The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



"kau itu tunanganku dan sebentar lagi akan menjadi istriku tentu saja mereka harus menghormati istri dari CEO mereka karena tentunya kau juga akan menjadi bos mereka"jelas Rian dengan nada datar


Aurel yang mendengar penjelasan Rian hanya menghela nafasnya.


karena kini semua orang pun bersikap merendah diri kepada-nya, sangat menghormatinya.


dan Aurel tidak suka ini karena dia tidak nyaman dia lebih suka sikap mereka yang ramah kepadanya walaupun dia adalah seorang model terkenal dibandingkan sekarang karena dia bukanlah orang yang gila hormat dan kedudukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku ingin sifat kalian yang dulu saat aku tidak memiliki hubungan apapun dengan atasan kalian! anggap aku hanya seorang model yang juga bekerja di perusahaan ini sama seperti kalian bisa ?!"tegas Aurel dan tidak ingin di bantah


"t tapi nona.."


"Aku tidak ingin dibantah dan bagi siapa yang tidak mendengarkan ucapanku siap-siap akan ditendang dari perusahaan ini!"ancamnya lalu pergi ke ruang pemotretan karena sudah waktunya dia bekerja walau pun dia adalah tunangan Rian dia harus tetap profesional


setelah memastikan Aurel sudah pergi para pegawai pun mulai bergosip


"walaupun nona Aurel sudah menjadi tunangan Tuan Rian ternyata beliau masih sangat ramah pada kita ya, bahkan dia tidak gila hormat"begitulah kira-kira yang dibicarakan oleh para pegawai Rian Tetang Aurel


tanpa diketahui oleh mereka ternyata Rian dan asisten ny menyaksikan segalanya dari cctv


"saya setuju dengan tuan, selain nona Aurel baik dan Ramah dia juga sangat menghormati siapapun bahkan beliau tidak haus akan kedudukan kalau dia sudah menjadi tunangan Tuan dia sama sekali tidak ingin orang menghormatinya lebih hanya karena statusnya yang lebih tinggi"ucap Liam panjang lebar


"kalau benar Liam dan aku bangga mencintainya dan akan kubuat dia juga mencintaiku sampai dia tidak ingin lepas dari sisiku"tekad Rian


... ☘️☘️🌬️🌬️🌬️🌬️☘️☘️...


"sayang, bahkan Aurel sebentar lagi akan menikah apakah kamu tidak ingin seperti Aurel juga,menikah dan hidup bahagia?"tanya bunda Dinda pada putra tunggalnya karena dia tidak ingin putranya hidup sendiri jika dia dan suaminya tiada nanti


"selamanya di hatiku hanya ada nama kiara bunda, jika aku tidak menikah dengan dia maka aku tidak akan menikah dengan wanita manapun selain dia sampai maut menjemput ku!"tegas William dan tidak ingin dibantah


bunda Dinda pun terdiam dan tidak mencoba untuk membujuk putra nya lagi karena dia tahu putranya itu hanya mencintai Kiara saja, sekuat apapun ia memaksa jika memang William tidak ingin maka itu tidak akan terjadi


setelah itu dia pun meninggalkan putranya sendirian di taman karena dia tahu putranya memerlukan waktu sendiri


walau kepergian kiara yang sudah bisa dibilang cukup lama tetapi itu tidak membuat cinta William pudar sedikitpun karena di pikirannya hanya Kiara wanita pertama dan terakhir di hatinya


bahkan tanpa sepengetahuan siapapun setiap malam William pasti akan selalu menangis sambil menatap foto dirinya dan Kiara


andai saja peristiwa mengerikan itu tidak terjadi mungkin saat ini mereka berdua sudah bahagia bahkan mungkin saja mereka sudah memiliki anak


tetapi hari esok tidak ada yang tahu kita tidak bisa memilih Kapan kita dipanggil oleh Yang maha kuasa oleh sebab itu sebelum ajal menjemput kita harus sudah menyiapkan diri