The Queen Mafia

The Queen Mafia
115



''teruntuk putriku sisil saat kamu membaca surat ini mungkin mama sudah tidak ada di dunia ini. Mama ingin minta maaf padamu karena tidak bisa bersamamu dan menemanimu hingga kamu dewasa karena mama merasa bahwa akan pergi jauh dari hidup kamu ,papa dan abang.


saat Mama pergi Mama harap tidak akan ada perselisihan atau perpecahan di keluarga kita Mama ingin keluarga kita tetap bersatu walau tanpa mama.


ketika Mama sudah pergi jangan terlalu lama bersedih atau terpuruk. kamu harus menjadi seseorang yang tegar dan kuat dan mama harap kamu selalu bersama dengan papa dan Abang kamu sebab nama merasa bahwa mereka akan mengambil keputusan yang akan mereka sesali nantinya. jika suatu saat nanti papa dan Abang kamu melakukan suatu kesalahan yang menurut kamu sudah sangat vatal tetap maafkanlah mereka jangan membenci mereka sebab bagaimanapun mereka juga tetap keluarga kamu."begitulah kira-kira isi suratnya


"apa aku harus menerima mereka kembali?"


"tetapi sejujurnya aku sangat kecewa terhadap mereka"


"huft Mama tidak ingin keluarga ini hancur"


adapun menyimpan surat tersebut ke dalam laci dan memilih untuk tidur karena otaknya sudah tidak mampu untuk berpikir salah satunya faktor kecapekan saat acara pertunangan tadi yang sangat melelahkan


keesokan paginya


hari ini adalah hari Minggu dan adel memutuskan untuk tidak bekerja dan memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah


saat ini mereka bertiga sedang berkumpul di taman belakang untuk berjemur dan menikmati cahaya matahari di pagi hari


"sayang Mommy dengar kemarin kamu dikasih surat sama papa kamu?"tanya Sinta


"Adel mau tanya sesuatu sama mommy"


"nanya apa?"


"kemarin Adel udah baca surat yang dikasih mama dan di surat itu Mama minta agar Adel tetap menjaga keutuhan keluarga dan tidak akan ada perpecahan jikalau mereka melakukan kesalahan Mama minta Adel untuk memaafkan mereka sedangkan Mommy tau sampai saat ini ada belum bisa menyembuhkan luka dalam hati Adel dan adel bingung harus ngapain"


"sayang dengerin mommy jika seseorang melakukan kesalahan yang sangat fatal bagi kita itu wajar jika kita tidak bisa melupakan kesalahan itu dan memaafkannya dengan mudah kita tidak salah tapi kita juga harus memberikan kesempatan pada orang tersebut ketika orang tersebut ingin menebus kesalahannya tetapi jika kita tetap mempertahankan ego kita untuk tidak memberikan kesempatan pada orang tersebut bukankah itu namanya egois Tuhan saja memberikan kesempatan bagi kita walaupun kesalahan kita sangat fatal mengapa kita tidak bisa memberikan kesempatan pada orang tersebut? tapi dia memang harus tulus untuk menebus kesalahannya dan kita tidak bisa menghalangi seseorang untuk membuat dirinya lebih baik lagi"nasehat Sinta pada Adel


"jadi maksud Mommy adalah harus memberikan kesempatan untuk papa dan bang Rangga"


"iya karena semua orang itu berhak mendapatkan kesempatan kedua begitu juga dengan papa kamu dan abang kamu Rangga"


"bagaimana dengan luka di hati Adel karena Adel tidak bisa melupakan saat-saat dimana mereka menyebutku sebagai seorang pembunuh"


"luka yang ada di dalam hati kamu perlahan-lahan akan sembuh bersama dengan waktu yang terus berjalan walau luka tersebut pasti akan berbekas di hati kamu"


"terima kasih mommy karena selalu ada disamping Adel saat sedang sedih dan saat Adel sedang membutuhkan tempat untuk bersandar juga selalu mengingatkan Adel agar tidak mengambil jalan yang salah"ucap Adel lalu memeluk Sinta


"tentu sayang tanpa kamu minta pun mommy akan selalu di samping kamu karena kamu itu Putri mommy"ujar Sinta sambil membalas pelukan Adel