
"Lo pikir gue takut sama lo. Cuih.. Jangan mimpi." Sinis Elsa meludah di kaki Risa
Plakk..
Risa menampar Elsa dengan kuat hingga meninggalkan bekas di pipi mulus Elsa.
"Berani sekali kau meludah di kakiku." Bentak Risa
"Itu belum seberapa, karna gue akan lakukan lebih dari itu." Kecam Elsa
"Hhahaa... kamu berani mengancam ku? Padahal kamu yang tak berdaya disini." Seru Risa dengan tawa sinis
"Gue tahu selama ini lo yang sewa para preman bahkan mafia sekalipun untuk membunuh gue dan adik gue. tebakan gue benar kan?"
"Rupanya kau sangat pintar Elsandra Challista Fernandika. Tidak seperti Ibumu yang bodoh itu."
"Jangan pernah hina mommy gue." Bentak Elsa
"Hahha... Mommy lo itu memang bodoh, dengan mudahnya dia percaya sama aku." Tawa sinis Risa
"Jadi dulu yang Vanda katakan benar kan, kalo lo yang bunuh mommy gue."
"Karna lo sebentar lagi akan mati, maka aku akan menjawabnya dengan jujur."
"Memang benar, Aku yang udah bunuh Manda kakakku sendiri. Tapi waktu itu ternyata ada adikmu yang melihatnya jadi dia deh yang aku jadikan kambing hitam. Bagaimana? Aku sangat pintar kan?" Tambahnya lagi dengan senyum smirknya
"Kau sangat licik bahkan lebih dari seorang Iblis. Dasar manusia terkutuk." Maki Elsa penuh amarah
Plakk..
Plakk..
Risa menampar pipi Elsa dua kali dan itu benar benar sangat keras hingga membuat ujung bibir Elsa mengeluarkan darah segar. Kemudian dia menjambak rambut Elsa dengan kuat.
"Kenapa? Apa gue salah ngomong? Itu semua benar kan, lo emang bukan manusia melainkan iblis." Ucap Elsa dengan senyum sinisnya
"Terserah apa katamu, yang jelas aku sudah berhasil menguasai harta milik Daddy mu, si tua bangka yang bodoh itu." Sinis Risa sembari melepas kasar jambakannya itu
"Jadi tujuan lo nyulik gue dengan membayar orang itu untuk membunuh gue? seperti yang lo lakukan dulu."
"Sangat tepat. Dan, setelah itu aku pastikan akan membunuh adikmu Alvanda Rosiana Fernandika."
"Jangan harap lo bisa sentuh adik gue."
"Kita mulai sekarang, tapi aku akan bermain sebentar denganmu." Ucap Risa dengan senyum sinis sembari mendekat ke arah Elsa
"Silahkan jika itu yang lo inginkan." Sinis Elsa seakan tidak takut dengan apa yang akan fi lakukan Risa
Plakk
Plakk
Plakk
Bugh
Tiga tamparan lagi di berikan Risa pada pipi Elsa yang sudah memerah dan terakhir dia menendang Elsa dengan kuat hingga Elsa terjatuh dalam keadaan masih terikat di kursi dan mulutnya juga mengeluarkan darah segar.
"Hahaa... Jangan harap lo bisa bunuh gue semudah itu." Tawa Elsa dengan mulut yang berdarah
"He eh... Sentuhan terakhir." Ucap Risa dengan senyum devilnya dan dia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang dibawanya dari mansion
Saat ia melayangkan pisaunya dan hampir mengenai perut Elsa, tiba tiba ada yang menhentikannya dengan memegang tangan Risa yang memegang pisau
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Risa pada orang yang mencekal tangannya yang tak lain adalah Bara
"Kenapa kau terburu buru sekali nyonya." Ucap Bara santai sembari melepas genggamannya.
"Aku ingin melakukannya sendiri." Jawab Risa
"Jangan mengotori tanganmu dengan membunuhnya." Seru Bara
"Hmm.. baiklah, kalo begitu pastikan dia tewas sekarang juga."
"Lebih baik kau pulang saja, ini sudah larut malam." Ujar Axel
"Aku ingin melihatnya langsung."
"Hei.. apa kau tidak percaya pada kami." Bentak Bara membuat Risa terdiam
"Dia sangat cantik, kami ingin bersenang senang dulu, Kau mengerti kan maksud kami. jadi kau harus pulang sekarang." Ucap Axel menatap Elsa kemudian beralih menatap Risa
"Ohh.. Jadi itu yang kalian inginkan. Baiklah, silahkan bersenang senang, aku akan pulang." Ucap Risa
Tapi sebelum pergi dia menghampiri Elsa yang tersungkur dibawah dan berjongkok di depannya.
"Ucapkan Selamat tinggal pada dunia anak tiri kesayanganku, semoga kamu tenang di alam sana" Ucap Risa menyeringai
"He eh... Bukan gue, tapi lo yang akan mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Dasar Iblis." Ucap Elsa tak kalah sinis padahal kondisinya sangat memprihatinkan
"Ck.. Masih berani menghinaku rupanya. Hmm.. baiklah, kau boleh menghinaku sesukamu karna ini juga hari terakhirmu melihat dunia ini." Sinis Risa kemudian berdiri dari duduknya dan menghampiri Bara dan Axel
"Kalian urus dia."
"Siap."
Tanpa basa basi lagi Risa langsung pergi meninggalkan mereka bertiga di gudang kosong itu.
Di Mansion Elsa...
Semua teman Elsa sedang berkumpul di Mansion Elsa, karena mereka mencemaskan keadaan Elsa.
Rosa terlihat mondar mandir kesana kemari sembari menggigit bibirnya karena sangat khawatir dengan keadaan Elsa, sedangkan Mario, Maya, Vera, Frans dan Ryan hanya duduk dengan wajah yang tampak cemas.
"Bagaimana mungkin Elsa bisa di culik?" Tanya Maya
"Tadi sore waktu pulang kita dihadang segerombolan preman dan mereka berhasil menculik Elsa." Jawab Frans yang terlihat lesu
"Tapi rasanya gue masih tidak percaya dengan semua ini." Ucap Vera, karena dia tahu Elsa itu sangat hebat, bagaimana mungkin dia bisa di kalahkan dengan mudah
"Rosa, apa ada kabar dari anggota kita yang mencari Elsa?" Tanya Ryan pada kekasihnya
"Belum."
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt...
Ponsel Rosa berbunyi, ia langsung segera mengangkatnya.
"Gimana?"
"......."
"Hmm.... Oke." Jawabnya singkat langsung mematikan sambungan secara sepihak.
Mendengar jawaban dari orang yang menelponnya membuat Rosa tersenyum tipis, tapi tak dapat di lihat oleh semua orang disana. Kemudian dia langsung memasang wajah cemasnya lagi.
**Bersambung...
...----------------...
Hallo Readers... Bagaimana episode kali ini? Jangan lupa Likenya yaa..
Salam manis dari author**...