The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



sesampainya di masion keluarga Malik


setelah mereka sampai sintia segera memanggil kepala pelayan untuk bertanya


"dimana Rio dan Aurel sekarang?"tanya Sintia


"kata tuan mereka ingin pergi ke bandara nyonya"jawab kepala pelayan yang sempat bertanya pada Rio


"bandara"beo mereka semua


"untuk apa mereka pergi ke bandara jam segini"begitulah batin mereka


"sebaiknya kita susul mereka"ucap Adel


akhirnya mereka semua pun pergi ke bandara


bandara


saat tiba di bandara mereka langsung bertanya pada petugas bandara


"apa kamu melihat tuan Rio?"tanya Alex


"tadi saya melihat tuan Rio dengan seorang gadis pergi ke ruang tunggu tuan"


"terimakasih"


mereka pun segera pergi ke tempat yang di beritahukan petugas.


mereka melihat Rio yang memandangi pesawat yang ingin lepas landas.


"Daddy Rio"panggil Rian dengan kuat


seketika Rio langsung melihat ke arah suara


Rian langsung berlari ke tempat di mana Rio berdiri dan di ikuti oleh semua orang.


tepat mereka tiba di depan Rio di situ juga pesawat lepas landas dan akhirnya Aurel pergi


"di mana Aurel?"


"sedang apa kamu di sini?"


"apa yang kamu lakukan di jam segini?"


"aku akan menjawab pertanyaan kalian tapi tolong diam"ucap Rio datar


"Aurel sudah pergi"


"aku di sini untuk mengantarkan dia"ucap Rio


"iya pergi"


"pergi kemana Daddy?"desak Rio


"pergi ke Amerika dan pesawatnya baru saja lepas landas"


"apa!!"Teriak mereka


"kenapa kamu tidak memberitahu ku hiks ?"tanya sintia yang sudah terisak


"aku kira Aurel sudah memberitahu mu dan kamu tidak perduli seperti biasanya"datar Rio


"lalu kenapa kau tidak memberi tahu kami?"tanya sisi


"aku lupa, sejak tadi yang ada di pikiran ku adalah menghabiskan waktu bersama nya dengan sebaik mungkin dan aku akhirnya lupa memberitahu Kalian bahwa Aurel ingin pergi ke Amerika"jelas Rio


''sebaiknya kita berbicara di masion"ucap Alex


akhirnya mereka semua pun meninggalkan bandara


Masion Malik


"jelaskan semuanya dari awal"ucap Alex


"saat pemberitahuan kelulusan Aurel di beritahu bahwa dia mendapati Beasiswa ke amerika.dia pun bertanya pendapat ku dan aku mengikuti dan mendukung keputusan nya.saat di acara kelulusan tadi dia memberitahu ku bahwa dia mengambil tawaran beasiswa itu dan dia harus segera berangkat hari ini juga.aku pun akhirnya hanya pasrah karena waktu keberangkatan nya tidak bisa si undur"


"oleh karena itu aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa karena aku tidak tau kapan lagi bisa seperti ini dengan Aurel"jelas Rio


"kenapa kau tidak mengatakannya pada ku,aku ini mommy ny"kata Sintia yang menangis karena tidak bisa menemui putrinya sebelum keberangkatan ny


"ku pikir Aurel sudah mengatakan ini pada mu dan seperti biasa kau tidak akan perduli dengan nya"


"apa maksudmu aku tidak perduli?!"


"apa kau selama ini tidak sadar bahwa selama ini Aurel itu kekurangan kasih sayang seorang ibu. kau hanya sibuk pada urusanmu sendiri bisnis yang kau jalani itu"


"tetapi selama ini Aurel diam.pernahkah dia menuntut kasih sayang padamu? pernahkah dia protes saat kau tidak bisa hadir dalam pertemuan orang tua di sekolah?"


"tidak bukan, bahkan anak sekecil itu harus di paksa dewasa sebelum waktunya"


"apa kau tau setiap malam dia selalu menunggu mu untuk mengucapkan selamat malam dan mengecup keningnya.pernahkah kau lakukan itu pada Aurel?"


"di Depan mu dan semua orang dia terlihat bahagia dan seperti tidak ada masalah.tapi aku Daddy nya tau bahwa dia hanya berusaha menyembunyikan semua dari kalian.berusaha menahan rasa sakit itu sendiri hiks putri ku yang malang"kata Rio yang sudah meneteskan air mata saat mengingat putrinya yang sudah banyak menahan rasa sakit


"ingatlah ini sintia sesabar sabarnya orang dia juga memiliki batas dan Aurel sudah terbiasa hidup tanpa mu.jika dia merasa kau tidak penting dalam hidupnya jangan kecewa dan marah karena itu adalah hasil dari perbuatan mu sendiri"kata Rio dengan datar lalu melangkah pergi ke kamar nya