The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



keesokan harinya


setelah dia menandatangani kontrak


dia langsung melakukan pemotretan.


fotografer tidak perlu lagi mengajarkan gaya yang sesuai dengan tema mereka karena tanpa di ajari Aurel sudah paham dan mereka semua sangat senang bekerja dengan Aurel.


selain pekerjaan nya lebih cepat dari biasanya juga Aurel Sangat ramah terhadap para pekerja dan itu membuat mereka nyaman bekerja dengan aurel,mereka juga semakin mengagumi sosok seorang Aurel.


''apakah pemotretan nya sudah selesai?''tanya Liam pada sang photografer


''sudah tuan karena nona Aurel langsung mengerti bagaimana posenya saat saya memberitahu tema ini"


"hmm, setelah ini katakan pada nona Aurel untuk datang ke ruang CEO sebab tuan Rian ingin bertemu dengan nya"


"baik Tuan"


...****************...


"nona tadi tuan Liam memberitahu saya agar nona datang ke ruang CEO sebab beliau ingin bertemu"ucap photografer


"baiklah, terimakasih"kata aurel sambil tersenyum tipis


"iy,nona"


.


.


.


.


"silahkan nona,tadi tuan berpesan jika nona sudah datang langsung di suruh masuk"ucap sekretaris Rian


"iya"


Aurel pun masuk ke dalam ruangan CEO dengan perlahan,dia tidak berpikir negatif karena dia tau CEO itu meminta bertemu sebab saat aurel tandatangan dia tidak ada menyaksikan dan mungkin beliau ingin bertemu dan berbicara seputar pekerjaan yang akan di lakukan aurel nanti


"permisi tuan"ucap Aurel pada sang CEO yang sedang membelakangi nya itu dan menghadap jendela


dia pun berbalik secara perlahan


Aurel sangat terkejut mengetahui siapa CEO tempat dia bekerja hingga dia mundur selangkah dari tempat nya berdiri


"r rian"ucap Aurel terbata-bata


"iya ini aku,kenapa terkejut?"tanya Rian datar dan aurel tidak menjawab sebab dia sedang berusaha mengendalikan diri nya


"tidak"jawab aurel tidak kalah datar dan Rian tersenyum sinis mendengar Jawaban Aurel


"kenapa lo yg CEO di sini?"tanya aurel dingin


Rian sangat tidak suka dengan aurel yang menggunakan kata Lo gue pada dirinya


"ini memang perusahaan ku"ujar Rian dingin


"apa Lo sengaja menjebak ku!!"bentak aurel


Rian pun menaikkan alisnya pertanda dia tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti


"jangan berpura-pura! gue akan keluar dari perusahaan ini sekarang juga!"tegas aurel dan berbalik hendak meninggalkan Rian


"silahkan,tapi kau tau konsekuensinya!"ucap Rian Santa


dan langkah aurel pun terhenti


"di sana tertulis dengan jelas jika sang model memutuskan kontrak secara sepihak maka CEO berhak memberikan konsekuensi apapun tanpa penolakan dari sang model!"


"dan aku sudah membuat konsekuensi yang harus kau terima yaitu kau dan keluargamu harus mengabdikan seluruh hidup Kalian untuk ku dan aku berhak mengatur segalanya tanpa menerima protes.jadi jika aku ingin kalian menjadi babu ku maka Kalian harus mau hingga tiba waktunya kontrak itu habis''


Aurel pun mengepalkan tangannya atau ternyata dia sudah dijebak dalam-dalam oleh Rian. dia yang tadinya ingin keluar dari perusahaan tersebut tidak jadi sebab dia masih memikirkan keluarganya yang harus menanggung semua ini


"diam mu ku anggap setuju!!"


"aku tidak jadi keluar dari perusahaan mu"aurel pun lebih mementingkan keluarganya dibandingkan egonya


"pilihan mu Sanga tepat"ucap Rian sambil tersenyum misterius tentu saja tidak dapat di lihat oleh aurel sebab dia membelakangi Rian


"apa kau tidak rindu kepada ku?"tanya Rian


"cih, untuk apa aku rindu pada mu? ingat kita tidak sedekat itu hingga aku harus merindukan mu"ucap aurel pedas Lalu Pergi dari ruangan Rian