The Queen Mafia

The Queen Mafia
140



sisi yang tidak ingin memutuskan sendiri memilih bertanya dengan Bastian


''bas!"panggil sisi


"hmm"


"apa kamu sudah tidur?"


"blom, kenapa?"


"aku ingin bertanya sesuatu"


"katakanlah."


"emmm.. anuu yang aku tau dari orang saat malam pertama biasanya pasangan suami-istri akan melakukan itu.tapi kenapa kita tidak?"


Bastian pun bangun dan duduk di ranjang


"kamu ingin tau kenapa aku tidak ingin melakukan hal itu"


"iya"


"aku ingin melakukan itu saat ada cinta yang hadir di hati kita.aku ingin melakukan itu dengan ijin dari mu.walaupun kita pernah melakukan itu untuk membantu mu tapi sekarang beda aku ingin kamu melakukan kewajiban mu saat kamu sudah siap tanpa tekanan apapun.dan jika aku melakukan itu tanpa ijin dari mu kamu akan mengira bahwa aku menikahi mu hanya karena nafsu ku semata dan juga aku menghargai sebagai Isti dan sebagai seorang wanita kamu"ucap Bastian dengan lembut dan menatap sisi dengan lekat


sisi yang mendengarkan ucap Bastian langsung memeluknya


"terimakasih karena kamu menghargai ku sebagai seorang wanita dan istri mu,kamu juga menepis segala pikiran buruk yang ada di otak ku dan kamu mau bertanggung jawab dengan ku"ucapnya dalam pelukan itu


setelah itu mereka pun tidur dan saling berpelukan


...****************...


...****************...


sebulan kemudian


keluarga Mahardika dan keluarga Malik menggelar pesta pernikahan lagi.


seperti rencana awal Sintia dan Rio melaksanakan pernikahan setelah sebulan pesta pertunangan di laksanakan


tapi siapa yang tau takdir bahwa sisi dan Bastian lebih dulu melangkahi mereka yang sudah membuat rencana Dari jauh hari untuk menikah.


publik tidak terkejut dengan pernikahan Rio dan Sintia Karena saat mereka melaksanakan pertunangan mereka memberitahu bahwa mereka akan menyelenggarakan pernikahan sebulan lagi dan inilah hari yang di tunggu-tunggu.


Sintia keluar dari ruang make up didampingi oleh Tuan Mahardika dan nyonya Mahardika. berdua mengantarkan Sintia hingga ke altar


"kuberikan Putri bungsuku kepadamu. Aku cinta pertamanya memberikan dia padamu. jagalah dia seperti aku menjaga nya selama ini, sayangilah dia seperti aku menyayangi dia dengan tulus, cintai dia dengan sepenuh hati seperti aku yang mencintai nya dengan hati yang tulus, jangan pernah kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepadanya atau bermain tangan Jika dia melakukan sesuatu yang membuatmu malu atau murka tetapi nasehatilah dia dengan lembut dan berikan pengertian padanya bahwa apa yang telah dia lakukan itu salah ketika kamu sudah tidak ingin lagi hidup bersama dengan dia kembalikanlah dia seperti ini saat aku memberikannya kepadamu tanpa kekurangan apapun."ucap Tuan Mahardika


"aku akan selalu menjaganya seperti kau menjaga dia sampai saat ini. aku juga akan selalu mencintainya dengan tulus, Aku tidak akan berjanji padamu tapi aku akan membuktikannya. aku akan menasehati dia dengan lembut tanpa melukai hatinya ketika dia melakukan kesalahan dan aku juga tidak akan pernah bermain tangan padanya"ucap Rio dengan tegas


setelah ucapan Rio, Tuan Mahardika pun memberikan tangan dia untuk digandeng oleh Rio dan dibawa ke altar untuk pengucapan janji suci


"baiklah apakah sudah bisa kita mulai pemberkatan pernikahan ini?"tanya pendeta pada Rio dan Sintia


"sudah pendeta"jawab mereka berdua


pendeta pun mulai membacakan doa


setelah selesai membacakan doa pendeta pun meminta Rio mengucapkan janji suci terlebih dahulu


"di hadapan Tuhan yang maha kasih saya Rio malik memilih engkau menjadi istriku saya berjanji untuk setia kepadamu dalam suka dan duka kaya atau miskin di waktu sehat atau sakit saya akan tetap mencintai dan menghormati mu sepanjang hidupku sampai maut memisahkan"


ucap Rio dengan lantang dan tegas


giliran Sintia


"di hadapan Tuhan yang maha kasih saya Sintia Mahardika memilih kau menjadi suamiku saya berjanji untuk setia kepada mu dalam suka dan duka kaya atau miskin di waktu sehat atau sakit saya akan tetap mencintai dan menghormati mu sepanjang hidupku sampai maut memisahkan"ucap Sintia dengan tegas


"silahkan untuk pengantin pria mencium pengantin wanita"ujar pendeta


Rio pun menarik Sintia untuk mendekat padanya lalu mencium bibirnya dengan lembut