
tak terasa 1 tahun sudah berlalu
semua berjalan sebagaimana seperti yang sudah mereka rencanakan.
Rania tidak pernah mengigat lagi keluarga kandung nya,itu semua karena obat yang selalu di berikan keluarga rajendra kepada dia.
mereka semua sangat posesif terhadap Rania karena mereka sudah menerima kehadiran Rania dan tidak ingin kehilangan dia. bahkan Richard serta kedua putranya mengutus banyak bodyguard untuk selalu berada di samping permata mereka selama 24 jam.
awalnya Rania protes dengan sifat posesif keluarga tapi dengan lembut Rachel menjelaskan kepada Rania bahwa itu demi kebaikanmu nya karena mereka tidak ingin melihat Rania seperti kemarin saat di rumah sakit.
pagi hari
"di mana Rania mih?"tanya Regan
"seperti nya dia masih tidur"ujar Rachel
"baiklah aku akan me"ucapan Regan terpotong sebab Rehan menyela
"biar aku yg membangunkan ny"ucapnya dengan nada datar dan langsung Pergi tanya mendengar jawaban mereka
kamar Rania
tok
tok
tok
Rehan sudah mengetuk pintu kamar ny 3 kali dan tidak ada balas yang di dapat kan ny
"Abang masuk ya sayang"
ceklek ( suara pintu di buka)
pertama kali yang di lihat Rehan adalah Rania yang masih betah di kasurnya dengan selimut yang membungkus tubuhnya.
Rehan pun berjalan ke arah Rania
"sayang"panggil Rehan dengan lembut di sertai elusan lembut di kepala Rania
"humm"
"ayo bangun, kamu sudah di tunggu di bawah"
"jam 7, segeralah datang ke bawah"
lalu rehan meninggalkan kamar rania tidak lupa dia mengecup singkat kening rania
...----------------...
...----------------...
tak
tak
tak
terdengar suara langkah kaki cepat yang begitu nyaring di telinga dan mereka semua langsung mengalihkan pandangannya
"BERHENTI RANIA RAJENDRA!" bentak kepala keluarga itu, siapa lagi jika bukan Richard
seketika Rania menghentikan langkahnya dan diam di tempat
"kenapa kamu turun dari tangga sementara ada lift yg bisa kamu gunakan?!"tanya Richard dengan nada dingin
"maaf papi,Rania bosan menggunakan lift dan ingin mencoba lewat tangga"jawab Rania dengan gugup dan jarinya yg di mainkan pertanda dia takut
"bagaimana jika kamu jatuh dari tangga? atau kamu kecapean?"ucap rehan dengan nada datar
"Rania janji tidak akan menggunakan tangga lagi hikss"runtuh sudah pertahanan Rania yang ingin menahan air matanya
" sudahlah sebaiknya kita segera makan "ucap Rachel yang menenangkan keadaan
"ayo sayang duduk di sini "ajak Rachel pada rania
dan mereka pun makan dengan tenang, tanpa ada obrolan atau percakapan karena itu memang sudah menjadi peraturan yang di tetapkan sejak dulu bahwa di larang berbicara saat sedang makan karena itu di anggap tidak sopan.
skipppp
Richard,Rehan dan Regan sudah pergi ke kantor.sebelumny mereka sudah berpamitan kepadanya Rachel dan Rania. tidak lupa Richard dan Rehan meminta maaf kepada Rania karena sudah membentak nya tadi dan mereka bilang itu refleks karena mereka sangat mengkhawatirkan Rania dan tidak ingin Rania kecapekan karena turun lewat tangga.
2 bulan yang lalu Regan sudah menyelesaikan kuliah nya dan dia langsung di tempat Richard untuk mengurus anak perusahaan nya dan Regan pun menerimanya karena dia sudah tau bahwa itu adalah tugasnya dan dia juga ingin membantu beban yang di pikul oleh Abang dan papih nya.