
"Gak, lo gak baik baik aja. Kak, liat mata gue, liat kak." Ucap Rosa sedikit memaksa akhirnya Elsa pun menatap mata adiknya itu.
"Gue mohon jangan dingin lagi, apalagi jika itu sama gue, gue gak sanggup kak. Lo disini gak sendirian, masih ada gue, bang Mario dan yang lain dan lo juga udah janji kan sama Justin, lo akan bangkit. Tapi kalo jadi dingin gini, itu sama aja lo sedang terpuruk dan Justin pasti akan kecewa sama lo." Ucap Rosa panjang lebar sembari memegang kedua bahu Elsa dan menatap mata Elsa dengan intens.
Tak terasa bulir bening mengalir di pipi mulus Rosa, Elsa yang melihatnya merasa sangat bersalah karena sudah membuat adiknya menangis. Ia pun mengangkat kedua tangan dan menghapus air mata Rosa dengan lembut.
"Gue minta maaf, gue gak bermaksud bikin lo sedih." Elsa langsung memeluk Rosa dengan erat dan Rosapun membalasnya
"Please jangan kayak gini lagi." Ucap Rosa dalam Isaknya
"Udah ah, jangan nangis gitu, masa Queen mafia nangis." Ucap Elsa berusaha menghibur Rosa sembari melepas pelukannya
"Lo juga nangis." Ketus Rosa
"Hehe.. Iya iya kita berdua seorang Twin Queens mafia baru aja nangis." Ucap Elsa cengengesan
"Hahahaha...." Mereka berdua tertawa lepas
"Emm.. Ya Udah, gue siap siap dulu." Ucap Rosa
"Iya, hapus tuh air mata, nanti kak Ryan liat dia ikutan mewek lagi." Ejek Elsa
"Hehee.. biarin aja." Rosapun pergi meninggalkan Elsa sendiri dalam ruangan itu
"Gue akan berusaha bangkit demi lo, Rosa." Ucap Elsa pelan
Skip Markas King Tiger..
Elsa dan semua anggota Lion Claws termasuk Dika dan Dery sudah sampai di markas King Tiger.
"Semuanya bersiap ke posisi masing masing." Seru Elsa pada anggotanya
"Siap Queen."
Semuanya langsung bergegas menuju posisi yang sudah di tentukan.
Setelah semua siap, langsung saja Elsa menyuruh mereka untuk menyerang lewat alat komunikasi yang sudah di siapkan.
"Serang." Seru Elsa
Tanpa menjawab, mereka semua langsung menyerang markas King Tiger. Mafia KT yang mendapat serangan dadakan sangat terkejut karena mereka belum menyiapkan apa apa.
Hal itu tentu sangat menguntungkan Lion Claws karena mempermudah mereka untuk mengalahkan musuh.
Kali ini Elsa menggunakan katana yang cukup panjang, dan seperti biasa dia akan mencari keberadaan Ketua King Tiger dan melawannya.
Brakk..
Tanpa ba bi bu Elsa langsung mendobrak pintu yang di yakini adalah ruangan ketuanya.
"Siapa kau?" Hardik ketua, saat itu dia sedang duduk bersantai sambil menghisap rokoknya.
Lagi dan lagi bukannya menjawab, Elsa malah mengibaskan jubahnya
"Oh jadi kau Twin Queens itu. Mau apa Kau kemari? Aku tidak pernah menganggu mafia Lion Claws." Ucap Ketua KT, Karena memang King Tiger tidak pernah mempunyai masalah sama Lion Claws
"Kau memang tidak pernah mengganggu Lion Claws, tapi kau menggangguku."
"Apa maksudmu, aku bahkan tidak mengenali kau."
Elsa langsung melepas topengnya, dan Ketua itu sangat terkejut melihat siapa yang di hadapannya.
"Apa kau masih tidak mengenaliku?" Ucapnya tersenyum sinis
"K-Kau.."
"Ya, aku adalah orang incaran klien mu itu. Dan Kau, sudah salah memilih lawan."
"Aku benar benar tidak tau itu, aku hanya menjalankan misiku." Ucap ketua itu sedikit takut karena ia tahu sendiri bagaimana kehebatan Queen Lion Claws
"Aku mohon jangan bunuh aku." Ketua itu benar benar sangat takut
"Tapi kau sudah terlanjur membuatku murka." Ucap Elsa penuh amarah
Elsa langsung menyerang Ketua itu dengan membabi buta.
Bugh
Ting
Krek
Bugh
Hanya butuh waktu sekitar tiga menit untuk Elsa melumpuhkan lawannya.
"Agkkhh... Ampuni aku, aku tidak akan mengganggu lagi." Ucap Ketua itu memohon
"Tapi kau sudah membuat kekasihku mati, Itu berarti Kau juga harus merasakannya." Marah Elsa penuh penekanan
Glek
Elsa langsung memenggal kepala ketua itu, Karna ia sedang tidak ingin bermain terlalu lama. Tanpa terasa Elsa meneteskan air matanya.
"Justin, gue udah menyelesaikan salah satu dari masalah gue, gue harap lo akan senang melihat ini." Ucap Elsa pelan.
Kemudian dia kembali memakai topeng yang sempat ia lepas, kemudian berjalan keluar ruangan untuk menemui yang lain.
"Semua berhenti. Ketua kalian udah mati" Seru Elsa membuat pertarungan itu terhenti.
"Jika ingin hidup ikut kami, jika tidak tahu apa akibatnya." Ucapnya lagi dingin
"Kami ikut Queen." Seru mereka
"Bang, Urus mereka." Ucap Elsa kemudian berjalan keluar terlebih dahulu dan di ikuti Rosa dan yang lain, kecuali Mario.
"Sekarang kalian bawa semua harta, kendaraan dan juga senjata dalam markas ini. Setelah itu ledakkan tempat ini. Ingat jangan sampai tersisa satupun." Seru Mario pada anggota mafianya.
"Siap."
Semua mafioso mulai mengambil semua harta yang masih tersisa. Mario memantau semua itu sedangkan Elsa dan yang lain pulang terlebih dahulu menuju markas.
Saat ini Elsa satu mobil dengan Rosa dan Rosa yang menyetir mobilnya.
Selama perjalanan Elsa hanya melihat keluar jendela. Rosa yang melihat itu berusaha untuk mengajaknya bicara agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
"Kak..." panggilnya
"Kenapa?" Tanya Elsa menatap Rosa yng sedang menyetir
"Emm... Kapan kita mulainya? gue udah lama nunggu hari itu."
"Rencananya gue mau jebak dia dulu, agar lebih jelas mengakui semuanya, Karna waktu itu menurut gue kurang sempurna, dan gue ingin membuatnya sempurna bahkan lebih dari kata Sempurna." Jelas Elsa menyeringai
"Caranya?"
"Kita ikuti alurnya aja. Saat waktunya tiba, gue pastikan mereka yang menyalahkan kita bukan hanya menyesal tapi lebih dari kata itu." Ucap Elsa penuh penekanan
Kemudian keduanya langsung mengeluarkan senyum Smirk Khasnya, Mungkin jika ada yang melihat akan merinding seketika.
Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode kali ini? Jangan lupabkasih Likenya yaa...
Salam manis dari author....