THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 68



Tanpa sengaja Frans melihat lemari Elsa yang sedikit terbuka. Awalnya dia berniat untuk menutupnya, tapi entah kenapa dia malah penasaran dengan isinya, akhirnya dia pun membuka sedikit lemari itu.


"Ap-apa ini?" Kaget Frans yang melihat dalam lemari itu ada jubah hitam bertuliskan Twin Queens Lion Claws


"Jadi Elsa sama Rosa, twin queens yang menolong keluarga gue waktu itu." Pekiknya


"Gue sama sekali gak menyangka, tapi gue tidak akan mempersalahkan jika lo ternyata seorang mafia karna gue udah benar benar jatuh cinta sama lo. Gue akan nerima lo apa adanya." Ucap Frans memantapkan hatinya.


Flashback Off


Plakk..


Satu tamparan diberikan Elsa pada Frans.


"Lancang banget ya lo, masuk kamar orang tanpa ijin." Marah Elsa setelah mendengar cerita Frans


"Sorry gue udah lancang, gue gak berniat seperti itu." Ucap Frans penuh penyesalan


"Apa aja yang lo ketahui tentang gue?" Tanya Elsa yang mulai mengontrol emosinya


"Gue hanya tau kalo lo mafia, tapi gue gak tahu alasan kenapa lo bisa terjun ke dunia bawah. Lo tahukan itu sangat berbahaya."


"Berarti dia belum tahu kalo gue bagian dari keluarga Fernandika, dan juga pemilik perusahaan besar itu." batin Elsa yang sedikit lega


"Belum saatnya lo tahu semuanya." Ucap Elsa datar


"Okeh, gue gak akan maksa lo buat cerita semuanya. Tapi gue mohon kasih gue kesempatan buat dapetin hati lo."


"Kalo lo tahu gue mafia, berarti lo juga tau gue ini orang jahat, gue udah bunuh ribuan orang." Jelas Elsa memberi pengertian pada Frans


"Semua orang yang hanya tahu tentang Twin Queens sekilas saja bisa bilang kalo kalian orang baik, kenapa gue enggak?" Ucap Frans menekankan kata tertentu


"Bahkan mereka belum pernah melihat wajah aslinya, ataupun nama twin queens itu." Tambah Frans membuat Elsa terdiam


"Please, kasih gue kesempatan untuk jadi bagian dari hidup lo, gue janji akan selalu buat lo bahagia dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti lo." Ucap Frans penuh harap sembari memegang kedua tangan Elsa.


Elsa yang tidak tega melihat Frans terus memohon akhirnya ia pun mengangguk setuju.


"Tapi apa lo mau nunggu gue buat menyelesaikan masalah gue terlebih dahulu, karna sekarang gue ingin fokus itu dulu." Ujar Elsa yng terlihat serius


"Tidak masalah, gue akan tunggu lo sampai kapanpun." Seru Frans langsung memeluk Elsa dengan erat dan Elsa pun membalas pelukan Frans


"Terima kasih." Ucap Frans tersenyum senang


"Mungkin udah saatnya gue buka hati gue buat orang lain. Gue janji akan berusaha mencintai lo seperti lo mencintai gue setulus hati." batin Elsa


"Gue gak akan menyia nyiakan kesempatan yang lo kasih buat gue." batin Frans


"Ehh.. Tadi lo bilang mau menyelesaikan masalah lo dulu, emang masalah apa?" Tanya Frans yang sudah melepas pelukannya


"Hmm... Mulai deh keponya." Ketus Elsa


"Hehe... ya gue pengin tahu aja."


"Gue sama Rosa niatnya mau balas dendam sama orang yang udah bunuh mommy." Ucap Elsa terlihat penuh amarah


"Kalo butuh bantuan bilang aja, gue siap." Tegas Frans membuat Elsa tersenyum


"Maaf, karna gue belum bisa cerita semuanya." Ujar Elsa menunduk


"Gak papa, kalo lo belum siap jangan di paksa." Ujar Frans memegang kedua bahu Elsa


Kemudian mereka berdua kembalik berpelukan dengan hati yang sangat senang dan tentunya berbunga bunga.


Di Markas Lion Claws..


Rosa dan yang lain baru saja sampai di markas, Melihat itu Mario langsung berjalan menghampiri mereka.


"Kak Elsa gak jadi kesini, karna tadi ada kak Frans." Jawab Rosa


"Ohh.. Ada yang pengin gue omongin sama lo." Ucap Mario menatap Rosa


"Kita omongin di ruangan gue. Kalian langsung latihan saja, nanti gue nyusul." Perintah Rosa pada temannya


"Siap sayang. Sini dulu dong." Ujar Ryan menyuruh Rosa mendekat


Rosa pun segera mendekat dan..


Cup


Satu kecupan di berikan Ryan pada kening Rosa membuat wajah Rosa merah merona.


"Ekhemmm... Kalian berdua itu kalo mau mesra mesraan liat tempat dulu napa, jangan asal nyosor aja." Celetuk Maya


"Hargain yang masih jomblo dong." Timpal Vera


"Gue ganteng, gue diem." Ucap Mario dengan PDnya


"Lo sih, kan gue malu jadinya, karna masih ada mereka." Kesal Rosa pada kekasihnya


"Ohh.. Berarti kalo gak ada mereka boleh dong." Seru Ryan dengan entengnya sembari mengangkat turunkan kedua alisnya dan tak lupa senyuman jailnya.


"Ya gak gitu juga." Ucap Rosa terlihat salting


"Hahaa.. Iya sayang. kalo gitu kita latihan dulu." Ujar Ryan


"Hmm.."


Ryan pun pergi bersama Maya dan Vera ke ruang latihan untuk melatih kemapuan mereka.


"Udah, jangan senyum senyum mulu, orangnya juga udah pergi." Celetuk Mario yang melihat Rosa terus tersenyum menatap kepergian Ryan


"Kita ke ruangan sekarang." Ucap Rosa tiba tiba dan langsung pergi dari sana meninggalkan Mario


"Tadi aja senyum terus pas sama pacarnya, sekarang giliran sama abangnya aja dingin. Huhh.... Untung sayang." Kesal Mario


"Bang, Ayo." Teriak Rosa yang melihat Mario masih berdiri disana


"Ehh.. Iya iya."


Kemudian Mario segera menyusul Rosa ke ruang pribadinya.


Sesampainya mereka dalam ruangan, Mario langsung membicarakan hal yang serius pada Rosa.


"Kalo masalah itu gue udah tahu bang." Ucap Rosa setelah Mario menceritakannya


"Tahu darimana?" Tanya Mario penuh selidik


"Tadi pagi sebelum kesini, kak Elsa udah menceritakan semuanya, dan itu juga tujuan kita datang kesini."


"Terus, apa yang akan kalian lakuin?"


"Menunggu."


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa...


Salam dari author**...