The Queen Mafia

The Queen Mafia
S2



perkelahian pun tidak bisa dihindari


tiga Lawan satu


tentu saja perkelahian di menangkan oleh rio secara dia adalah mantan anggota mafia


tetapi walaupun begitu rio juga mendapatkan beberapa pukulan dari para begal


akhirnya semua para begal pun terkapar di jalan


tetapi satu kesalahan rio.dia tidak menyadari bahwa salah satu dari penjahat itu bangun dengan menahan rasa sakit di tubuhnya serta membawa pisau di tangan nya.


diapun langsung menusuk punggung rio dari belakang


"akhh"teriak Rio menahan sakit di punggung


Aurel yang berada di dalam mobil seketika menutup mulutnya sambil membelakkan matanya


dia pun keluar dari mobil dengan tergesa-gesa karena melihat Rio yang sudah berlumuran darah


"DADDY!!"teriak Aurel


seketika para penjahat dan Rio pun melihat ke arah Aurel


Aurel pun berlari ke arah Rio


para penjahat yang mengetahui bahwa bukan cuma satu orang Yg menjadi mangsa mereka segera bangkit dan ingin menghajar Aurel juga


tetapi belum sempat itu terjadi ada seseorang yang berteriak


"begal, begal!!"teriak security sambil berlari ke arah TKP


para begal yang melihat bahwa 5 orang security datang menuju ke tempatnya segera berlari ke arah motor nya dan pergi dengan cepat sebelum mereka di tangkap


bagi kalian yang bertanya kenapa di perumahan elite bisa ada begal masuk


sebenarnya kejadian ini terjadi belum lama terjadi dan para keamanan pun sudah menyusut kejadian pembegalan ini agar tidak semakin merasakan warga


tapi yang namanya manusia tidak ada yang sempurna pasti pernah melakukan kesalahan dan lalai dalam melakukan pekerjaan


back ke cerita


rumah sakit


saat tiba di rumah sakit Rio langsung dilarikan ke UGD untuk mendapatkan pertolongan


Aurel pun menunggu di depan dengan terus menangis mencemasi keadaan Daddy nya


selang beberapa menit Sintia pun datang dengan tergesa-gesa


"bagaimana keadaan Daddy hiks?"tanya sintia sambil menangis


sebelumnya salah satu security datang ke Masion keluarga Malik dan memberitahu Sintia kejadian ini.dan Sintia di antar oleh supirnya segera kerumah sakit karena mengkhawatirkan suaminya.


"aku belum tau keadaan Daddy,mom karena dia masih di tangani oleh dokter"jelas Aurel sambil menangis


"maaf kan aku mom hiks hiks"


"semua yang terjadi pada Daddy adalah karena kesalahan kamu,jika saja kamu tidak pergi saat sedang pesta maka Daddy mu tidak mungkin mencari mu dan keadaan nya sekarang seperti ini dasar kau hanya bisa menyusahkan orang tua! dasar kau anak sialan!"ucap Sintia tanpa sadar karena dilanda kekhawatiran pada Rio sehingga kata-kata nya keluar dengan sendirinya dari mulut nya


Aurel membeku saat mendengar ucapan Sintia


"mommy benar,aku adalah anak yang menyusahkan orang tua,aku juga adalah pembawa sial.jika saja aku tidak pergi dan Daddy tidak menjemput ku maka semua ini tidak akan terjadi"batin Aurel


dia pun meninggalkan Sintia dan ruangan UGD dengan perlahan karena dia tidak ingin membuat keadaan sang Daddy semakin kritis dan Sintia tidak menyadari bahwa Aurel sudah pergi


tanpa diketahui oleh Aurel maupun Sintia ada seseorang yang melihat perdebatan mereka dari awal hingga akhir.


sampai akhirnya dia memilih mengikuti kemana Aurel pergi


5 menit kemudian dokter keluar dari UGD


"bagaimana keadaan suami saya dok?"tanya Sintia


"keadaan tuan Rio sudah lebih baik dan tusukan itu tidaklah terlalu dalam juga kami sudah menjahit nya"jelas dokter


"terimakasih dok"


"iya,dan tuan Rio akan segera di pindahkan ke ruang perawatan"