
Lima menit kemudian
Rio pun melepaskan ciumannya
lalu para tamu undangan bertepuk tangan.
setelah sesi pengucapan janji suci dan berciuman selesai tamu undangan diperbolehkan untuk mengucapkan selamat untuk pengantin.
para sahabat dan keluarga mulai naik ke atas panggung dan mengucapkan selamat untuk sintia dan Rio dan dilanjutkan oleh tamu yang telah diundang.
mereka yang sudah mengucapkan selamat untuk pengantin diperbolehkan untuk memakan hidangan yang telah disiapkan.
"kamu tunggu lah di sini aku akan mengambilkan makanan untukmu!"ucap Bastian pada sisi
"baiklah"kata Sisi yang duduk disebelah Adel
sedangkan Adel dan Alex Sudah dari tadi makan tentu saja dipersiapkan oleh Alex sendiri.
akhirnya setelah dari pagi hingga malam pesta diselenggarakan dan sekarang acara ini sudah selesai. para tamu juga sudah berpulangan
"malam ini kita tidak akan langsung pulang tetapi kita akan menginap terlebih dahulu di hotel. apakah kamu keberatan sayang?"tanya Rio pada Sintia
"tidak,aku juga sudah sangat lelah dan ku rasa menginap di hotel ini adalah pilihan yang baik daripada kita pulang dan akan memakan waktu lagi. juga aku sudah tidak sanggup untuk menunggu istirahat. kakiku juga sudah sangat pegal berdiri dari tadi menyambut Para tamu!"ujar Sintia
"apa kamu masih bisa berjalan? atau aku akan menggendong mu sampai ke kamar?"
"tidak perlu, karena aku masih sanggup berjalan jika ke kamar"
"hmm"
mereka berdua pun berjalan meninggalkan aula dan pergi ke kamar hotel yang telah dipesan.
kamar yang dipesan juga tidak main-main mereka langsung memesan kamar VVIP untuk menghabiskan malam ini atau juga bisa disebut malam pertama mereka.
Saat Rio membuka kamar mereka menggunakan kartu yang mereka dapat dari pihak resepsionis Sintia terkejut dengan dekorasi kamar itu lalu dia melihat ke arah Rio
"aku yang memintanya sayang! karena ini adalah malam pertama kita dan Aku juga ingin suasana yang romantis"kata Rio yang mengerti pikiran Sintia tentang siapa yang melakukan ini semua
Sintia dan Rio pun masuk ke dalam kamar
"Aku ingin mandi terlebih dahulu apakah boleh?"tanya sintia tanpa melihat Rio karena dia masih malu
"ya boleh"
tanpa menjawab Sintia pun segera masuk ke dalam kamar mandi
Sintia sudah selesai mandi tetapi dia tidak keluar dari kamar mandi karena dia bingung harus memakai apa sebab dia tidak membawa pakaian apapun
ya tidak mungkin memakai kembali gaunnya karena gaun nya sangat berat dan juga sudah basah
akhirnya dia memakai bathrobe yang sudah disiapkan oleh pihak hotel yang diletakkan di kamar mandi
ceklek
dia pun membuka pintu kamar mandi secara perlahan.
tepat saat ia hendak melangkah Rio pun melihat ke arah nya
mereka pun saling pandang beberapa menit lalu memutuskan pandangan
Sintia tidak sadar bahwa Rio berjalan ke arahnya dan saat ini dia sudah di depan Sintia
mereka pun kembali bertatapan lalu Rio menarik pinggang Sintia mulai ******* dan ********** dengan lembut Sintia juga membalas nya
dengan perlahan-lahan Rio membawa Sintia ke tempat tidur tanpa melepaskan **********
hingga tiba saatnya Rio melakukan intinya.
Sintia yang tidak bisa teriak akibat ********* yang dilakukan Rio akhirnya meneteskan air matanya
Rio yang melihatnya itu segera menghapus air mata Sintia dan mulai menggerakkan nya dengan perlahan agar Sintia tidak merasa kesakitan.walau dia merasa sakit setidaknya tidak akan sesakit tadi
mereka pun melakukannya hingga menjelang pagi.