
pagi hari tiba
matahari mulai muncul dan naik ke permukaan
Rio yang terlebih dahulu bangun tidak langsung bergegas dari tempat tidur.
dia memilih untuk memandangi wajah istrinya yang sedang tidur nyenyak...
Sintia yang terusik dengan cahaya matahari akhirnya mulai membuka matanya dan bangun dari tidurnya.
pertama kali ia menangkap bahwa Rio sedang memandangi dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan...
karena tidak bisa menebak apa arti tatapan itu akhirnya Sintia memberikan sapaan pagi pada suaminya itu...
"selamat pagi suamiku"ucap Sintia dengan tersenyum
"selamat pagi juga istriku"balas Rio dengan tersenyum lebar
"apakah kamu masih lelah?"tanya Rio pada Sintia karena melihat dirinya yang sedang menguap
"humm ya aku masih mengantuk"ujar Sintia
"Sekarang kita akan mandi lalu makan sarapan pagi setelah itu kita akan kembali ke kediaman manik dan di sana kamu bisa melanjutkan tidur mu!"perintah Rio dengan nada datar dan tidak dapat dibantah...
mendengar perkataan Rio dengan nada datar Sintia pun menurut.karena jika Rio berbicara padanya dengan nada datar atau dingin artinya dia tidak ingin perkataannya dibantah atau diprotes..
Rio yang tahu bahwa sintia tidak akan bisa berjalan langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi...
1 jam kemudian akhirnya mereka siap mandi...
sebenarnya mereka hanya membutuhkan waktu paling lama mandi adalah 30 menit tetapi Rio yang tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya dan memutuskan untuk memakan Sintia di kamar mandi...
saat mereka sudah selesai mandi Rio ingin menggendong kembali Sintia tetapi Sintia menolak nya dan memilih untuk berjalan...
Rio pun keluarga dengan senyum yang menghiasi wajah datar nya sedangkan Sintia keluar dengan wajah lelah dan jalan dengan sedikit pincang...
mereka pun langsung memakan makanan yang sudah disiapkan oleh pihak hotel dengan tenang...
kediaman Malik
"ah menantu ku sudah pulang"kata nyonya Malik
"iya mom"jawab Sintia
lalu mereka berpelukan
"bagaimana malam pertama kalian son?"tanya tuan Malik dengan Santai
"lancar dad"jawab Rio tak kalah santai sambil duduk di sofa. sedangkan muka Sintia sudah sangat malu mendengar pertanyaan sang mertua
"baguslah semoga akan segera hadir cucu di sini agar rumah tak sepi"kata tuan Malik
"tenang dad aku akan sering melakukan nya"kata Rio tanpa malu sekalipun
"hahaha"tawa bapak dan anak itu
"Sudah cukup kalian membahas itu. tidakkah kalian lihat wajah menantu ku yang cantik ini sudah memerah dari tadi artinya dia malu"kata nyonya Malik dengan galak
akhirnya mereka pun menghentikan tawa mereka sebab sang singa sudah angkat bicara dan mereka tidak ingin mendapatkan hukuman dari sang nyonya
"mom aku akan mengantar istri ku ke kamar dulu"kata Rio
"baiklah,antar menantu ku ini ke kamar mu karena dari yang aku lihat dia masih sangat lelah"kata nyonya Malik
"ya mom"balas Rio
"mom kami ke kamar dulu ya"pamit Sintia dengan sopan
"pergilah menantu ku dan istirahat" jawab nyonya Malik
"humm"
Rio pun mengandeng tangan Sintia dan mereka menaiki lift untuk menuju kamar Rio yang berada di lantai 3 dan mulai sekarang kamar itu akan menjadi kamar mereka berdua