan Daddy mu. kamu jangan masukkan perkataan mommy mu ke dalam hati"kata tuan Mahardika dengan lembut
Aurel hanya diam mendengar ucapan kakek nya
sunyi itulah satu kata yang bisa menggambarkan keadaan Aurel dan kakeknya saat ini
sampai....
''aku ingin pergi"ucap Aurel lirih
walau sudah tua tapi pendengaran tuan Mahardika masih sangat tajam sehingga dia bisa mendengar ucapan Aurel
"kamu mau kemana nak?"
"Amerika"
"aku akan mengambil beasiswa di Amerika kek"jelas Aurel dengan tatapan tetap ke arah depan
"kau yakin?"
"iya"jawabnya datar
"baiklah, kakek akan ikut ke Amerika dengan mu,dan untuk sementara kau akan tinggal di masion kakek sampai kita pergi ke amerika.apa kamu setuju?"
"ya"singkat Aurel
setelah itu mereka berdua pun pergi dari rumah sakit
ruang rawat Rio
setelah Rio di pindahkan ke ruang perawatan.perlahan dia mulai sadar dan saat membuka matanya yang pertama kali di lihatnya adalah sang istri
"sayang bagaimana keadaan mu?"
"tidak perlu,aku baik-baik saja"jawab Rio pelan
"syukurlah"
"dimana Aurel?"tanya Rio karena sejak tadi dia tidak melihat ada Aurel
seketika Aurel mengingat perkataan yang tidak sadar dia lontarkan pada putrinya dan dia merasa bersalah pada Aurel
"dia emm"
Ting
bunyi pesan dari hp Sintia
"Aurel bersama papa dan dia akan menginap di masion papa sebab papa ingin menghabiskan waktu dengan nya"
''iya pah"
begitulah pesan yang di kirim tuan Mahardika
"Aurel menginap di masion papah Karena papah ingin menghabiskan waktu bersamanya"
"baiklah"Rio pun lega setelah tau keadaan putri nya karena dia tau bagaimana kacaunya Aurel saat ini
"bisakah kamu menceritakan segalanya?"
Rio pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ada yang ditutupin atau dikurangi nya
Sintia yang mendengar ceritanya kini merasa bersalah karena telah melontarkan kata-kata yang membuat Aurel sakit hati
"sebaiknya kamu istirahat"ucap Sintia
Rio pun mulai menutup matanya kembali dan tidak lama masuk ke dunia mimpi karena dia masih di bawah pengaruh obat
2 minggu kemudian
sudah dua Minggu Aurel menginap di masion Kakek nya dan selama itu juga dia tidak bertemu dengan mommy nya
saat dia ingin menjenguk Daddy nya maka dia akan pergi saat mommy nya sedang tidak berada di dekat daddy nya dan semua itu tidak luput dari bantuan sang Kakek.
kemaren Rio Sud keluar dari rumah sakit karena keadaan nya sudah membaik
Adel,Alex,Rian,Manda,sisi, Bastian,Azmi sempat bertanya pada Rio dan sintia kenapa mereka tidak pernah melihat Aurel datang menjenguk Rio
Rio pun menjawab bahwasannya Aurel sedang menginap di rumah Kakek nya walaupun begitu dia tetap menyempatkan waktu untuk menjenguk Rio.hanya saja mungkin saat dia datang kebetulan kalian sudah pergi oleh sebab itu kalian tidak pernah bertemu dengannya. begitu lah jawaban Rio.
maaf athor baru up skrng Karena athor memang tidak sempat untuk update karena banyak pr