
pukul 21.00 acara perpisahan akhirnya selesai.
tamu undangan pun mulai berpulangan.
sebelum pulang Aurel sempatkan berbicara empat mata dengan Rio
"dad ada yang ingin Aurel sampaikan pada Daddy?"
"iya nak katakan?"
"Aurel Sudah memutuskan Untuk mengambil beasiswa itu dan pergi ke Amerika"ucap Aurel memandang Daddy nya
"apakah kamu serius dengan keputusan kamu?"
"ya dad"
"baiklah Daddy akan mendukung keputusan kamu"
"terimakasih dad"peluk Aurel
"kapan kamu berangkat ke sana?"
"malam ini dad jam 23.00 pesawat Aurel berangkat"
rio sangat terkejut dengan ucapan Aurel
"kenapa cepat sekali nak,apa kamu tidak ingin menghabiskan waktu dulu bersama Daddy?"sendu Rio
"bukannya aku tidak mau dad,hanya saja Aurel ingin segera pergi dari negara ini.daddy pasti tau apa alasan nya"sendu Aurel
Rio Sudah tau bahwa anaknya itu suka dengan Rian dan Aurel juga yg sakit hati sebab cintanya bertepuk sebelah tangan.
Tapi dia tidak bisa menyalakan siapapun karena ini adalah masalah hati.
"baiklah, sampai kamu waktu kamu pergi tiba,kamu akan ikut bersama Daddy karena Daddy ingin menghabiskan waktu bersama Dengan mu walau hanya sebentar"
"iya dad Aurel akan ikut Daddy"
"kamu ke Amerika sendiri?"
"tidak, Aku akan pergi bersama dengan kakek karena dia ingin bertemu dengan sahabat lamanya dan agar aku tidak kesepian"
"itu lebih baik sayang"
"di mana kakek mu skrng?"
"dia sudah kembali kemasion tapi Kakek mengatakan akan bertemu di bandara"
"ya sudah ayo kita pergi juga"
parkiran
ternyata mereka semua sudah menunggu Rio sejak tadi karena mereka pergi bersama maka mereka juga akan pulang bersama
"kenapa kamu lama sekali Rio?"tanya Alex jengkel
"maaf Lex tadi aku bicara dengan putri ku dulu dan dia juga akan ikut kita pulang"ucap Rio
"benarkah nak?"tanya Adel
"ya mom"jawab Aurel singkat
"ya dad"Jawab Aurel patuh
Aurel duduk di samping Rian karena Rian membawa mobil sendiri.awalnya Aurel menolak duduk di depan tapi Azmi dan Manda memaksa dia dan akhirnya dia pun setuju
selama di perjalanan suasana sangat sunyi.
jika Manda dan Azmi memilih untuk Mabar maka lain hal dengan Aurel.
dia malah memasang headset di telinganya dengan pandangan yang melihat jalan.
sesekali Rian melirik ke arah Aurel dia merasa aurel lebih cuek pada nya juga seperti menjaga jarak dengan nya dan itu membuat dia tidak nyaman.
skip
karena malam ini adalah malam kelulusan anak-anak mereka jadi para orang tua memutuskan untuk menginap di masion Adel dan Alex karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama-sama.
semuanya masuk kedalam Masion.
para anak-anak pergi ke kamar mereka.
di setiap masion mereka memang anak-anak memiliki kamar sendiri sekedar untuk menginap dan para orang tua tidak keberatan karena mereka memiliki banyak kamar
"del"panggil Sintia
"ya?"
"bisakah kita bicara berdua sebentar?"
"bisa,ayo kita bicara di kamar ku saja"
🌺🌺
"kamu ingin bicara apa?"
"aku ingin minta pendapat mu?"
"katakan"ucap Adel yang mendengarkan serius ucapan Sintia
"aku punya seorang sahabat kami bisa di katakan cukup dekat, seminggu yang lalu dia dan suaminya mengalami kecelakaan dan pada saat itu dia menghuni ku untuk datang kerumah sakit.dia minta tolong ke aku buat jaga Putri tunggal nya karena dia sudah tidak kuat lagi"
"aku yang ga tega dengan nya mengiyakan permintaan nya dan akhirnya dia beserta suaminya menghembuskan nafas terakhirnya"
"setelah pemakaman sahabat ku selesai aku kembali ke rumah nya untuk memastikan keadaan putri nya baik-baik saja.tapi yang kulihat dia mengurung dirinya di kamar dan terus saja menangis juga tidak ingin keluar dari kamar.aku takut dia melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya, karena itu aku ingin mengangkat dia menjadi anak ku. bagaimana menurut mu?"tanya Sintia meminta pendapat Adel
"jika menurut ku keputusan mu itu sudah benar karena kamu juga sudah berjanji dengan sahabat mu itu dan juga kamu bisa mengawasi anak itu agar dia tidak melakukan hal-hal yang akan menyakiti dirinya tetapi kamu juga harus meminta izin terlebih dahulu pada suami dan anak mu karena mereka juga berhak memberikan pendapat"tutur Adel
"baiklah, terimakasih atas saran mu del"
"sama-sama"
"aku ingin bertanya sesuatu padamu"kata Adel sambil memandang Sintia
"bertanya apa?"
"aku perhatikan hubungan mu dengan Aurel seperti ada jarak, apakah terjadi sesuatu?"
Sintia menghembuskan nafasnya Secara kasar
lanjut di part selanjutnya ya ðŸ¤