
"mungkin saja dia sedang meeting atau sedang sibuk"batin aurel yang tetap berpikir positif
tetapi dia juga cukup cemas karena sesibuk apapun Rian dia pasti selalu menyempatkan waktunya untuk mengangkat telpon darinya.
Aurel menepis pikiran buruk yang ada di otaknya lalu kembali bekerja dan melewatkan makan siang karna napsu makan nya sudah hilang.
✨✨
tak terasa Waktu berjalan dengan cepat dan sekarang sudah pukul 18.00
dan waktu nya Aurel pulang.
dia pun kembali menghubungi Rian tetapi hasilnya tetap sama, akhirnya dia pun pulang ke Masion dan akan bertemu dengan Rian di Masion.
masion Admajaya
"dimana rian?"tanya aurel pada maid
"tuan muda Belum kembali dari kantor nona"jawab maid itu dengan sopan
"baiklah terimakasih"
Aurel pun menghubungi Liam asisten pribadi Rian
"halo liam" ucap aurel saat panggilan tersambung
''*iya nona"
"bisakah kau memberikan telpon nya pada Rian, karena sejak tadi aku menghubungi nya tapi tidak tersambung"
"maaf nona saya sedang berada di kantor sedangkan sejak jam makan siang tadi tuan muda sudah tidak berada di kantor"
"a apa,emmm memangnya dia lagi dimana*" tanya aurel sambil menggigit bibir nya
''*tuan Rian tadi pergi dengan seorang wanita nona''
"siapa?"
"oh itu rekan bisnis Tuan ,nona"
"apakah kamu tau mereka pergi kemana?"
"saya kurang tau nona,tapi tadi tuan Sherlock lokasinya karna tuan meminta saya untuk menjemput nya dan saya akan Pergi ke sana"
"bisakah kamu Sherlock juga ke saya"
"bisa nona"
"terimakasih liam"
"sama-sama nona*"
Tut
tingg
Aurel pun membuka lokasi nya dan dia segera mengambilnya jaket dan kunci mobil.
cukup lama Aurel sampai ketempat Rian berada.
dengan perasaan cemas Aurel membawa mobil dengan kecepatan rata-rata karena jalan cukup sepi.
setelah hampir dua jam Aurel mengendari mobil akhirnya dia tiba di tempat yang di katakan oleh Liam.
saat aurel tiba dia melihat sekitar dan ternyata dia berada di pantai tapi hari sudah gelap dan keadaan pantai sangat sepi
saat dia sedang melihat kanan kiri sambil mencari Rian dan Liam, tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang
ketika dia ingin memberontak orang tersebut langsung berbicara dan membuat Aurel membeku
"hai sayang"ucap orang tersebut dengan suara berat
"riann"
"hmmm"
"mengapa kamu berada di sini?"tanya Aurel
"syutttt,diam dan ikuti aku!"perintah Aurel
lalu mereka pun berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
dengan Rian yang menuntun jalan, mereka pun tiba di jalan yang sudah di hiasan oleh lilin sebagai penerang jalan
"dari sini mata kamu akan aku tutup"ucap Rian lalu dia menutup mata aurel dengan kain yang sudah di siapkan nya
mereka pun jalan mengikuti lilin tersebut
sampai lah mereka di tempat yang sudah di persiapkan oleh Rian
"aku akan membuka penutup mata ini,saat hitungan ke tiga kamu boleh membuka mata"instruksi Rian
"iya"
Lalu Rian pun membuka penutup mata tersebut
"1"
"2"
"3"
Aurel pun membuka matanya dan seketika dia terkejut tidak percaya dengan apa yang di lihatnya
sebuah diner romantis di pantai
ohh god dia tidak pernah membayangkan ini dari Rian
Aurel pun melihat ke arah Rian dan Rian hanya tersenyum
"mari kita ke sana"ucapnya lembut
setelah mereka tiba Rian segera menggeser kursi untuk aurel duduk
"terimakasih"
"hmmm"
lalu Rian ikut duduk di bangku kosong yang tersisa.
mereka pun mulai makan dengan tenang .
setelah mereka selesai makan, tiba-tiba terdengar suara alunan biola
lalu Rian berdiri sambil mengulurkan tangannya
"mari berdansa"ucap Rian lembut
dan mereka berdua pun berdansa.
"terimakasih karena selalu berada di samping ku dan selalu mendampingi ku saat aku sedang terpuruk,serta selalu sabar menunggu ku. dan saat ini aku ingin mengikat mu dalam hubungan yang lebih kuat dan menjadikan kamu menjadi milik ku sendiri"jelas Rian dan Aurel terus mendengar ucapan Rian
setelah itu Rian Rian pun mengeluarkan cincin yang sudah di siapkan untuk melamar aurel
"will you marry me?"
Aurel tidak langsung menjawab dan itu membuat Rian ketar ketir
"apakah kamu sudah memikirkan nya dengan benar karena ingatan kamu Belum kembali,aku tidak ingin kamu menyesal"kata Aurel lirih
"aku sudah pulih sayang dan aku sudah mengigat semuanya termasuk kamu.dan jika pun aku belum mengigat kamu aku tidak mungkin menyesal karena menjadikan mu sebagai pasangan hidup ku karena kamu adalah wanita Terbaik yang pernah aku temui.jadi apakah jawaban mu?"
"yes i do"jawab Aurel sambil tersenyum dan Rian juga ikut tersenyum
lalu dia memasangkan cincin ke jari manis Aurel dan mereka saling berpelukan