
"kami serius?"tanya sintia
"iya dan aku akan pergi menjemput nya"
"baiklah,tapi hati-hati karena sekarang lagi hujan"
"iya"
"Lex aku pinjam mobil mu sebentar boleh ga"
"kau mau kemana?"
"ada pekerjaan kantor yang harus ku kerjakan sekarang"
"baiklah,ini"ucap Alex lalu memberikan kunci mobilnya pada Rio
"makasih lex"
"kayak sama siapa aj"
...----------------...
...----------------...
di posisi Aurel saat ini dia sudah tidak teriak atau berbicara.dia hanya duduk di bangku menatap ke depan sambil membiarkan air matanya turun
tanpa dia sadari seseorang sejak tadi si memperhatikan nya.
dia yang tidak tega melihat Aurel segera mendekatinya sambil memakai payung
saat dia sampai di tempat yang di duduki Aurel dia segera memayungi Aurel.
Aurel yang merasakan bahwa hujan tidak lagi membasahi tubuhnya tetapi ada orang yang melindungi nya segera mengangkat kepalanya
deg
ternyata orang yang paling dia sayangilah yang memayungi nya.yaitu Daddy tersayangnya
jujur Rio sangat sakit saat melihat keadaan putri tersayang nya seperti ini.
selama dia hidup bersama Aurel inilah pertama kalinya dia melihat Putri nya itu putus asa seperti kehilangan arah dan dia sangat tidak suka melihat kondisi Aurel saat ini.
saat Aurel tidak mendapatkan kasih sayang penuh dari Sintia di karenakan dia sibuk dengan kehidupan nya dia tidak pernah terlihat sedih dan memaklumi mommy nya.terlebih dia mendapatkan kasih sayang penuh dari Rio itu yang membuat dia merasa bahwa kasih sayang yg di berikan Sintia sudah cukup. walau Rio berulang kali menasehati Sintia agar mengurangi kesibukan nya dan memberikan perhatian lebih kepada Aurel tetapi Aurel selalu bilang bahwa dia baik-baik saja karena dia ingin menjaga keharmonisan keluarga nya.
back ke Aurel ya
dia yang melihat Daddy nya berdiri di samping nya sambil memayungi dia segera memeluk Rio dengan erat sambil menangis.rio pun membalas pelukan Aurel tak kala erat sambil mengelus kepala Aurel.
"kenapa kamu ada di sini sayang?"tanya Rio lembut tetapi Aurel tidak menjawab nya dan terus saja menangis
"tidak papa jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaan Daddy"
"kamu bisa cerita jika kamu sudah siap sayang, skrng ayo kita pulang"ajak Rio Sambil merangkul Aurel dan Aurel pun tidak menolaknya
sesampainya di depan mobil Rio segera membuka pintu buat Aurel setelah itu dia duduk di kursi pengemudi
Rio yang melihat Aurel Merasa kedinginan langsung melepaskan jaket nya dan memakaikan pada Aurel
"terimakasih dad"
"sama-sama sayang"
lalu dia segera menghidupkan mobilnya
tapi belum dia menjalankan mobilnya tiba-tiba ada orang yang menghalangi jalannya dan menyuruh nya turun sambil mengancam menggunakan pisau
"dad mereka siapa?"tanya Aurel ketakutan
"kamu tenang sayang,kamu tetap di sini dan Daddy yang akan keluar ingat apapun yang terjadi jangan keluarkan dari mobil"ucap Rio tegas
"i iya dad, Daddy hati-hati"
Rio pun keluar dari mobil
"serahkan semua yang kau punya juga mobil milik mu itu"
ternyata yang mencegat mereka adalah begal
Rio yang tidak ingin menyerahkan miliknya memilih untuk melawan para begal tersebut
"enak aja lo minta kalau lo mau kerja jangan taunya cuma membegal orang!!"bentak Rio
"oh kau tak mau menggunakan cara yang halus baiklah aku akan menggunakan cara yang kasar"kata begal itu sambil bersiap-siap untuk menghajar Rio