The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



setelah aurel dan William pergi bunda Dinda pun berbicara


"apa kalian tau? saat pertama kali aku bertemu dengan Aurel,aku melihat dari pancaran matanya bahwa dia merindukan sosok seorang ibu,lalu aku langsung memeluknya dengan saat erat dan berkata "anggap aku ibumu"


dan saat itu juga Aurel menangis tersedu-sedu.aku bertanya padanya, mengapa kamu menangis nak? dan dia menjawab "aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang ibu walau aku mempunyai nya".di situ lah aku merasa sedih bagaimana dia yang mempunyai seorang ibu tapi tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu selama dia hidup di dunia ini.hingga aku memutuskan untuk menjadikan dia anakku dan memberikan semuanya yang tidak pernah di dapatkan dari ibu kandung nya"


"dan di sini aku tegaskan jangan mengganggu kehidupan nya lagi! karena dia sudah bahagia dengan kami,aku bukan ingin menjauhkan nya dari kalian tapi kalianlah yang menjauh darinya hingga saat ini dia Sulit di gapai.dan jika kalian mempunyai rasa penyesalan berusaha lah untuk mendapatkan maaf dari nya karena aku tidak akan pernah menghalangi nya"ucap bunda Dinda lalu keluar dari masion di ikuti oleh ayah Bima


...----------------...


...----------------...


setelah kepergian keluarga Wilson dan Aurel, akhirnya Sintia sadar bahwa dia lah yang menjauhkan dirinya dari putri kandung nya hingga saat ini putri nya tidak membutuhkan dia lagi.bahkan aurel sudah memiliki seorang ibu yang bisa memberikan segalanya untuk putrinya yg tidak pernah di berikan Sintia untuk Aurel.seprti:kasih sayang seorang ibu, perhatian,cinta seorang ibu pada anaknya dll.


"hiks hiks aku sendiri yang menjauhkan dia dari ku dan sekarang aku sudah kehilangan nya😭"tangis Sintia


"mommy"Baby pun memeluk Sintia dan ikut meneteskan air mata


"ini semua karena mu,jika saja kau bisa memberikan kasih sayang seorang ibu kepada Aurel dan lebih mementingkan nya dari apapun,hari ini dia tidak akan pergi meninggalkan ku dan meninggalkan mu!"hardik Rio emosi


"hiks hiks yang di katakan oleh Rio itu benar.aku bukanlah ibu yang baik,aku bahkan tidak bisa memberikan apa yang di inginkan anakku dari ku hiks hiks"ucap sintia sambil memukul-mukul kepalanya hingga adel dan Sisi pun harus menahan tangan Sintia agar tidak menyakiti dirinya sendiri


"kau memang salah Tia,tapi kau bisa meminta maaf pada Aurel dan ajak dia untuk membangun hubungan baru juga untuk menebus semua kesalahan yang kau perbuat padanya"ucap Adel bijak


''yang di katakan Adel itu benar Tia, temui lah Aurel bagaimana pun kau itu ibunya dan pasti dia akan memaafkan mu walau agak sedikit lama tapi kau harus maklum, karena luka yang kau berikan padanya tidak dapat sembuh dengan cepat"ucap sisi dan di akhiri dengan sindiran karena dia juga cukup geram pada Sintia,sebab aurel itu keponakan nya dan dia kecewa pada Sintia sahabatnya ini yang selama ini menyia-nyiakan Aurel


...----------------...


...----------------...


selama di perjalanan bunda Dinda terus memeluk Aurel dan mengucapkan kata-kata yang menguatkan Aurel sampai akhirnya aurel lelah setelah menangis dan ketiduran dalam dekapan bunda Dinda.


"nak, angkatlah Aurel dan letakkan di kamar nya"ucap ayah Bima


"iy yah"


hari itu pun di lewati mereka semua dengan kesedihan.