
setelah dirawat intensif di rumah sakit kurang lebih 2 minggu akhirnya Rania di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.
mendengar kabar ini Rania sangat senang sekali Karena dia sudah bosan dengan aroma obat-obatan.
selama dua Minggu baik Richard, Rachel, Rehan dan regan membangun hubungan agar tidak canggung, memang awalnya aneh tetapi seiring berjalannya dengan waktu akhirnya mereka semua bisa menyesuaikan dan menerima kedatangan Rania di dalam kehidupan mereka.
Masion keluarga rahendra
"sayang,mami akan mengantar kamu ke kamar"kata Rachel
"iya mi"
saat mereka akan berjalan tiba-tiba Rehan menghentikan mereka
"biar Rehan saja yang mengantar Rania ke kamar mi"
"kamu mau kan Abang antar ke kamar?"tanya Rehan dan Rania pun menganggukkan kepalanya
kamar Rania
saat pintu kamar terbuka terpampanglah sebuah kamar yang luas dan besar dengan dinding berwarna biru muda dan juga foto-foto yang berpajangan di dinding. tentu saja semua itu adalah foto Rania dengan keluarganya yang sekarang.
bagaimana Rania bisa berfoto dengan keluarga Mahendra? sedangkan dia saja baru bertemu dengan mereka
sehari setelah mereka memutuskan untuk mengangkat Rania menjadi anggota keluarga mereka, Richard menugaskan Rehan untuk mencari tahu siapa Rania sebenarnya dan berasal dari mana.
dan itu bukanlah pekerjaan yang sulit bagi seorang Rehan, dia pun meretas informasi tentang Rania dan mengetahui siapa Rania sebenarnya.
untuk mengenai foto-foto itu Rehan juga lah yang mengedit dan menambahkan Rania di foto keluarga mereka atas permintaan Rachel agar Rania tidak curiga kepada mereka dan juga mereka yang sudah terlanjur sayang kepada Rania dan tidak ingin kehilangan Rania.
selain menambahkan foto Rania dibingkai foto keluarga besar, mereka juga mengambil foto Rania yang berpose sendiri dan dipajang di kamarnya serta di ruangan ruangan-ruangan seperti ruang tamu ruang keluarga dan lain-lain.
"kamu istirahat ya dek"ucap Rehan dengan penuh perhatian
"makasih ya bang"
"sama-sama"sebelum Rehan keluar dari kamar Rania dia menyempatkan untuk mencium kening Rania
...****************...
...****************...
saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang kerja di jatuh setelah memastikan bahwa Rania tidak akan mendengar pembicaraan mereka
"berita tentang kematian Amanda Putri admajaya sudah tersebar kan?"
"sudah pih, bahkan mereka sudah mengkonfirmasi berita tersebut ke media"
"bagus, dengan ini perjalanan hidup Amanda telah selesai dan perjalanan hidup dan Rania akan dimulai"ucap Richard dengan seringai
"pokoknya mami tidak mau kehilangan Rania karena dia adalah putri bungsu dari keluarga rahendra"tegas Rachel
"tenang mih, aku juga sudah mengurus tentang surat-surat Rania dan dia Secara hukum Sudah milik keluarganya kita dan aku juga tidak ingin kehilangan dia karena dia sudah aku anggap sebagai adik perempuan ku"ucap Rehan tak kala tegas
"tugas kita sekarang adalah membuat Rania tidak akan pernah mengigat tentang keluarga kandung nya dan menjaga dia agar tidak pergi ke
negara L dan menutup semua akses"ujar regan
"aku juga sudah memikirkan ini semua dan ini adalah jawabannya"kata rehan sambil mengeluarkan sebotol obat dari saku nya
"itu apa nak?"tanya Rachel
"ini adalah obat yang akan membuat seseorang tidak akan pernah mengingat masa lalunya dan obat ini langsung dibuat oleh seorang profesor, dan orang yang menggunakan obat ini tidak akan berpengaruh pada kesehatan nya hanya saja dia akan cepat mengantuk"
"bagus, kita akan memberikan obat ini agar dikonsumsi oleh Rania"ujar Richard
"tidak pih, Rania tidak boleh tahu bahwa dia akan mengkonsumsi obat ini karena bisa jadi dia akan menolaknya, oleh karena itu kita akan memberikan nya secara diam-diam dengan mencampurkan obatnya ke dalam susu dan ini di minum 2 kali sehari,pagi dan malam hari"
"baiklah berikan obat itu kepada mami, karena mami yang akan memberikan nya kepada Rania dan mami akan mencampurkan ny ke dlm susu"
setelah pembahasan itu, mereka pun kembali ke kamar ny masing-masing
katakanlah mereka adalah orang yang sangat egois bahkan melakukan semua cara agar Rania tetap berada dalam keluarga mereka
tetapi itulah keluarga rajendra mereka tidak akan pernah memikirkan siapapun dan hanya mementingkan kebahagiaan mereka.
bahkan mereka akan menghancurkan semua orang yang menghalangi jalan mereka