
tetapi sebelum dia benar-benar pergi dia berhenti sebentar dan mengucapkan sesuatu
"aku juga tahu bahwa kau mengatakan sesuatu yang membuat dia sakit hati"
"itu juga salah satu alasan dia mengapa dia memutuskan pergi ke Amerika"
"berdoalah agar dia berbaik hati memaafkanmu saat dia pulang nanti"kata Rio
ya Rio sudah tahu tentang ucapan yang dilontarkan oleh Sintia pada aurel saat di rumah sakit.
bagaimana di tahu?
itu semua karena tuan Mahardika yang menceritakan kepada Rio dengan alasan agar rio bisa menasehati Sintia
saat Rio mengetahui cerita itu darahnya langsung mendidih karena dia tidak terima siapapun menyakiti hati putrinya termasuk istrinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah perkataan Rio tadi semua orang pun pamit untuk pulang ke Masion masing-masing
masion keluarga admajaya
"dad"panggil Rian
"ya"
"bisakah Daddy menyiapkan jet pribadi untuk ku"pinta Rian
"buat apa?"heran Adel
"aku ingin menyusul Aurel dan membawanya kembali ke sini"
"tidak perlu"tolak adel
"kenapa mom?"protes Rian
"biarkan Aurel menuntut ilmu di sana karena dia pasti akan kembali ke negara ini dan sampai tiba waktunya itu kau harus belajar lebih giat dan menjadi orang sukses setelah itu baru kau pinang Aurel"ucap Adel
"tapi mom aku tidak bisa jauh dari Aurel dia bagaikan nafas di hidup ku"
"elehh maka dari itu coba hidup berjauhan dengan nya"ucap Alex lalu melempar bantal ke muka Rian
❄️❄️
setelah duduk di pesawat selama 18 jam akhirnya Aurel dan Tuan Mahardika sampai di Amerika dengan selamat.
mereka Langsung dijemput oleh sopir pribadi keluarga Mahardika yang sudah bekerja bertahun-tahun dengan keluarga Mahardika.
selama diperjalanan Aurel hanya fokus melihat lalu lintas
setelah sampai di Masion para pelayan langsung menyambut kedatangan mereka
''Tolong antarkan cucuku kamarnya''ucap Tuan Mahardika pada salah satu pelayan
''baik Tuan. mari nona''ucap pelayan itu dengan sopan
"Aurel ke kamar dulu ya kek"pamit Aurel
"iya sayang"
tak terasa sudah satu Minggu berlalu.
selama itu juga Rio mengacuhkan sintia.
setiap hari dia akan pergi lebih cepat ke kantor dan pulang larut malam.dia ingin istrinya itu sadar akan kelakukannya pada Aurel
malam ini Sintia sengaja menunggu Rio pulang karena dia sudah tidak tahan dihiraukan oleh Rio dan dia akan berbicara dengan baik-baik
pukul 23.40
mobil Rio memasuki pekarangan masion nya.sintia yang mendengar suara mobil segera turun dan menyambut Rio pulang.
"apa mau ku buatkan teh?"tawar Sintia dengan penuh perhatian tetapi Rio menghiraukan nya dan lebih memilih pergi ke kamar
"akan ku siapkan air untuk mu mandi"ucap Sintia yang tidak menyerah
"tidak perlu"ucap Rio dingin
inilah perkataan pertama yang di keluarkan Rio setelah seminggu dan Sintia merasa senang karena Rio sudah tidak mengacuhkan nya tapi nada bicaranya yang dingin kembali membuatnya sedih.
"bisakah kita bicara sebentar?"pinta Sintia lirih dan Rio pun tidak bergeming dari tempatnya
"a aku minta maaf dengan kelakukan ku selama ini ,aku sadar bahwa aku salah Karena lebih mementingkan urusan pekerjaan dibandingkan Aurel hiks hiks ku mohon jangan hukum aku dengan mengacuhkan ku hiks aku tidak kuat kau menganggap aku tidak ada di sini hiks"ucap Sintia sambil menangis dan berlutut di depan Rio
"aku baru mengacuhkan mu selama seminggu dan kau sudah tidak kuat.bagaimana dengan Aurel yang tidak pernah kau hiraukan selama 17 tahun?"ucap Rio dengan pedas dan kata-kata nya itu menghujam jantung Sintia
"maaf hiks hiks maaf ku mohon beri aku satu kesempatan ku pastikan aku akan berubah hiks hiks"ujar Sintia masih berlutut juga memegang kaki Rio