
seluruh keluarga sudah menunggu kedatangan aurel ke Masion.
bahkan Masion sudah di dekorasi sangat bagus untuk menyambut kedatangan Aurel yang sudah sejak lama tidak berjumpa.
setelah mereka menunggu cukup lama akhirnya terdengar suara mobil yang perlahan masuk ke dalam Masion.
Aurel pun segera turun dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk Masion keluarga nya.
Ding dong
di pencetnya bel Masion
pelayan pun membukakan pintu dan seluruh pembantu di Masion itu menunduk dan berbaris untuk menyambut kedatangan nona mereka.
semua para pelayan terkagum-kagum melihat wajah Aurel yang semakin cantik setelah 5 tahun tidak berjumpa
"selamat datang nona"ucap para pelayan bersamaan dan Aurel hanya menanggapinya dengan senyuman tipis bahkan hampir tidak terlihat
Aurel pun melangkahkan kakinya dan mulai memasuki Masion. hingga dia sampai di ruang tamu dan melihat semua orang yang berkumpul.
Rio berjalan di mana saat ini Aurel sedang berdiri tidak jauh darinya.
grepp
sebuah pelukan yang begitu hangat juga mengandung rindu yang sangat besar. Rio memeluk putrinya dengan sangat erat, bahkan dia sampai meneteskan air mata sangking rindunya pada Putrinya ini.
"Daddy merindukan mu sayang"ucap Rio dengan lembut
"Aurel juga merindukan Daddy" lalu mereka melepaskan pelukannya
setelah itu Aurel pun berjalan ke arah Sintia, Sintia yang mengira bahwa Aurel akan memeluk dirinya segera membuka tangannya.saat sudah dekat...
grepp
Aurel malah memeluk Adel yang berada di samping Sintia
"sayang,mommy sangat merindukan mu"ucap Adel sambil mengelus rambut Aurel
"Aurel juga mom"ucap aurel dalam pelukan Adel
"apa kau tidak merindukan mommy nak?"tanya Sintia pada aurel lalu langsung memeluknya
Aurel tidak menjawab pertanyaan Sintia juga tidak membalas pelukan sintia.dan Sintia sangat sedih melihat tingkah laku anaknya yang tidak merindukan nya sama sekali
Rian sangat ingin memeluk Aurel saat ini tetapi Aurel seperti tidak ingin bersentuhan dengan Rian, sedangkan dengan baby, aurel merasa tidak kenal dengannya walaupun dia sudah tau bahwa baby adalah anak angkat di keluarga nya tetapi dia bertingkah seolah-olah tidak tau apapun.
"dad siapa perempuan itu?"tanya Aurel menunjuk baby
"ah,dia adalah adik angkat mu sayang"belum sempat Rio menjawab tapi Sintia terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang di lontarkan Aurel
"mengapa aku tidak tau?"
"kami sudah mencoba menghubungi mu sayang tapi kamu tidak ada kabar sama sekali dan kami memutuskan akan memberitahu mu saat kamu sudah kembali ke sini"jelas Sintia lalu baby mendekati Aurel bermaksud ingin memeluknya
tapi aurel menghalangi nya dengan berkata
"kita tidak sedekat itu, hingga kau ingin memeluk ku!"ucap aurel dengan datar dan membuat Baby menciut untuk memeluk nya
baby menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu dengan aurel.lalu dia mengulurkan tangannya
"hai kak,aku baby adik angkat mu😀"ucap baby dengan ceria
Aurel memandang tangan baby beberapa saat sebelum akhirnya dia membalas jabatan tangan itu
"Aurel"ucap nya dingin dan suasana menjadi canggung
"ehmmm"deheman Rio untuk memecahkan keheningan
"sayang mari kita makan malam"ajak Rio dan semua orang pun pergi ke ruang makan
meja makan
Sintia sangat antusias mengambilkan makanan untuk aurel, tetapi dia bingung sebab dia tidak tau makanan kesukaan Putri nya itu
"sayang kamu ingin makan apa?"tanya Sintia pada aurel
"tidak perlu repot-repot mom, karena aku tidak makan semua ini"jawab aurel dengan nada datar
"lalu kamu makan apa nak?"tanya Rio dan semua orang penasaran
"aku makan.."ucap aurel terpotong karena salah satu pelayan berbicara
"permisi nyonya ini ada paper bag untuk nona aurel"ucap pelayan itu sopan