THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 88



Keesokan harinya...


Semalam Hendrik sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Jadi sekarang seluruh keluarga Fernandika sedang menikmati sarapannya. Hanya ada dentingan sendok, hingga akhirnya mereka selesai makan dan berpamitan untuk berangkat sekolah.


"Dad, kita berangkat dulu." Pamit Dave sembari berdiri dari duduknya


"Kalian hati hati."


Dave pun menyalami ayahnya yang masih duduk. Tiba tiba...


"Kita berangkat Dad." Ucap Elsa yang memanggil Hendrik dengan sebutan 'Dad'


Hal itu membuat Hendrik dan Dave terkejut tapi juga sangat senang. Hendrik dengan segera berdiri dari duduknya.


Elsa dan Rosa langsung menyalami Hendrik yang masih terbengong tak percaya.


"Bang, kita semobil lagi." Ucap Rosa datar memanggil Dave dengan kata 'Bang'


Tanpa mempedulikan Hendrik dan Dave yang masih terbengong, Elsa dan Rosa langsung pergi keluar mansion menuju mobilnya.


"Dad, apa ini mimpi? Mereka menyebut kita dengan sebutan Dad dan bang." Ucap Dave pelan seperti orang linglung dengan menatap pintu mansion yang baru saja di lewati Elsa dan Rosa


"Tidak, ini nyata. Daddy seneng banget." Balas Hendrik tanpa sadar menitikkan air mata


"Akhirnya penantian kita selama ini telah membuahkan hasil." Ujar Dave yang juga mulai menitikkan air mata


"Kita lakukan yang terbaik, jangan membuat mereka kecewa sama kita lagi." Ucap Hendrik mantap sembari menepuk pundak Dave


"Pasti Dad. Kalo gitu Dave berangkat dulu, mereka udah nunggu di mobil."


"Iya, jaga adikmu." Titah Hendrik yang diangguki Dave, kemudian Dave pun pergi keluar mansion menuju mobilnya untuk berangkat sekolah


"Manda, aku janji akan selalu menjaga anak kita dan aku tidak akan pernah membuatnya kecewa lagi. Aku akan melindungi mereka semua meski nyawaku taruhannya." batin Hendrik


Skip di Sekolah...


Seperti biasanya Elsa dan Rosa menjadi sorotan para siswa, tapi kali ini ada yang beda.


Ya, Dave bersama dengan mereka tapi bukan di belakang ataupun disampingnya melaikan berjalan di antara mereka dengan kedua tangan merangkul pundak Elsa dan Rosa. Mereka berdua tidak melarangnya dan itu membuat hati Dave sangat senang.


"Gue senang banget hari ini, akhirnya gue bisa merangkul kalian lagi." Ujar Dave tersenyum senang


"Kita juga senang." Ucap Rosa tersenyum tipis.


"Jangan pernah buat kita kecewa lagi." Seru Elsa


"Pasti, gue gak akan pernah menyia nyiakan kesempatan yang kalian kasih."


Mereka bertiga berjalan dengan hati yang sangat senang. Tiba tiba semua sahabatnya datang menghampiri mereka.


"Wiihhhh.... Udah akur aja nih." Celetuk Romi saat sudah berada di depan mereka


"Iya dong." Balas Dave dengan senyum yang terus mengembang


"Kita semua senang melihat kalian sudah berbaikan." Ujar Ryan tersenyum


"Semoga setelah ini, tidak ada masalah lagi." Timpal Vera


"Jangan pernah menyia nyiakan kesempatan ini untuk memperbaiki semuanya karna kesempatan gak datang dua kali." Ucap Maya menatap Dave


"Siap bos." Tegas Dave memberi hormat pada Maya


"Gak gitu juga kali, emang gue bendera apa di kasih hormat." Kekeh Maya


"Gak papa, emang bendera aja yang di kasih hormat, Orang juga kali."


"Ya itu kan orang tua, gue juga lebih muda dari lo."


"Tapi yang tua juga harus menghormati yang muda."


"Tau nih, Kalo suka bilang aja, sebelum di embat orang, entar nyesel baru tau rasa." Goda Frans


"Kalian selalu aja begitu, Gue sih mau aja tapi kayaknya dia yang nolak." Ucap Dave


"Siapa yang nolak?" Ucap Maya dengan cepat dan tanpa sadar


"Cieee... tuh dengerin, katanya gak bakal nolak." Goda Romi membuat Maya tersadar akan ucapannya barusan


"Ada yang bllushing nih yeee...." Seru Vera menggoda Maya


Dave yang tak mau melewatkan kesempatan yang ada, langsung mendekati Maya dan berdiri di depannya.


"May, kalo boleh jujur, gue udah suka sama lo dari dulu tapi gue terlalu pengecut untuk mengungkapkannya." Dave mulai membuka suaranya dengan raut wajah yang terlihat serius.


"Dan sekarang menurut gue adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya." Lanjutnya membuat jantung Maya berdegup kencang kemudian Dave memegang tangan Maya dan berjongkok dengan bertumpu satu kaki di hadapan Maya.


"Maya, Gue Dave mengungkapkan perasaan yang ada di hati gue. Gue cinta sama lo. Apa lo mau jadi pacar gue?" Tanya Dave menatap mata Maya penuh harap


"Terima... terima... terima..." sorak semua sahabat mereka


Bukan hanya itu saja, ternyata disana juga banyak siswa yang berkumpul mengelilingi mereka berdua, bahkan ada yang merekamnya.


"Gue mau." Finish Maya tersenyum tulus pada Dave.


Dave langsung berdiri dari duduknya dan berhambur memeluk Maya, dan Maya pun membalas pelukan Dave dengan senang.


"Yeeaayyy..." Semua yang disana bersorak senang


"Aaa.... jadi baper deh.."


"Gue juga pengin di romantisin."


Semua yang melihat itu berhasil di buat baper, karena keberanian Dave yang menembak Maya di saksikan seluruh siswa disana.


"Makasih, lo udah jadi pelengkap kebahagiaan gue." Ucap Dave tersenyum senang setelah melepas pelukannya


"Gue hanya melakukan apa yang hati kecil gue katakan." Ujar Maya tersenyum tulus


"Selamat yah." Ucap Rosa tersenyum manis sembari mengelus pundak Maya


"Bang, lo jaga Maya sahabat gue, jangan sampe lecet." Tukas Elsa


"Gue akan kerahkan seluruh kemampuan gue buat jaga dia." Balas Dave


"Makasih yah, kalian emang sahabat gue terbaik." Ucap Maya


"Ouuhhh, brarti gue enggak nih?" Ucap Vera yang pura pura kesal


"Iya lo juga terbaik." Kekeh Maya kemudian mereka berempat berpelukan


"PJ... PJ dong.." Celetuk Romi


"Karna hari ini gue sangat senang, pertama gue udah baikan sama adik gue dan kedua gue jadian sama cewe yang gue suka maka dari itu GUE TRAKTIR KALIAN SEMUA YANG DISINI MAKAN DI KANTIN SEPUASNYA." Jelas Dave panjang lebar dan di kalimat terakhir dia berteriak


"YEAAYYYY..." Teriak semua siswa langaung berhambur ke kantin


"Gue seneng banget, karna hari ini kebahagiaan gue sudah lengkap." Batin Dave.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa...


Salam manis dari author**...