The Queen Mafia

The Queen Mafia
bonus chapter



"kau tidak membawa senjata"kata Adel


"aku bawa!"Jawabnya sambil mengeluarkan pistol dari tas nya


akhirnya Adel pun menyerah dengan sifat keras kepala sisi


"baiklah,kau boleh ikut tapi ingat jangan sampai terluka"


"iya aku tidak akan terluka begitu juga dengan kau"


"hmm"


lalu mereka berdua keluar dari mobil sedangkan sang supir sudah dari tadi keluar dan kini dia sudah babak belur. karena dua hanya sendiri sedangkan orang yang menyerang mereka berjumlah dua puluh orang.


saat target sebenarnya sudah keluar dari mobil, orang yg menyerang supir tadi akhirnya menyerang Adel dan sisi.


dor


dor


tembakan demi tembakan beruntun menyerang Adel dan sisi.sampai saat ini mereka masih bisa menghindar dan menyerang kembali musuhnya tapi kita tidak tau sampai kapan mereka bisa bertahan karena saat ini mereka juga sedang hamil besar.


Adel dan sisi tidak tanggung² dalam menjatuhkan musuh nya.mereka langsing menembak tepat pada jantung para musuh nya.


"Adel peluru ku tersisa dua lagi sedangkan mereka masih ada delapan orang lagi"ucap sisi dengan nafas yang tidak beraturan karena dia sudah sangat kelelahan tetapi masih fokus pada musuh di Depannya


"lawan mereka dengan kemampuan mu yang masih tersisa dan jika kau sudah tidak sanggup mundurlah biar aku yang membereskan mereka"ucap Adel tanpa menatap sisi karena dia masih terus mengeluarkan peluru nya


setelah Merasa tidak sanggup lagi akhirnya sisi berhenti menyerang musuh dan memilih mundur karena dia sudah kehabisan peluru juga dia tidak memiliki tenaga lagi. sedangkan Adel masih terus menembak


saat sisi sedang duduk di pinggir jalan mata nya tidak sengaja menangkap pisau yang akan di lemparkan ke Arah perut Adel.


sontak dengan sekuat tenaga sisi berlari ke arah Adel lalu memeluknya


dor


dor


jlep


dua tembakan secara berturut-turut bersarang di punggung milik sisi dan di susul dengan pisau yang menancap


"akhhh"teriak sisi kesakitan


lalu dia menatap mata Adel dan perlahan Menutup matanya


Adel Sangat shock dengan yang terjadi barusan.dia Merasa bahwa waktu sejenak berhenti lalu dia merasa seperti ada yang menimpa nya dan ternyata itu adalah tubuh sisi yang sudah tumbang


musuh yang melihat Adel sedang tidak fokus kembali melayangkan pisau dan itu tepat kena di perut nya


"akh"teriak Adel kesakitan dan melihat ada pisau yang menancap di perut nya


"mari kita pergi dia dan sahabat nya sudah terluka dan sepertinya mereka serta bayi mereka tidak akan selamat"ucap salah satu orang yang menyerang Adel dan sisi


lalu mereka yang masih bernyawa segera melarikan diri


sang supir dengan susah payah meraih hpnya untuk menelepon majikan nya yaitu Alex karena dia melihat keadaan sang nyonya yang semakin kritis


10 menit berlalu Alex dan Bastian datang bersamaan.


lalu melihat istri mereka yang sudah tidak berdaya segera berlari menuju istrinya dan segera mengangkat tubuh sang istri


"sayang ku mohon bertahan"ucap Alex dengan suara bergetar lalu memasukkan Adel ke dalam mobil dan meminta supir nya membawa mobil dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit


"sisi kau harus kuat sayang untuk ku dan putra kita"kata Bastian dengan menangis dan memasukkan dia ke dalam mobil pribadi nya lalu menyuruh supir nya membawa mereka ke rumah sakit


"Alex"panggil Adel dengan lemah


"sayang"jawab Alex sambil menggenggam tangan Adel dengan erat


"aku sudah tidak kuat dan sebelum aku menyesali untuk selamanya aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu"


akhirnya air mata yang sejak tadi di tahan Alex jatuh juga


"aku juga mencintaimu sayang bertahan lah demi aku dan bayi kita"


"aku ingin tidur sebentar"pinta Adel


"tidak, kau tidak boleh tidur teruslah buka matamu"ucap Alex tegas


rumah sakit


sisi dan Adel segera di bawa ke ruang operasi oleh dokter


selang beberapa menit dokter pun keluar


"kami harus segera mengeluarkan anak yang ada di rahim nona Adel karena jika tidak maka mereka serta ibunya tidak akan selamat dan pisau itu hampir mengenai anak-anak nya"


"lakukan yang terbaik menurut mu dokter dan selamat istri serta anak-anak ku"ucap Alex lalu menandatangani surat ijin operasi


"baiklah kami akan berusaha sebisa yang kami mampu sisanya serahkan pada Tuhan"


lalu dokter pun memulai Operasi nya


pov sisi


"nona sisi harus segera di operasi Caesar dan kita juga harus mengeluarkan peluru yang bersarang di punggung nya"ucap dokter


"lakukan yang harus di lakukan dokter dan selamat istri dan anak saya"


"baik tuan dan kami membutuhkan golongan darah O negatif sebanyak 2 kantong tolong segera di siapkan karena rumah sakit sedang kehabisan darah"


"baik Dok saya akan mencari pendonor darah nya"