The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



"kamu ingin tahu satu rahasia?"


"rahasia?"tanya Rian


"humm"angguk Adel


"apa mom?"


"walau Aurel menolak kamu, dia akan tetap menjadi milikmu"ucap Adel dengan senyuman


"kenapa?"heran Rian


"karena sejak kecil kalian sudah dijodohkan dan mommy serta mommy Sintia berencana memberi tahu kalian setelah kalian selesai kuliah. tetapi mommy sudah memberitahu kamu skrng"


"benarkah mom?!"seketika Rian bangun dari pangkuan mommy nya dan langsung berdiri


"iya sayang"


"baiklah aku akan mengatakan perasaan ku padanya sekarang juga,dan jika dia menolaknya percuma saja kerena dia akan tetap menjadi milikku"senyum rian dengan lebar


POV Aurel


Aurel saat ini sedang duduk bersama Rio menghabiskan waktu bersama sampai tiba saatnya dia pergi ke Amerika


"dad Aurel harus segera pergi sekarang karena Kakek memberitahu Aurel bahwa dia sudah berangkat ke bandara juga dia telah mengirimkan sopir untuk Aurel"


"baiklah sayang, tetapi kita kembali ke Masion dulu untuk mengganti baju kamu yg lebih tebal"


"iya dad"patuh Aurel


mereka berdua pun pergi dari kediaman admajaya dan sepertinya mereka lupa untuk berpamitan karena faktor waktu yang terbatas sehingga mereka hanya mengingat untuk menghabiskan waktu berdua tanpa melakukan apapun


setelah Aurel selesai mengganti pakaiannya,dirinya dan Rio pun segera naik mobil yang sudah dipersiapkan oleh tuan Mahardika menuju Bandara


30 menit kemudian mereka tiba lebih cepat karena jalanan sangat sepi sebab sekarang sudah mau masuk Tengah malam


"di mana kakek sayang?"


"dia sudah berada di ruang tunggu"


"baiklah mari kita ke sana Daddy akan mengantarkan mu sampai di depan pesawat"


saat sampai di dalam pesawat Rio sudah memastikan bahwa Aurel dan tuan Mahardika sudah merasa nyaman. dia juga sudah bertanya pada pilot bawa pesawatnya aman dan tidak ada kendala.


cup


Rio mencium kening putrinya cukup lama.


"kabari Daddy jika kamu sudah sampai di Amerika, dan hubungi Daddy jika kamu membutuhkan sesuatu atau sedang mengalami masalah yang tidak bisa kamu selesaikan sendiri karena Daddy akan senang membantu kamu"


"iya dad"lalu Aurel memeluk Rio tak terasa air matanya turun begitu saja


"pah Tolong jaga Aurel di sana"ucap Rio lalu memeluk papah mertuanya


"tanpa kamu minta pun papa pasti akan menjaganya karena dia adalah cucuku"tegas tuan Mahardika


Rio yang sudah cukup mengucapkan kata perpisahan pada Aurel dan Tuan Mahardika akhirnya keluar dari pesawat.


🌺🌺


Rian sudah bertekad untuk menyatakan cintanya pada Aurel malam ini.


setelah dia mendengarkan nasehat Adel. dia pun keluar dari kamarnya dan pergi mencari Aurel


setelah berkeliling mencari Aurel tetapi Aurel tidak ditemukan bahkan dia memanggil-manggil nama Aurel hingga semua orang berkumpul.


"ada apa Rian? mengapa kamu teriak memanggil Aurel?"tanya Alex kesal


"Aku ingin berbicara dengan Aurel dad, tapi saat aku mencarinya aku tidak menemukannya"


"coba kamu tanya para pelayan"ucap Bastian


"mengapa tidak dari tadi terpikirkan olehku?"kata Rian yang menyadari kebodohannya


dia pun segera memanggil pelayan dan bertanya dimana Aurel


"tadi saya melihat nona Aurel dan Tuan Rio pergi ke Masion keluarga Malik tuan"ucap pelayan itu dengan sopan


tanpa membuang-buang waktu lagi akhirnya mereka semua pun pergi ke masion keluarga malik