
Skip Istirahat sekolah...
Setelah guru dikelas Elsa dkk keluar, Rosa mengajak temannya ke kantin.
"Kantin yuk." Ajak Rosa
"Nggak ah, mending ke rooftop aja." Ucap Maya
"Ngapain?"
"Udah ikut aja."
Rosa sebenarnya bingung, ngapain mereka mau ke rooftop, tapi ia juga tidak mungkin menolak ajakan temannya.
Elsa dkk dan juga Justin pun berjalan menuju Rooftop sekolah. saat sudah sampai di depan pintu untuk ke rooftop, Justin mengeluarkan kain penutup mata, entahlah itu untuk apa.
"Sebelum sampai, lo pake ini dulu." Ucap Justin memakaikan penutup mata pada Rosa
"Apaan sih, kenapa harus pake coba. Pasti kalian mau ngerjain gue kan?" Tanya Rosa penuh selidik dan tidak mau memakai kain itu
"Siapa juga yang mau ngerjain lo." Ketus Justin
"Kan biasanya lo ngerjain gue." Ucap Rosa, karena memang biasanya Justin selalu mengerjainya.
"Kali ini enggak,, beneran deh. Suwer." Ucap Justin dengan jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V
"Kak, lo ikutan yah?" Kini Rosa bertanya pada Elsa
"Udah, lo turutin aja kata mereka. Aman kok." Ucap Elsa meyakinkan adiknya
"Okeh, kalo kak Elsa udah ngomong gitu, gue mau."
"Gitu dong dari tadi." Justin langsung memakaikan kain itu.
Ceklek..
Pintu menuju Rooftop dibuka Vera, mereka semua pun melangkahkan kakinya ke Rooftop.
"Ini mau ngapain sih." Tanya Rosa dengan mata masih ditutupi dan terus berjalan dengan di tuntun Elsa dan Justin
"Lo cerewet banget sih." Ketus Justin
"Nah.. Udah sampai." Tambahnya
"Sekarang gue buka kainnya." Ucap Elsa mulai membuka penutup kain Rosa
Saat dibuka Rosa sangat terkejut melihat banyak balon berbentuk love disana dan seorang laki laki yang ia kenal yang ia kenal membawa satu balon berbentuk love dan bertuliskan I LOVE YOU.
Dibelakang Rosa juga ada Frans dkk, yang kini Frans berdiri di samping Elsa. Jadi Elsa berdiri diantara Frans dan Justin
"Apa ini kak?" Tanya Rosa pada Ryan saat Ryan sudah berada di depannya
"Gue memang bukan cowok yang romantis, gue juga bukan penulis novel romantis yang bisa bikin pembacanya meleleh dibuatnya. Gue Ryan Vikram Anderson hanya bisa mengatakan I LOVE YOU." Ucap Ryan menatap intens manik mata Rosa
"Lo gak perlu menjawabnya dengan kata kata, kalo lo terima balon ini gue anggep lo mau, tapi kalo lo meletuskan balon ini, berarti gue udah tahu jawaban lo." Tambahnya lagi sembari menyodorkan balon pada Rosa
"TERIMA.. TERIMA.. TERIMA.." Teriak semua temannya di sana, sedangkan Elsa hanya tersenyum
Rosa berbalik menatap Elsa seperti meminta persetujuan darinya.
"Semua jawaban ada di tangan lo, yang penting lo yakin dengan pilihan lo." Ucap Elsa tersenyum dan dibalas senyuman dari Rosa
Rosa menerima balon yang diberikan Ryan, tapi...
Toorr...
Balon tersebut meletus saat di tangan Rosa, membuat Ryan frustasi dan semua yang disana kaget.
"Jadi itu jawaban lo." Jawab Ryan lesu dan hendak pergi dari sana tapi tangannya di cekal sama Rosa dan dia pun menatapnya heran
"Gue bisa menjawabnya karna gue masih punya mulut. Kalau hanya dengan menerima balon dari lo, itu bisa kapan saja kempes atau bahkan meletus, karna gue ingin yang selamanya bukan seperti balon yang hanya bersifat sementara." Ucap Rosa panjang lebar membuat semua yang disana mengerutka kening termasuk Ryan.
"Maksud lo...?"
"Gue mau jadi pacar lo." Finish Rosa tersenyum tulus pada Ryan
Greb
Ryan langsung memeluk Rosa dengan erat, Rosa pun membalas pelukan Ryan dengan senang.
"YEEAAAYYY...." Teriak semua temannya dengan senang sambil tepuk tangan
"Semoga lo selalu bahagia dengan pilihan lo." Ucap Elsa pelan melihat adiknya senang dan masih dapat di dengar Frans dan Justin.
Frans dan Justin menatap Elsa kemudian secara bersamaan mereka memegang tangan Elsa. Frans memegang tangan kanan Elsa, sedangkan Justin tangan kirinya.
Elsa sangat terkejut bukan main dengan apa yang dilakukan dua lelaki diampingnya itu.
"Kenapa mereka megang tangan gue sih, gue kan risih banget." batin Elsa
Elsa berusaha melepas genggaman dari kedua laki laki itu, tapi mereka malah memegangnya semakin erat.
"Makasih yah, kalian udah bantuin gue." Ucap Ryan pada temannya setelah melepas pelukannya
"Jangan lupa PJ Bro." Celetuk Romi
"So pasti, kalian mau apa gue yang bayar." Ucap Ryan dengan sombongnya
"Jangan boros." Kesal Rosa
"Untuk sekarang gak papa, tapi nanti gue akan mulai nabung buat nikahin lo." Goda Ryan mencolek hidung Rosa
Rosa yang merasa di goda wajahnya berubah menjadi merah merona.
Maya yang tak sengaja melihat Elsa tangannya di genggam sama Justin dan Frans pun tersenyum jail.
"Ekheemm... Kayaknya ada yang bakal nyusul nih, tapi sama siapa yaa...?" Ucap Maya berniat menggoda Elsa
Sontak Elsa langsung melepas kasar tangan kedua laki laki itu.
"Ciiee... Kira kira sama siapa nih?" goda Vera
"Apaan sih, tadi mereka tuh refleks aja, iyakan?" Kesal Elsa menatap Justin dan Frans
"Iya benar." Timpal Frans
"Refleks, terbawa suasana aja." Ucap Justin
"Hahahha.... Apa mau dua duanya?" Tawa Romi pecah
"Apaan sih." Jawab mereka bertiga ketus
"Kok bisa barengan gitu?"
"Gak sengaja." Ucap mereka barengan lagi
"Tuh kan bareng lagi."
"Au ah... Ryan lo jaga adik gue, jangan sampe dia nangis ataupun lecet, gue percaya sama lo." Ucap Elsa menghampiri Ryan karena tidak mau terus di goda temannya
"Lo tenang aja, gue akan jaga Rosa dengan nyawa gue sendiri." Jawab Ryan mantap menatap Rosa
Greb
Rosa memeluk Elsa, dengan senang hati Elsa membalasnya.
"Makasih ya kak, udah restuin kita." Ucap Rosa masih memeluk Elsa
"Kalo lo senang, gue juga senang." Ucap Elsa melepas pelukannya
"Berarti PJ nya nanti sore di cafe biasa, gimana?" Celetuk Vera menatap semua temannya
"Setuju." Seru semua temannya.
**Bersambung...
...----------------...
Wah wah wahh... lebih cocok siapa nih kira kira?
ELSA ~ FRANS
ELSA ~ JUSTIN
Jangan lupa Likenya yaa...
Salam manis dari author**