The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



setelah keluar dari Masion keluarga admajaya dia tidak kembali kemasion nya dan memilih untuk pergi ke taman dekat masion.


saat berjalan tiba-tiba petir menyambar di sertai dengan angin kencang.tetapi Aurel seperti tidak perduli dia tetap jalan dengan tatapan kosong


hujan pun turun dengan deras dan membasahi Aurel tapi tetap Aurel tidak perduli


setelah sampai di taman dia pun duduk di salah satu bangku.suasana sangat sunyi sebab hari sudah malam tentunya tidak ada orang


ditengah derasnya hujan Aurel menangis


"Haha bodohnya aku hiks hiks menaruh hati pada Rian walau aku tau dia tak pernah suka pada ku aku tetap mencintai nya dalam diam"


"aku sudah tau seperti ini ending nya tapi mengapa rasanya lebih sakit dari yang ku pikirkan"


"Tuhan mengapa aku bisa menyukai nya"teriak Aurel menghadap pada langit


"tidak bisakah kau membuat dia mencintaiku juga.aku juga ingin merasakan di cintai hiks hiks.mengapa rasanya sangat sakit mendengar dia tidak mencintai ku'' teriak Aurel di dalam kegelapan dan hujan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sementara di tempat lain seorang lelaki paruh baya merasa resah dan gelisah.dan sejak tadi juga Sahabat nya itu memperhatikan tingkah nya


"ada apa?"tanya Alex


"aku merasa hatiku sangat sakit seperti sudah dihancurkan berkeping-keping"jawab Rio gelisah


begitu kuatnya hubungan antara Rio dan Aurel sampai Aurel yang tersakiti juga di rasakan oleh Rio


"tenanglah bukankah semuanya baik-baik saja"


"iya aku tau tapi sepertinya terjadi sesuatu terhadap orang terdekat ku"ujar Rio yang masih gelisah


lalu anak-anak pun berkumpul karena ingin makan bersama


Rio yang melihat Aurel tidak ada segera bertanya pada Manda


"manda di mana Aurel?"tanya Rio pada Manda sehingga semua orang melihat manda dan Rio


"tadi Aurel pamit pada ku dad katanya dia ada urusan penting jadi dia pulang duluan"Jawab manda


"seperti nya sudah cukup lama sebelum hujan turun"


"tenanglah pasti saat ini Aurel sedang berada di masion mu"ucap Bastian


tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang juga menghawatirkan Aurel selain Rio dan itu adalah Rian


"apakah dia benar sudah sampai di Masion dengan selamat?dan mengapa dia pulang mendadak?"batin Rian


setelah selesai makan semua orang pergi ke ruang keluarga untuk berkumpul di sana


sedangkan Rio ingin memastikan sendiri bahwa Aurel baik-baik saja dan berada di masion.diapun menelpon Masion


"halo dengan masion Malik, ingin mencari siapa ya?"Jawab pelayan


"ini saya bik"jawab Rio


"eh tuan,ada apa tuan?"


"apakah Aurel ada di Masion?"


"tidak tuan, bukan nya non Aurel ada di Masion keluarga admajaya"


"Aurel tidak ada di sini bik, udah dulu ya bik"


"iya tuan"


Tut


rio yang mengetahui bahwa aurel tidak ada di masion segera membuka hp nya dan melacak keberadaan aurel.


karena sebelumnya dia sudah meletakkan alat pelacak pada kalung putrinya itu dan dia merasa bahwa alat pelacak itu akan berguna suatu saat nanti dan terbukti berguna untuk sekarang.


30 menit kemudian


akhirnya rio mengetahui posisi aurel saat ini yaitu di taman


tetapi yang jadi membingungkan baginya mengapa aurel ada di taman di saat seperti ini apalagi hujan sedang turun sangat deras.


rio pun berjalan ke arah Sintia dan membisikkan sesuatu


" yank aku akan pergi sebentar untuk menjemput aurel karena dia tidak ada di masion" pamit rio berbisik pada Sintia


mengapa dia berbisik?


karena jika sampai semua orang tahu bahwa aurel belum pulang maka semuanya akan cemas dan dia tidak ingin membuat semua orang khawatir