The Queen Mafia

The Queen Mafia
131



"kamu tau saat kamu tertawa tadi aku merinding"ucap Alex saat mereka sedang berdua


"kenapa?"


"karna kamu terlihat seperti seorang iblis"ucap Alex dengan polos


"Haha"bukan nya marah Adel malah tertawa karena ucapan Alex yang jujur


"aku memang seperti itu jika sudah menyangkut masalah mafia dan aku tak kan segan-segan untuk menghancurkan dan menghabisi seseorang yang sudah berani menggangu ku karena dalam hidup ku itu lebih baik kita yang menghabisi dari pada kita yang di habisi"ucap Adel dengan nada datar


"aku setuju dengan prinsip hidup mu karena di dunia ini siapa yang lebih kuat dan berkuasa maka dia yang akan menang"ujar Alex


...----------------...


...----------------...


dua hari kemudian


hari ini adalah hari yang sudah ditentukan oleh adel bahwa mereka akan menyerang mafia 3 dan 4 secara bersamaan


kenapa secara bersamaan?


padahal letak markas mereka berdua berbeda tempat


karena adel mendapatkan informasi dari mata-matanya bahwa saat ini musuh mereka sedang berkumpul di markas mafia ke 3


jika sang ketua Sudah mati otomatis anak buah mereka akan ikut dengan pihak yang menang


oleh karena itu Adel memutuskan untuk menghancurkan ketua nya dan markas mereka karena pada akhirnya seluruh anak buah musuh nya akan bergabung dengan mafia nya


"apa kau sudah meletakkan bom itu di tempat yang benar?"tanya adel pada Reza


"sudah Queen saya hanya Tinggal menunggu perintah anda untuk menghidupkan bom tersebut"...


"kita akan menghidupkan bom tersebut nanti setelah ketua mereka mati di tangan saya😏"


"baik Queen"


"sayang apa aku boleh ikut kamu?"tanya alex


"boleh tapi kamu jangan sampai mengganggu waktu bermain-main ku"pesan adel


"iya sayang aku tidak akan menggangu waktu mu aku hanya akan menjaga agar kamu tidak terluka sama sekali"ucap Alex...


skip....


Adel,Alex,Reza serta anak buah nya sudah berada di depan tempat di mana Adel akan bermain-main


"berikan tembakan untuk mengucapkan salam pada mereka"ucap Adel dengan nada dingin


"baik Queen"ucap Reza lalu menyuruh anak buahnya untuk melaksanakan perintah Adel


dor


dor


dor


3 tembakan di luncurkan


"ayo kita masuk!"


sedangkan situasi di dalam sangat kacau


saat mereka mendengarkan suara tembakan mereka kalang kabut mengambil senjata dari ruang penyimpanan


kembali ke Adel


semua orang yang menghalangi Adel masuk dengan cepat di singkirkan oleh anak buah nya dan tentunya kelompok Adel yang menang


"dia mana ketua mu?"tanya Adel pada salah satu orang yang sudah dihabisi oleh anak buahnya


"di ruangan itu"ucap orang tersebut dengan nada terbata-bata


tanpa menjawab adelpun segera meninggalkan dia dan pergi ke ruangan yang ditunjuk


brak


dalam sekali tendang pintu itu terbuka


orang yang sedang di dalam merasa terkejut dan cepat cepat meraih selimut karena saat ini mereka sedang tidak memakai apapun


"siapa kau?! beraninya kau mengganggu kesenangan kamu!!"


"Aku adalah ajalmu!!"Ucap Adel dengan nada dingin


tanpa basa-basi Adel pun segera menembak mati para jalang


setelah para jalang itu mati Adel pun beralih pada musuhnya


"bukankah kau bertanya aku ini siapa? Aku adalah orang yang kalian remehkan Queen mafia BLACK ANGEL"


mereka berdua pun terkejut ternyata orang yang mereka remehkan selama ini adalah orang yang berkali-kali lipat lebih kuat dari mereka dan tentunya lebih berkuasa


"mengapa Kalian diam? apa kalian sudah mulai menyesal karena telah mengganggu ketenangan ku! hahaha"


"maafkan kami"ucap mereka berdua sambil berlutut di depan Adel


"sayangnya sudah terlambat!"


adapun segera memberikan tembakan bius pada kedua musuhnya yang hanya bertahan 10 menit


10 menit kemudian


saat musuh Adel membuka mata mereka terkejut dengan posisi saat ini


mereka yang terikat dengan rantai dan tidak bisa dilepaskan walau sekuat tenaga mereka memberontak


"kalian ingin lepas dari rantai itu?"


"iya"


"baiklah akan kukabulkan permintaan kalian"


adelpun mengambil pisau kesayangannya


lalu mulai memotong kaki dan tangan mereka setelah itu dia membelah perut mereka lalu mengeluarkan isinya


teriakan demi teriakan keluar dari mulut orang yang sedang siksa Adel tetapi Adel menghiraukannya dia menganggap itu adalah suatu lagu yang sangat enak didengar ya itu jeritan kesakitan


dan yang terakhir dia pun menembak tepat di jantung mereka


...****************...


terima kasih kepada semua para pembaca yang telah setia menunggu karya athor untuk update kembali


pada saat ini athor menyempatkan diri untuk update karena athor memikirkan para readers yang selalu menunggu kelanjutan dari cerita ini dan kemungkinan athor akan kembali update jika ada waktu senggang


dan setelah athor selesai ujian maka athor akan kan crazy up