The Queen Mafia

The Queen Mafia
122



Bastian pun segera menggendong Sisi setelah ia tiba di apartemennya


setelah password apartemen nya dimasukkan Dan pintu nya terbuka Bastian pun segera membawa sisi ke kamar pribadinya


Bastian yang ingin menghubungi dokter untuk membantu menghilangkan gejala panas dalam diri Sisi tidak jadi karena tiba-tiba Sisi menarik tangan nya dan langsung menciumnya


sekuat tenaga Bastian berusaha lepas dari sisi dan menahan nafsunya karena dia tidak ingin mengotori adik dari sahabatnya itu


setelah berhasil lepas dia pun keluar kamar tidak lupa dia menambah suhu dingin di kamarnya agar sisi bisa bertahan hingga dokter tiba


20 menit kemudian dokter pun tiba


dia pun langsung memberikan suntikan pada sisi tapi itu tidak mempan malah itu membuat nafsu sisi bertambah 2 kali lipat


"maaf tuan seperti nya obat yang saya berikan tidak berguna pada nona"jelas dokter


"jadi apa yang harus saya lakukan agar dia kembali sadar"


"hanya ada satu cara"


"apa itu?"


"dengan berhubungan badan"ucap dokte


Bastian pun terkejut


"apa tidak ada cara lain?"


"tidak ada tuan semakin lama nona menahan gejola itu maka itu bisa menyebabkan kematian"kata dokter


"baiklah terimakasih dok"


"sama-sama tuan,saya permisi dulu"


"iya"


Bastian pun kembali ke kamarnya


dan dia terkejut melihat sisi yang sudah tidak memakai sehelai kain


"tolong aku bas"ucap sisi lirih dan setelah sadar


"kau masih mengingat ku"


"ya kau adalah Bastian sahabat Abang ku"


"apakah aku boleh melakukan nya"


"hmm lakukanlah aku sudah tidak kuat"


"ya aku tidak akan menyesal"ucap sisi cepat


dan saat itu mereka berdua pun menghabiskan malam yang panjang dan kejadian itu lah yang akan merubah hidup mereka


keesokan harinya


saat matahari mulai masuk melalui jendela kamarnya dia pun perlahan membuka matanya dan hal pertama yang dilihat dia adalah Sisi yang tidur disampingnya dengan keadaan tanpa memakai baju dan ditutupi oleh selimut


Bastian pun mengingat kejadian di mana dia dan isi menghabiskan malam yang sangat panjang juga sangat panas saat itu terjadi Sisi yang lebih agresif karena dipengaruhi oleh obat perangsang itu


setelah puas melihat Sisi dia pun bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi


Bastian yang sudah selesai mandi memutuskan untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga sisi


Sisi yang mencium aroma masakan pun mulai terbangun dari mimpinya


awalnya dia terkejut karena dia yang tidak memakai sehelai benang


tetapi dia mengingat semuanya dan dia juga tidak menyalahkan Bastian untuk semua ini


dia pun mencoba berdiri tetapi karena merasakan sakit pada ****** akhirnya dia berjalan secara perlahan


saat Bastian kembali ke kamarnya untuk membangunkan Sisi dia malah menemukan Sisi yang sudah memakai Hoodie dengan panjang sepaha


"lo udah bangun?"tanya Bastian


"hmm,gue pinjam Hoodie Lo"ucapnya sambil menundukkan kepala


"ya sekarang sebaiknya kita sarapan terlebih dahulu"


dan Sisi pun tidak membantah sebab dia juga sudah merasa kelaparan


setelah selesai makan dan membersihkan sisa makanannya mereka pun duduk di ruang tengah


"untuk kejadian kemarin gue minta lo lupain aja anggap kejadian itu tidak pernah terjadi"ucap Sisi yang membuka percakapan


"kenapa?"tanya Bastian yang menaikkan satu alisnya


"karena lo lakuin itu ke gue atas permintaan gue dan lu juga udah bantuin gue dan gue nggak akan minta pertanggung jawaban sama lo"


"gue tidak akan pernah melupakan kejadian itu dan masalah tanggung jawab gue akan sepenuhnya tanggung jawab sama lo karena gue orang yang sudah mengambil hal yang paling penting di hidup seorang gadis"ucap Bastian tegas


"tapi..."ucap Sisi terpotong karena Bastian


"tidak ada tapi-tapian sekarang gue akan mengantar lo kembali pulang tapi sebelum itu kita akan mencari baju yang lebih sopan agar Lo tidak dicurigai oleh keluarga lo dan nanti malam gue akan bawa keluarga gue untuk melamar lo"kata Bastian yang tidak dapat dibantah