The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



keesokan paginya


Aurel bangun dari tidurnya,cukup lama dia termenung menatap kosong ke depan,dia kira semua yang terjadi kemarin itu adalah sebuah mimpi tetapi ternyata tidak.


rasanya Aurel ingin sekali pergi meninggalkan semua beban yang selama ini di tanggung nya tetapi dia tidak bisa.


tok


tok


tok


suara pintu diketuk tetapi Aurel Sama sekali tidak bergeming


krekk


suara pintu terbuka dan masuklah William


"kenapa kamu melewatkan makan pagi mu sayang?"tanya William lembut sambil mengelus kepala Aurel


"Aku lelah"ucap Aurel lirih


"abang tahu, kemarilah"ujar William lalu membuka kedua tangannya agar Aurel memeluknya


"hiks hiks Aku ingin kembali saja bang"pinta Aurel didalam pelukan


"bertahan lah sekali lagi setelah kamu tidak sanggup lagi Abang yang akan membawa kamu ke tempat yang membuat kamu tenang"


...----------------...


...----------------...


"apa hubungan Aurel dengan William?"tanya rian pada orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya Liam


"menurut informasi yang saya dapatkan, nona Aurel dan Tuan William sudah cukup lama dikabarkan dekat dan menjalin hubungan"


"apakah informasi ini bisa dipercaya?"tanya Rian dingin dan sebisa mungkin menahan emosi yang akan meledak


"informasi ini belum pasti tuan, sebab dari kedua belah pihak tidak ada yang membenarkan hal tersebut juga tidak ada yang membantah."


"hmm, pergilah"perintah Rian menyuruh Liam keluar dari ruangannya


prang


prang


Rian meninju berapa kali kaca di toilet ruangannya untuk melampiaskan amarahnya.


"dia memiliki kekasih!!"


"tidak bisa!! Aurel hanya milikku Saja!!"ucap Rian pada dirinya sendiri


"aku akan memusnahkan semua hal yang menghalangi aku mendapatkan Aurel. termasuk jika harus berurusan dengan William dan aku tidak akan segan-segan menghancurkan nya!!"ujar Rian dengan penuh penekanan


"jangan sampai mommy tau apa penyebab aku terluka!"ucap Rian dengan datar setelah Liam selesai mengobati luka ku


"baik Tuan"jawab Liam tak kalah datar tapi sopan


.


.


.


"apa yang akan kamu lakukan sekarang sayang?"tanya bunda Dinda


"Aurel akan menandatangani kontrak dengan perusahaan yang akan merekrut aurel menjadi model pada perusahaan ny Bun"


"apa perlu Abang temani?"tanya William


"tidak perlu bang,karena aku akan pergi dengan kak nisa"ujar aurel


"baiklah,tapi jika terjadi sesuatu atau kamu memerlukan bantuan Abang segera hubungi ya"


"iya bang, Aurel permisi ke kamar mau siap-siap dulu"pamit nya


"iya sayang"jawab mereka


kamar aurel


Aurel pun bersiap-siap dengan pakaian yang di rasa nyaman digunakan nya.


jika para model lainnya akan menampilkan kecantikan wajah dan tubuhnya, maka Aurel tidak karena dia hanya akan menggunakan hal yang membuat dia senang walau itu sederhana.


itulah salah satu poin yang membuat Aurel disukai oleh banyak orang. dia asli apa adanya bukan ada apanya, dan tidak seperti orang lain yang memperlihatkan kepura-puraan.


tak


tak


tak


suara bunyi langkah kaki seseorang orang yang turun dengan cepat dari tangga


''bun,yah,bang Aurel pergi ya"ucap Arel berpamitan Sambil menyalam


"iya nak hati-hati"


...----------------...


sampainya di perusahaan tempat Aurel akan bekerja sama semua para karyawan menatap Aurel mereka terpesona dengan kecantikan Aurel yang sangat natural.


Aurel yang sudah biasa ditatap seperti itu hanya melemparkan senyuman tipis kepada semua orang