The Queen Mafia

The Queen Mafia
111



"Aku tahu kamu tidak mencintaiku kamu hanya menganggapku sebagai sahabat mu juga aku tahu siapa yang kamu cintai tapi dia bisakah kamu membuka hati untukku biarkan ku masuk kedalam hatimu beri aku kesempatan"ucap Alex pada Adel dan terus memandangnya bahkan tangannya saja tidak lepas dari tangan Adel


"tapi jika memang kita berdua tidak sama-sama cocok maka aku akan melepaskanmu dan tidak kah kamu ingin mewujudkan permintaan mamamu"


"huff baiklah aku akan memberikanmu kesempatan untuk mendapatkan hatiku tapi jika suatu saat aku tetap tidak bisa mencintaimu harap kamu tidak akan tersakiti dan kecewa padaku"


"sebab aku dari awal memang tidak ingin mengecewakan mu dan memilih tidak menerima cintamu tapi kali ini berbeda keadaan juga Aku melakukan ini demi mama"


"terimakasih terima kasih telah memberikanku kesempatan"ucap Alex riang


"hmm ayo kita masuk"ajak Adel


mereka berdua pun kembali ke ruang tamu


"bagaimana Adel?"


"Adel setuju tante"


"syukurlah Tante pikir kamu nggak setuju"


"baiklah saat ini Tante membicarakannya sampai sini dulu setelah ini Tante akan mengabari kamu untuk kelanjutan hubungan ini"ucap Kania lalu berdiri


"baiklah jeng kania mari saya antar ke depan"ucap Sinta Ramah


"ya jeng Sinta"jawab kania tak kalah ramah


lalu mereka berdua pun berjalan ke arah pintu keluar


"aku pamit ya Del"ucap Alex


"hati-hati Lex"


"ya"


setelah kepergian mereka Adel pun kembali duduk dan memikirkan apakah keputusan ini sudah benar apa belum


"sayang"ucap Sinta


"apa kamu terpaksa menerimanya"


"tidak mom"elak Adel


"mommy tahu kamu terpaksa menerima ini sebab ini adalah permintaan terakhir Mama kamu tapi yang kamu lakukan sejauh ini sudah benar"


"sudah seharusnya kamu menata kembali hati kamu dan membiarkan seseorang mengisi ruang kosong yang ada di hati kamu walaupun ruang itu sudah terisi dengan nama varo tapi dia sudah pergi dan Kalian juga berbeda alam sayang"jelas Sinta lembut


"kamu bisa perlahan-lahan melupakan varo dan nantinya kamu juga akan terbiasa dengan kehadiran Alex"


"baiklah jika kamu tidak ingin melupakan varo tapi setidaknya berikanlah Alex juga ruang dihatimu berikan dia kedudukan yang sangat penting di hatimu dan di kehidupanmu karena dengan itu mamamu pasti akan senang dan bahagia melihat kamu mewujudkan permintaannya Dan ya apa yang dilakukan Mama itu adalah untuk yang terbaik bagi kehidupan kamu karena sejatinya orang tua tidak akan membuat hidup anaknya hancur dan tidak bahagia"jelas Sinta pada Adel


"kamu ngerti kan sayang maksud Mommy"


"Iya mom Adel ngerti"


"apa mommy setuju jika Adel bersama dengan Alex"


"mommy Setuju kok sebab yang mommy lihat Alex adalah pria yang tepat untuk kamu"


"ya mom kalau gitu Adel mau ke kamar dulu mau ngerjain tugas kantor"pamit Adel pada Sinta


"ya sayang silakan tapi jangan sampai kamu berlarut-larut dalam bekerja"nasehat Sinta


"ya mom cup"ucapnya lalu mencium pipi Sinta


lalu adel pun pergi ke kamarnya sedangkan Sinta pergi menonton tv


kamar Adel


"apa keputusanku sudah benar untuk menerima Alex jujur aku masih ragu tapi aku juga enggak mau ngecewain mama dengan menolak permintaan terakhirnya semoga pilihan Ku tidak salah"


"varo aku sadar saatnya saat ini aku sudah melepaskan tapi aku tidak bisa rasa cintaku terlalu dalam ku harap kamu tidak marah dan benci padaku sebab aku mengambil keputusan untuk membiarkan Alex masuk ke dalam hatiku juga jika kamu setuju dengan keputusan aku ku mohon doakan yang terbaik untukku "batin Adel