
"apakah tuan setuju dengan kerja sama yang perusahaan kami tawarkan?"tanya sisi dengan nada wibawa yang di miliki seorang pengusaha
"ya saya setuju dengan kerjasama yang perusahaan anda tawarkan nona"ucap klien tersebut
saat ini sisi sedang di sebuah restoran untuk melakukan meeting dan menawarkan kerjasama yang akan menguntungkan kedua belah pihak.seharusnya Rio yang melakukan meeting ini tapi karena dia lelah setelah melakukan pertunangan dengan Sintia akhirnya papa mereka memutuskan untuk mengirim Sisi untuk melakukan meeting tersebut. kenapa papanya percaya begitu saja terhadap anak gadisnya sebab Sisi ahli dalam bidang tersebut dan itu sudah terbukti karena dia pernah dites sendiri oleh ayahnya dan hasilnya memuaskan. oleh sebab itu dia tidak takut untuk menyerahkan kepercayaan meeting ini pada putrinya
setelah meeting sudah selesai Sisi ingin segera pulang dari tempat ini sebab malam sudah sangat larut
"baiklah terima kasih karena Tuhan telah bersedia bekerjasama dengan kami kalau begitu saya permisi untuk pergi duluan"pamit Sisi sopan
"tunggu nona,apakah kita bisa makan malam terlebih dahulu untuk merayakan kerjasama ini?"tawar klien tersebut
Sisi pun melihat ke arah pergelangan tangannya di mana ada jamnya berada
"baiklah tapi hanya sebentar hari sudah semakin malam"
"tidak papa nona walau hanya sebentar"
pelayan pun datang dan menghidangkan makanan yang telah mereka pesan
Sisi dan kliennya itu pun segera makan makanan itu
15 menit kemudian
Sisi merasakan aneh pada tubuhnya
"mengapa di sini sangat panas?"ucap Sisi sambil mengipas-ngipas dirinya dengan berkas yang dipegang
"tidak nona, di sini sangat dingin"kata klien tersebut sambil memegang tangan Sisi
"akh apa kau menjebak ku?"tanya Sisi sambil menepis tangan klien tersebut dengan kasar dan menatapnya tajam
"hahaha ternyata aku sudah ketahuan sayang baiklah karena kamu sudah tahu aku akan memberikan kenikmatan surga untukmu"
"bajingan menjauhlah dariku cih!"
dia pun berdiri dan ingin menggendong Sisi untuk membawanya ke hotel
tetapi kalah cepat dengan seseorang yang memukul dirinya
brukk
plak
orang tersebut pun memukul pipi sebelah kanan dan sebelah kiri klien itu dan dia tidak sempat menghindar dari pukulan tersebut
"menjauh lah dari nya!"teriak orang itu
"siapa kau?"tanya sang klien sambil memegang pipinya yang terasa sakit
"aku adalah Bastian Mahardika kekasih nya"
"apa Mahardika maaf kan saya Tuan saya tidak akan menggangu kekasih anda lagi"setelah mengatakan itu dia pun segera keluar dari restoran
"akh panas siapapun tolong aku"ucap sisi lirih
"ck, merepotkan"Bastian pun ngendong Sisi dan membawanya ke dalam mobil
saat di mobil dengan ganas Sisi menarik baju Bastian dan langsung menciumnya dengan kasar
cup
Bastian yang awalnya menolak tiba-tiba terbawa suasana dan membalas ciuman tersebut
"hei, bisa kau tenang sebentar karena aku sedang menyetir"Bastian setelah melepaskan ciuman tersebut
Bastian awalnya ingin membawa Sisi kembali ke kediaman Malik tetapi dengan kondisi sisi yang sekarang dia pun mengurungkan niatnya dan akhirnya membawa Sisi ke apartemen pribadi miliknya
Bastian pun segera menggendong Sisi setelah ia tiba di apartemennya