
17 tahun kemudian
pagi yang cerah untuk menyambut hari yang baru
tak terasa pernikahan yang di jalani Adel dan Alex sudah mencapai belasan tahun.
banyak nya permasalahan dan lika liku perjalanan hidup yang mereka lalui tidak membuat keduanya berseteru tapi malah membuat cinta diantara keduanya semakin kuat.
kisah cinta mereka juga menjadi panutan untuk orang sekitar mereka terlebih pada anak-anak mereka yang melihat bahwa kedua orang tuanya itu adalah pasangan cinta sejati
🌺🌺
''selamat pagi sayang, cup"sapa Alex mesra dan mencium sekilas pipi Adel karena Adel sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi
"selamat pagi juga sayang,cup"balas Adel yang juga mencium sekilas pipi Alex dan kembali sibuk dengan pekerjaan nya
"anak-anak Belum bangun yang?"tanya Alex
"aku tadi udah bangunin mereka mungkin sekarang lagi siap-siap ke sekolah"jawab Adel tanpa melihat suaminya
"hmm"
tak
tak
tak
suara sepatu yang menggema di masion itu pertanda seseorang yang turun dari tangga
"selamat pagi mommy Daddy"ucap seorang gadis dengan ceria tidak lupa senyum yang tidak lepas dari wajah nya
"pagi sayang"ucap kedua orang tua Gadis itu
"kamu pagi-pagi sudah ceria tidak seperti orang yang di belakang mu sangat datar"sindir Alex
"tentu dong dad"balas nya
sedangkan yang di sindir tidak sakit hati karena itulah faktanya bahwa dia selalu berwajah datar dan dingin kecuali dengan sang ibu nya
"sudahlah, sekarang mari kita sarapan ayo duduk dad,Manda,dan kamu juga Rian sayang"ucap Adel sambil tersenyum manis pada putra dinginnya itu
"iya mom"balas Rian sambil tersenyum tipis pada sang mommy
mereka pun makan dengan tenang
dan ini sudah menjadi rutinitas yang dilakukan mereka sebelum beraktivitas yaitu makan pagi bersama dengan tenang
skip
"mom dad kami berangkat ya"pamit anak kembar itu
"iya hati-hati bawa mobilnya dan kerjakan ujian kalian dengan sungguh-sungguh"pesan Adel
"iya mom"
"kalian tidak berangkat bareng Aurel dan Azmi?"tanya Alex
kenapa Alex bertanya begitu karena memang sudah sejak dulu mereka berangkat dengan Aurel dan Azmi jika tidak ada pemberitahuan ingin berangkat sendiri dan juga mereka itu tetangga ya
mereka memutuskan untuk tinggal berdekatan semenjak mereka memiliki anak
"aku akan pergi dengan Aurel dad"ucap Rian dengan datar
"aku dengan Azmi mom"
"baiklah"angguk Adel
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ting
tong
suara bel berbunyi
pelayan pun membuka pintu
"selamat pagi tuan Rian, silahkan masuk"ucap pelayan itu dengan sopan.
"hmm"
lalu dia masuk ke dalam Masion yang tidak kalah megah dari dia
"son kamu sudah datang"ucap Rio
ternyata Rian sayang ke Masion Rio dan sintia
"selamat pagi dad"ucap Rian lalu menyalim Rio
"pagi,kamu ingin menjemput Aurel ya?"
"iya dad"
kenapa Rian memanggil Rio Daddy karena Rio sudah menganggap Rian anaknya juga begitu juga dengan yang lain
"dia sedang sarapan, apa kamu sudah sarapan?"
"sudah dad"
"baiklah kami duduk saja dulu di sini tapi Daddy tidak bisa menemani mu karena sekarang Daddy ada rapat penting di kantor"
"iya dad ga papa Daddy pergi aja ke kantor"ucapnya lalu menyalim Rio
"baiklah titip Aurel ya"
"ya dad"
Rio pun pergi ke kantor
5 menit kemudian
akhir yang di tunggu datang juga
"apa kamu sudah lama menunggu ku?"tanya Aurel
"belum"
"hmm,mari kita berangkat sekarang nanti terlambat pula"ajak Aurel
tanpa menjawab Rian langsung berjalan lebih dulu dibanding Aurel